Trading Dengan Pola Candlestick Inside Bar

Karena kemudahan dan kesederhaannya, trading dengan pola candlestick inside bar masih menjadi pilihan populer dalam analisa teknikal. Formasi ini juga khas dan mudah dikenali, sehingga dapat digunakan sebagai sinyal untuk mengeksekusi order sell atau buy di semua pair dan timeframe.

Semakin banyak batang candlestick yang diperhitungkan, semakin besar pula tingkat akurasinya. Jadi jika hanya satu candlestick saja, maka akurasinya diragukan. Tetapi jika terlalu banyak juga membuat pusing. Inseide bar bukan pola satu candlestick, tetapi juga bukan pola banyak candlestick. Itulah alasan mengapa candlestick inside bar adalah pilihan terbaik untuk trader pemula, untuk mempelajari pola candlestick secara akurat dengan mudah dan sederhana.

Pengertian Inside Bar

Pada dasarnya, pola candlestick inside bar adalah formasi dua batang candle dengan aturan-aturan sebagai berikut:

Pertama: Candle pertama adalah candle induk, dan candle kedua adalah candle turunan.

Kedua: Nilai tertinggi (High) candle kedua selalu lebih rendah daripada tinggi candle pertama. Begitupun dengan Low-nya yang selalu lebih tinggi dari candle induk. Secara visual, candlestick kedua akan selalu berada di dalam candle pertama.

Ketiga: Trading dengan inside bar hanya memperhitungkan nilai high dan low saja, tidak peduli posisi badan (bodi). Tidak masalah jika harga Open atau Close candle kedua menembus range badan candle pertama.

Aturan pertama dan kedua adalah tipikal dari pola candlestick inside bar. Sedangkan aturan ketiga membedakan pola candlestick inside bar dengan pola Harami. Baca selengkapnya dipostingan kami sebelumnya tentang apa itu pola candlestick harami? untuk menambah pengetahuan dalam melakukan trading yang tepat.

Candlestick pertama terbentuk ketika ada pergerakan harga yang kencang ke salah satu arah. Sedangkan candle kedua dicetak dengan pergerakan sebatas range high dan low candle sebelumnya. Dari pengamatan tersebut, biasanya pola candle inside bar sering ditemukan pada akhir sebuah trend. Karena itu, trading dengan inside bar sering digunakan sebagai sinyal reversal atau pembalikan arah.

Terbentuknya Insert Bar

Terdapat dua alasan insert bar dapat terbentuk, antara lain:

1. Insert bar terbentuk karena adanya konsolidasi yang terjadi di pasar saat tersebut. Misalnya pasar sedang menimbang-nimbang apakah harganya sudah overshould apa belum dan sebaliknya.

2. Harga tidak bergerak dengan semestinya, Yang umumnya cenderung terjadi adalah setelah harga memindahkan volume besar naik atau turun, pasar mulai konsolidasi dan membentuk bar di dalam.

Umumnya insert bar terbentuk di sekitar:
1. Zona support dan resistance
2. Pivots
3. Daily high atau low candlestick jika Anda trader dalam 1 jam atau jangka waktu 4 jam
4. Tingkat level Fibonacci

Ketika sebuah insert bar terbentuk di sekitar lokasi itu, maka Anda perlu memperhatikannya untuk menganalisa area tersebut. Dan sebelum trading menggunakan pola ini sebaiknya Anda perhatikan beberapa hal di bawah ini:

– Insert bar dapat terjadi pada timeframe berapapun

– kadang-kadang, meskipun insert bar terbentuk di daerah-daerah yang disebutkan di atas tetapi tidak memberikan sinyal reversal. Maka sebaiknya perhatikan kembali insert bar yang terbentuk.

Pengaruh Terbentuknya Inside Bar di Pasar

Pola candlestick inside bar biasanya terbentuk ketika sentimen harga dan pasar bergerak cepat ke satu arah, sehingga muncul candle Bullish atau Bearish panjang. Semakin cepat dan semakin besar gerakan, semakin tinggi akurasi inside bar. Pada dasarnya, candlestick inside bar menunjukkan ketidakmampuan penjual untuk mendorong harga ke bawah nilai low, atau kegagalan pembeli untuk mendorong harga ke atas nilai high candlestick sebelumnya. Candlestick inside bar menunjukkan keraguan pasar.

Meskipun pola candle inside bar umumnya digunakan sebagai sinyal reversal atau pembalikan arah tren, ada situasi tertentu ketika inside bar secara tepat menunjukkan berlanjutnya tren sebelumnya (kontinuitas). Buka Youtube.com untuk melihat cuplikan tentang inside bar.

Indikator Inside Bar Untuk Trader Pemula

Trader pemula tidak perlu lagi repot-repot mencari inside bar dengan mata telanjang, karena indikator inside bar ini secara otomatis mengenali formasinya untuk ditampilkan di grafik. Ini menjadi kabar baik untuk trader pemula yang ingin belajar trading menggunakan pola candlestick inside bar. Di bawah ini petunjuk cara menginstal-nya dengan mudah:
1. Terlebih dahulu trader unduh indikator inside bar, lalu buka MetaTrader 5.
2. Klik menu File, lalu pilih Buka Folder Data setelah itu klik folder MQL5.
3. Pilih Indikator, dan kemudian masuk ke folder Examples.
4. Paste file Traditional InsideBar.ex4 ke folder Examples.
5. Selanjutnya tutup terminal MetaQuotes dan MetaTrader 5.
6. Buka kembali MetaTrader 5 dan klik menu Inserts → Indikator → Custom → Inside Bar.
7. Centang kotak keterangan “Allow modification…”, lalu klik OK. Dan indikator Inside Bar siap digunakan.

Indikator secara otomatis menandai formasi candlestick inside bar terakhir. Garis biru adalah high candle turunan, dan garis merah adalah low-nya. Indikator ini juga dilengkapi dengan alarm sehingga Anda dapat segera mengetahui pair mana yang saat ini menampilkan pola candle inside bar.

Strategi Trading Insert Bar

Banyak trader chartist menggunakan strategi insert bar karena memiliki probabilitas tinggi dengan risk/reward rasio yang memadai, karena dengan strategi ini biasanya diperlukan stop loss yang tidak terlalu besar. Momentum yang paling tepat untuk menggunakan strategi ini adalah ketika kondisi pasar sedang trend dan kemudian berhenti untuk konsolidasi. Jika Anda bermain dengan strategi breakout atau break pada level high mother bar (uptrend) atau low mother bar (untuk downtrend), stop loss dapat diatur pada level low mother bar (untuk break high) atau level high mother bar (untuk break out low).

Strategi inside bar ini bekerja dengan baik pada timeframe 4 hour dan daily, meskipun pada timeframe yang lebih rendah bisa saja diterapkan tetapi probabilitasnya lebih kecil. Berikut ini contoh setup insert bar pada AUD/USD daily:

Ingatlah, pola inside bar sering muncul sebelum terjadi pergerakan harga besar. Begitu inside bar selesai, kemungkinan harga akan terorong atau tekanan secara ekstrim. Oleh karena itu, pola inside bar dapat dianggap sebagai titik konsolidasi atau pertemuan sebelum harga mengalami breakout ke salah satu arah.

Penutupan

Inside bar sebenarnya adalah formasi candlestick yang menunjukkan keraguan pasar. Ketika pasar dalam kondisi menarik, mereka perlu konfirmasi untuk mendorong atau menekan harga lebih lanjut. Jadi intinya, trading inside bar hanya memberikan indikasi awal pergerakan harga potensial. Analogi, seperti ini trading inside bar adalah rambu-rambu lalu lintas sehingga Anda standby dengan kondisi pasar berikutnya. Sayangnya, Inside Bar tidak bisa berdiri sendiri. Anda masih membutuhkan indikator lain untuk memastikan keakuratan sinyal. Itulah alasan mengapa pola ini memerlukan indikator tambahan seperti Bollinger Bands, Trend Channel, atau Moving Average. Semoga bermanfaat

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *