Trading Dengan Pola Head and Shoulders

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas trading dengan pola head and shoulders. Mungkin Anda sering mendengar yang namanya head and shoulders? Iya ini merupakan salah satu merek shampoo namun yang akan kita bahas head and shoulders yang menjadi salah satu teknik trading yang termasuk pola reversal. Baiklah mari kita cari tahu bagaimana menggunakan pola ini agar bisa mendapatkan keuntungan dari trading.

Forex trading dengan margin memiliki tingkat risiko yang tinggi, dan mungkin tidak semua investor cocok menggunakannya. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada forex trading, Anda harus menyadari semua risiko yang terkait dengan forex trading, dan mencari penasihat keuangan jika Anda ragu dalam memutuskan tujuan berinvestasi.

Pengertian

Seorang trader haruslah mengenal price pattern di forex, karena ini berkaitan dengan metode Anda untuk melakukan trading. Salah satunya jenis price pattern ialah pola head and shoulders. Pola head and sholder merupakan salah satu pola pembalikan yang cukup populer di kalangan trader. Pola ini terjadi saat pasar berada dalam siklus uptrend (trend naik) dan kemunculannya menunjukkan adanya pembalikan arah dari uptrend tersebut. Dinamai head and shoulders karena bentuknya menyerupai kepala orang dengan bahu di kanan dan kiri. Tidak sulit mencari pola head and shoulders pada grafik, karena intensitas kejadiannya cukup tinggi dan mudah dikenali.

Pola head and shoulders sering digunakan trader karena pola ini memiliki akurasi yang cukup tinggi, namun trader harus tetap berhati-hati karena sering tertipu atau terkecoh pola ini dengan pola triple top or triple bottom. Karena bentuknya yang hampir menyerupai pola-pola tersebut. Pola head and shoulders ini menjadi pola reversal bearish jika muncul pada akhir uptrend. Konfirmasinya adalah saat garis neckline telah tembus. Jika pola ini sudah dikonfirmasi, maka harga kemungkinan akan bergerak turun sejauh dari atas puncak head ke neckline.

Kebalikan dari head and shoulders adalah pola inverse head and shoulders. Pola ini merupakan pola reversal bullish yang biasanya muncul pada akhir downtrend. Konfirmasinya persis sama dengan head and shoulders. Jika pola ini sudah dikonfirmasi, maka harga kemungkinan akan bergerak naik sejauh puncak head ke neckline. Saat harga gagal menembus area neckline dan memantul hingga melewati area menuju head atau left shoulders, barulah pola head and shoulders dikatakan failed. Selengkapnya bisa Anda lihat di channel Youtube.com, trading menggunakan pola head and shoulders)

Bentuk Pola Head and Shoulders

Ada dua bentuk utama dari pola head and shoulders yakni sebagai berikut:

1. Top Head and Shoulders
Bentuk seperti ini adalah sinyal tehnikal bahwa harga sudah siap untuk bergerak turun, bila pola sudah selesai dan terkonfirmasi, dan biasanya terbentuk di harga paling tinggi dari sebuah uptrend. Proses terbentuknya top head and shoulders:

– Langkah pertama dalam membentuk pola ini adalah shoulders kiri, yang terbentuk saat harga mencapai titik tertinggi baru kemudian dikoreksi ke harga terendah baru.

– Langkah kedua adalah pembentukan head, yang terjadi saat harga berhasil menembus tinggi sebelumnya (shoulder kiri), lalu kembali koreksi ke atau mendekati harga terendah yang terbentuk di shoulder kiri.

– Langkah ketiga adalah formasi shoulders kanan, yang terbentuk saat harga bergerak kembali namun tidak berhasil lebih tinggi dari harga tertinggi di head yang diikuti oleh penurunan kembali ke harga terendah di shoulders kiri. Sempurnanya bentuk pola ini akan dikonfirmasikan Jika harga berhasil melewati neckline, yang merupakan support terciptanya pembentukan harga terendah shoulders kiri dan head.

2. Bottom Head and Shoulders
Bentuk ini biasa dikenal dengan inverse head and shoulder karena bentuknya terbalik,yang mengindikasikan bahwa harga sudah siap untuk bergerak ke atas dan biasanya terbentuk saat downtrend terjadi. Proses pembentukannya sama, akan tetapi formasinya terbalik.

– Dimulai dengan terbentuknya shoulders kiri, yang terjadi saat harga turun ke posisi terendah baru dan kemudian rebound ke harga yang lebih tinggi.

– Pembentukan head, terjadi ketika harga berhasil menetapkan titik terendah baru dibandingkan dengan posisi terendah shoulders kiri, yang disusul oleh rebound pada harga ke atau mendekati level harga tertinggi di shoulders kiri. Pergerakan ke posisi tertinggi di shoulder kiri ini membentuk neckline untuk pola ini.

– Langkah ketiga, pembentukan formasi shoulders kanan, dimana terdapat aksi jual mendorong harga bergerak turun, namun gagal menembus harga terendah pada kepala, kemudian disusul oleh kembalinya harga ke neckline. Pola ini sudah lengkap dan dipastikan jika harga bergerak melewati dan lebih tinggi dari neckline.

Kedua bentuk tersebut memiliki konstruksi yang sama dimana didalamnya ada empat bagian utama. Bagian tersebut ialah dua shoulders, satu head dan satu garis konfirmasi (neckline). Pola ini dikonfirmasi jika garis neckline berhasil dilewati, setelah pembentukan shoulders kedua. Pola head and shoulders adalah sekumpulan peaks dan troughs. Kondisi dimana harga mencapai puncaknya dan memiliki kecenderungan koreksi disebut dengan peaks, sementara kondisi dimana harga berada dalam masa transisi setelah koreksi dan siap untuk naik kembali disebut dengan troughs. Neckline akan menjadi level support dan resistance.

Strategi Pola Head and Shoulders

Terdapat dua strategi forex yang bisa Anda gunakan jika pola head & sholders muncul:

1. Strategi Antisipatif
Keuntungan dari strategi antisipatif ialah dapat dikatakan jarang sekali tertinggal momentum, jarak stop loss relatif pendek dan targetnya bervariasi karena bisa mengambil target dari pola konfirmasi atau juga dari pola target sebenarnya. Namun terdapat kekurangannya karena sifat strategi antisifatif dapat dikatakan agresif sehingga kesempatan untuk tertipu oleh sinyal palsu sangat tinggi dan menyebabkan stop loss sebagai akibat dari sinyal yang belum dikonfirmasi secara menyeluruh.

2. Strategi Reaktif
Keuntungan dari strategi ini yakni kemungkinan terjebak oleh pergerakan harga cenderung lebih kecil, sinyal masuk dan momen masuk lebih tepat dibandingkan dengan stragei antisipatif. Akan tetapi sama halnya dengan strategi antisipatif, strategi ini juga memiliki kekurangan karena sering tertinggal momentum dan jarak stop loss yang melebar karena menunggu konfirmasi terlebih dahulu.

Penutup

Pola head and shoulders juga membutuhkan pengalaman trader sehingga mendapatkan hasil trading yang tepat dan maksimal. Perkembangan teknologi membuat pola klasik seperti head and shoulders tidak mudah dikenali dan dimanfaatkan sebagai sinyal. Munculnya algoritma, robot trading, dan indikator baru, membuat pola klasik nampaknya ikut berkembang. Oleh karenanya jika Anda adalah seorang trader sangat penting untuk terus belajar sesuatu yang baru danjangan hanya berpatok dengan analisis klasik saja. Mempelajari teknik analisis modern juga tidak berarti meremehkan analisis klasik. Karena analisis klasik tidak akan pernah usang. Hanya saja analisis klasik akan terus berkembang seiring perkembangan zaman. Seperti halnya dengan pola head and shoulders ini.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *