Trading Menggunakan Indikator Relative Vigor Index

Saat melakukan trading, seorang trader bisa menggunakan berbagai indikator yang bisa digunakan, salah satunya Relative Vigor Index (RVI). Akan tetapi apakah setiap trader mengetahui cara trading menggunakan indikator Relative Vigor Index? Jika tidak, mari simak artikel yang kami bahas dihari ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang indikator forex trading ini.

Dalam analisa teknikal, indikator forex dibuat dengan sistem perhitungan matematis yang telah diuji, guna memprediksi pergerakan harga yang akan terjadi di masa depan dengan melihat sejarah (history) pada pergerakan pasar forex di masa lalu. Para ahli forex percaya bahwa informasi data tentang pergerakan harga mata uang yang telah terjadi di masa lalu akan terulang lagi dengan pola dan bentuk yang sama. Oleh karena itu dibuat indikator forex trading berdasarkan pemahaman dan sistem pembuat indikator.

Dikutip dari Kaskus.co.id, fungsi sebuah indikator dalam forex trading ialah sebagai entry untuk tahu kapan saatnya trader beli dan kapan saatnya trader jual. Dari hal inilah seorang trader dapat menentukan sebuah sistem trading yang sesuai pilihannya. Perlu Anda ketahui, indikator RVI termasuk dalam daftar indikator standar pada platform Metatrader4 (MT4). Bahkan, indikator RVI ini cukup bagus digunakan untuk mengoptimalkan keuntungan dalam kondisi pasar yang bullish.

Sejarah dan Definisi Relative Vigor Index

Seorang ahli bernama John Ehlers berhasil mengembangkan indikator Relative Vigor Index, yang merupakan sebuah indikator teknis yang dirancang untuk menentukan tren arah harga. Logika yang mendasari didasarkan pada asumsi bahwa harga yang dekat cenderung lebih tinggi daripada harga terbuka di lingkungan bullish dan di bawah dalam lingkungan bearish. Pada dasarnya Relative Vigor Index membandingkan posisi relatif dari harga penutupan suatu aset atau pair mata uang dengan range harganya.

Rumus Relative Vigor Index

RVI = (Close-Open) / (High-Low)

Keterangan:
Open: harga pembukaan
High: harga tertinggi
Low: harga terendah
Close: harga penutupan.

Dapat dilihat bahwa indikator RVI dibentuk pada skala yang sama dengan pengertian Stochastic Oscillator, tetapi Relative Vigor Index membandingkan posisi relatif harga penutupan (close) dengan harga pembukaan (open), bukan dengan harga terendah (low). Nilai RVI diasumsikan meningkat seiring dengan momentum trend bullish, karena pada saat itu harga penutupan suatu aset atau pair mata uang cenderung berada di atas range, sementara harga pembukaan mendekati level harga terendah harian.

Konsep Relative Vigor Index

Indikator Relative Vigor Index (RVI) mengukur kekuatan relatif dari uptrend dan downtrend pasar. Ini didasarkan pada konsep-konsep berikut:

1. Harga penutupan di pasar bullish umumnya lebih tinggi dari harga pembukaan
2. Pasar bullish menguat ketika harga penutupan mendekati harga tinggi (higa) atau harga teratas
3. Harga pembukaan di pasar bearish umumnya lebih tinggi dari harga penutupan
4. Pasar bearish menguat ketika harga penutupan mendekati harga rendah (low) atau harga bawah.

Prinsip Penggunaan Indikator Relative Vigor Index

Relative Vigor Index memungkinkan trader untuk mengidentifikasi penguatan perubahan harga dan karena itu dapat digunakan dalam analisis tren:
– Biasanya semakin tinggi indikator naik, semakin kuat kenaikan harga relatif saat ini;
– Biasanya semakin rendah indikator jatuh, semakin kuat penurunan harga relatif saat ini.

Bersama dengan garis sinyal (Merah), periode MA dari RVI, indikator (Hijau) dapat membantu untuk mengidentifikasi perubahan dalam perkembangan harga yang berlaku:
– Melintasi garis sinyal dari atas, Relative Vigor Index menginsyaratkan kemungkinan peluang sell,
– Melintasi garis sinyal dari bawah, Relative Vigor Index mengisyaratkan kemungkinan peluang buy.

Bagaimana Cara Menerapkan Relative Vigor Index?

Pemasangan RVI pada MT4 tidak jauh berbeda dengan memasang indikator Oscillator pada umumnya. Anda cukup buka jendela pair mata uang yang akan ditradingkan, kemudian klik Insert di menu bar, lalu arahkan kursor ke Indikator > Oscillator > Relative Vigor Index > klik. Saat menginstal Relative Vigor Index, bisa dengan memodifikasi parameternya, tetapi bisa juga tidak dapat mengubah parameter default yang sudah ada. Perlu diketahui bahwa trading menggunakan indikator RVI ini harus disertai dengan indikator lain, sebaknya Anda juga pasang MA dengan set periode (lenght) 100 (MA-100) dan indikator RSI pada parameter default, atau indikator lainnya sesuai pilihan Anda.

Strategi Trading Dengan Indikator RVI

Strategi trading dengan indikator RVI dapat dibuat untuk memaksimalkan keuntungan dari uptrend jangka menengah, terutama bila dikombinasikan dengan indikator teknikal lainnya. Perlu dicatat bahwa nilai RVI yang lebih tinggi menunjukkan menguatnya trend tersebut, sementara nilai RVI yang lebih rendah menunjukkan momentum yang melambat. Sebagai indikator momentum, kemiringan RVI sering berubah arah lebih dulu daripada harga, atau dengan kata lain ‘leading’.

Ketika uptrend jangka menengah, pergerakan harga akan bolak-balik (tidak terus ke atas), sekali waktu mengalami retracement ke bawah, kemudian kembai naik ke arah trend sebelumnya. Relative Vigor Index harus diterapkan bersama dengan indikator lain untuk mengkonfirmasi sinyal trading yang diberikan. Berikut ini contoh yang dapat dipakai:

Setelah trader memiliki posisi long yang diterapkan pada kondisi uptrend, ia dapat memantau Relative Vigor Index untuk menunggu jika terjadi bearish divergence. Bearish divergence adalah ketika harga membentuk puncak tinggi (high) baru, tetapi Relative Vigor Index malah menurun. Selanjutnya, konfirmasi kemungkinan retracement dengan indikator lain, seperti Relative Strength Index (RSI). Jika RSI menunjukkan kondisi overbought (posisi di atas 70), maka ini dianggap sebagai konfirmasi indikasi bearish divergence yang dimunculkan oleh Relative Vigor Index.

Pada saat itu, close beberapa dari posisi beli yang sebelumnya dibuka (catatan: hanya beberapa atau sebagian saja yang ditutup, sebagian lagi biarkan ‘floating’). Atau, jika Anda belum membuka posisi di awal trend, maka Anda bisa membuka posisi beli baru di sini. Jika retracement benar-benar terjadi, trader dapat membuka kembali posisi beli ketika bullish divergence dan RSI mengindikasikan kondisi oversold atau harga telah menyentuh MA-100. Strategi seperti ini dapat dijalankan berulang-ulang sepanjang trend harga secara umum masih bullish. Kondisi bullish ini dapat dilihat dari posisi harga yang masih berada di atas MA-100. Jika harga ditutup di bawah MA-100, maka trader sebaiknya harus menutup semua posisi belinya. Karena MA-100 disini dipilih sebagai filter arah trend jangka menengah.

Penutupan

Perhitungan Relative Vigor Index didasarkan pada gagasan bahwa harga penutupan pasar bullish umumnya lebih tinggi daripada harga pembukaan. Indikator Relative Vigor Index dapat digunakan oleh seorang trader yang ingin memaksimalkan keuntungan dengan bergerak masuk dan keluar dari posisi sesuai dengan kemunculan puncak harga (peak) dan retracement yang terjadi sepanjang trend berlangsung. Akan tetapi, indikator Relative Vigor Index tidak cocok untuk seorang trader yang menggunakan strategi trading ‘buy-and-hold’. Relative Vigor Index sangat berguna untuk trading tetapi dapat memberikan sinyal yang salah. Oleh sebab itu, Relative Vigor Index harus dikombinasikan dengan indikator lain dan tools trading lainnya saat digunakan. Semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *