Waktu Berbahaya Untuk Trading Forex

Sebagai trader, tentunya mengetahui bahwa setiap waktu dapat melakukan trading forex, dalam waktu 24 jam, 5 hari seminggu. Sehingga sangat banyak pergerakan yang akan terjadi dalam waktu seminggu. Para trader pun dapat menentukan sendiri apakah akan melakukan transaksi di pagi hari, siang maupun malam. Dalam masalah pemilihan waktu Anda harus mempertimbangkan beberapa hal seperti karakteristik sebagai trader, strategi trading yang akan digunakan, berita fundamental dan target profit trading yang Anda inginkan. Oleh karena itu Anda perlu mengetahui waktu berbahaya untuk trading forex.

Ada kasus tertentu yang menjamin keuntungan bisa lebih dari 100% per bulan atau bahkan per hari. Tapi Anda harus ingat bahwa semakin besar keuntungan yang diraih, semakin besar resiko yang akan Anda hadapi. Banyak juga yang mengatakan bahwa hanya sekitar 5% trader yang sukses di dunia forex ini dan selebihnya mereka kehilangan modal, atau bahkan mengalami kerugian dan juga kebangkrutan.

Anda perlu mengetahui bahwa dari sekian banyaknya bisnis yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, forex trading juga membutuhkan waktu, pengetahuan, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih dan menjalankannya. Sama seperti pasar biasa, pasar forex tidak selalu sibuk setiap saat. Ada hari dimana aktivitas trading sedang sibuk, tapi ada juga waktu dan jam dimana trading sepi meski pasar tetap terbuka. Semakin ramai pasar forex, semakin besar kesempatan untuk menghasilkan keuntungan. Sementara semakin sepi pasar, semakin sedikit peluang mendapatkan keuntungan.

Forex yang merupakan salah satu pilihan pasar perdagangan yang memberikan daya tarik tersendiri bagi para calon trader maupun tradernya. Trader, terutama yang menggunakan time frame jangka pendek, menginginkan pasar yang memiliki volatilitas yang baik. Volatilitasnya disini adalah pasang surutnya harga. Pasar dengan volatilitas yang cukup tinggi memungkinkan trader untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak dibandingkan dengan pasar dengan pergerakan harganya kecil.

Waktu untuk melakukan trading forex serta kesalahan berbahaya yang dapat dihindari oleh para trader. Ada beberapa waktu yang mana dapat dikatakan berbahaya karena merugikan Anda sebagai trader jika tidak jeli dalam melakukan trading. Waktu berbahaya tersebut sebagai berikut:

1. Waktu Menjelang Akhir Pekan Pasar

Detik sebelum penutupan pasar pada hari Sabtu pagi (waktu Indonesia Barat) menjadi momok bagi beberapa trader, sehingga banyak yang memilih untuk “menutup toko” pada hari Jumat. Karena pergerakan harga sebelum penutupan pasar diduga sulit dilacak.

Apalagi, open posisi dilakukan terlalu dekat dengan waktu penutupan pasar berpotensi floating sampai hari Senin, melewati libur akhir pekan. Padahal, pada masa itu mungkin saja terjadi perkembangan mengejutkan yang berujung pada munculnya gap besar di awal pekan berikutnya. Target Profit (TP) dan Stop Loss (SL) dapat dengan mudah ter trigger. Apalagi jika Anda tidak memasang Stop Loss, maka Margin Call sudah di depan mata. Karena pergerakan ke depan sulit ditebak, maka banyak trader menghindari waktu ini untuk trading forex.

Namun, itu tidak berarti membiarkan posisi floating di masa itu. Trader yang sengaja “memasang jebakan” untuk mendapatkan keuntungan dari gap yang akan muncul pada hari Senin pun ada saja. Waktu trading forex pada dasarnya membawa risikonya tersendiri. Pahami bahwa potensi profit yang menggiurkan memiliki trading dengan risiko yang lebih tinggi. Gap merupakan selisih besar di antara harga penutupan akhir pekan dengan harga pembukaan pada awal pekan berikutnya. Yang artinya pembukaan di awal pekan tidak sama dengan pembukaan di akhir pekan. Gap dapat saja kecil atau tidak terbatas jumlahnya. Sebab mengapa terjadi gap, dapat dijelaskan karena nilai mata uang suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tentu saja faktor ekonomi, politik dan faktor lain yang terkait dengan aktivitas dan kejadian yang dialami oleh negara yang bersangkutan.

2. Menjelang Momen Terkait dengan Situasi Politik Dalam Negeri

Pada tahun 2016 dan 2017 dimeriahkan oleh banyak sekali momen semacam ini, ditandai dengan tema “referendum” dan “pemilihan atau pemilu”. Karakteristik momen politik semacam ini adalah saat yang tidak dapat diprediksi, tidak seperti rilis data ekonomi yang sudah terjadwal pada kalender forex. Selain itu, meski para analis telah memproyeksikan dampaknya, Misalnya jika pasangan A bisa mengalahkan pasangan B, namun tetap saja sistem pergerakan harga spontan di pasaran bisa berlawanan yang disebabkan oleh faktor euforia tadi.

Ambil contoh Pemilu Presiden AS 2016 yang lalu. Para analis memperingatkan bahwa jika Donald Trump terpilih, itu akan menciptakan serangkaian bahaya dan ketidakpastian. Namun, segera setelah dia mengalahkan Hillary Clinton, Dollar pun melonjak. Dan sekitar sebulan kemudian pasar kembali mengingatkan bahwa Trump merupakan ancaman bagi stabilitas ekonomi Amerika Serikat dan Dunia.

Tidak hanya momen atau acara yang berhubungan dengan politik. Beberapa trader akan menghindari trading valas kapan saja yang berhubungan dengan rilis data ekonomi yang berpotensi besar. Alih-alih terlindas volatilitas sesaat, lebih baik cari peluang di waktu trading forex lainnya.

3. Setelah Menang Besar

Banyak trader pemula yang salah kaprah pengertian presentase kemenangan. Memenangi sebagian besar perdagangan memang mengasyikkan, tapi tidak demikian jika perdagangan itu tidak menghasilkan keuntungan yang konsisten. Jadi, jangan mudah percaya ada yang menyatakan strategi yang dipakainya menang 90%. Kedengarannya memang menggiurkan, tetapi kunci sebenarnya adalah profitabilitas alias keuntungan. Satu Strategi bisa saja berdampak berbeda pada beberapa orang.

Anda tidak sendiri jika Anda termasuk dari yang mengalami loss (kerugian) segera setelah mendapat kemenangan besar. Karena sindrom ini diderita oleh banyak trader, terutama trader pemula. Hal ini akibat dari pada kepercayaan dan “nafsu” yang berlebihan untuk mengejar keuntungan yang lebih besar lagi. Trader sukses dapat mengendalikan emosi dirinya agar tidak terhanyut dalam waktu yang berbahaya ini.

Agar tidak terjebak dalam perangkap emosi, perlunya rencana trading (trading plan). Dengan rencana trading ini, Anda diharapkan memiliki sistem trading tertentu dan tidak menyimpang dari aturan entry, exit, atau risk atau reward rasio di dalamnya. Tidak peduli Anda akan berdagang dalam waktu trading forex yang paling menguntungkan atau paling berbahaya sekalipun, rencana trading akan bertindak sebagai “filter” dari mana Anda dapat memfilter apakah peluang trading benar-benar berpotensi atau sebaiknya dilewatkan.

Dalam artikel ini kami mengingatkan bahwa sebagai trader, dalam setiap ingin melakukan trading, pahami waktu terbaik dan strategi terbaik agar Anda mendapatkan keuntungan sesuai harapan dan terhindar dari yang namanya kerugian saat melakukan trading. Tapi lihat juga peluang keuntungan setiap saat, karena menghindari bukan berarti Anda menutup mata dengan peluang situasi pasar saat ini. Tidak sedikit trader yang berhasil untung di saat seperti ini. Jadi, kalau ada yang tertarik trading di waktu yang berbahaya, ada baiknya Anda rajin membaca analisa trading untuk mengetahui kondisi dan prediksi pasar berdasarkan pengamatan analis. Hal ini tepat untuk dilakukan sehingga Anda bisa menentukan langkah selanjutnya dengan benar dan memperoleh keuntungan (profit).

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *