Trading Dengan Double Top dan Double Bottom

Dengan banyaknya strategi dan pola trading dunia forex pastinya membuat trader bingung untuk melakukan trading dengan strategi dan pola trading mana yang baik untuk dilakukan. Namun ada salah satu pola pergerakan harga yang paling populer dan pola yang paling sering terjadi adalah pola Double Top dan pola Double Bottom. Maka pada kesempatan kali ini kami akan mengupas trading dengan Double Top dan Double Bottom.

Jika Anda sering mengamati pergerakan harga yang ada di pasar, maka Anda pasti akan mudah menemukan pola double top atau double bottom. Kedua pola ini sering identik dengan bentuk M atau W yang banyak dan sering dijumpai selama periode menit bahkan hingga periode mingguan.

Kedua pola ini membuktikan bahwa pola pergerakan harga pasar bisa berulang dan tidak selalu acak. Pola Double Bottom dan pola Double Top mengilustrasikan sentimen pelaku pasar terhadap kisaran tingkat harga yang dianggap ekstrim. Artinya, pembeli akan mencari titik terendah ekstrem untuk mulai buy, atau penjual mengintai titik tertinggi untuk sell. Teori ini terdengar mudah, tetapi pertama-tama Anda harus menyelidiki mengapa pola Double Bottom atau Double Top muncul di grafik, dan bagaimana menyiapkan rencana trading setelah kedua pola harga terbentuk.

Pengertian Pola Double Top dan Double Bottom

Pada pandangan sekilas, pola harga seperti itu sangat umum dalam berbagai pair mayor di timeframe rendah atau tinggi. Logikanya, pergerakan harga seperti huruf “M” mewakili pola harga Double Top karena ciri khas pada kedua puncaknya. Sementara harga membentuk huruf “W”, itu berarti Anda telah menemukan pola harga Double Top.

Double Top

Pertama ada pola Double Top yang mudah ditemukan di area tertinggi dalam trend yang naik. Double Top didefinisikan sebagai sinyal yang menunjukkan bahwa trend yang baik sedang melemah dan pembeli mulai kehilangan minat dalam membeli. Ketika pola tersebut dikonfirmasi, trend akan berbalik dan harga kemungkinan akan mengalami menurun.

Dikutip dari KasKus.co.id, Double Top terjadi saat harga tertinggi yang baru selama uptrend, selanjutnya akan menghadapi resistance dan memulai aksi jual ke level support. Pada tahap selanjutnya, harga akan bergerak kembali ke level resistance tertinggi sebelumnya dan aksi jual akan mendorong harga kembali ke level support. Pola ini akan terkonfirmasi ketika harga dapat melewati level support yang telah terbentuk sebelumnya.

Pola yang kami jelaskan di atas menunjukkan bahwa harga bergerak sebagai akibat dari aktivitas pembeli dan penjual yang ada di pasar. Di mana pembeli mencoba untuk mendorong harga agar tetap menghadapi resistance dan mencegah pergerakan harga lebih lanjut. Saat hal ini berlangsung beberapa kali, pembeli mulai kehilangan kekuatan dan penjual mulai menunjukkan kekuatan dan membuat harga mulai mengalami penurunan.

Double Bottom

Pola Double Bottom yang merupakan kebalikan dari pola Double Top yang memberikan indikasi pembalikan arah dari yang sebelumnya menurun menjadi kenaikan harga. Pola umum yang biasanya Anda lihat dari Double Bottom adalah pola dengan bentuk W. Pola tersebut terbentuk ketika trend turun mulai membentuk harga terendah yang baru di dalam pergerakannya. Ketika terjadi pergerakan turun akan menemukan support yang akan mencegah harga untuk menurun lebih lanjut.

Setelah menemukan support, harga akan mulai bergerak naik dan menciptakan resistance. Pada tahap selanjutnya mulai terjadi aksi jual awal yang kemudian akan membuat harga akan kembali mencoba level support yang telah terbentuk sebelumnya. Dua percobaan support ini akan membentuk 2 bagian bawah dan harga tidak berhasil melewati support sebelumnya dan pada akhirnya kembali naik. Pola di atas akan dikonfirmasikan ketika harga telah melewati resistance yang terbentuk sebelumnya.

Strategi Trading dengan Pola Double Bottom dan Double Top

Meskipun kedua pola harga ini relatif sering muncul pada grafik, tidak berarti setiap kali suatu pola itu terbentuk Anda harus membuka posisi trading. Artinya, Anda harus kenali titik support dan resistance dalam forex di grafik untuk membidik kapan kedua pola harga itu berpotensi menghasilkan sinyal trading yang akurat.

Level resistance penting biasanya ditarik dari pergerakan harga tertinggi selama beberapa periode terakhir, seperti beberapa minggu pada timeframe harian, atau beberapa hari pada timeframe Hourly. Demikian pula dengan support, ditarik dari harga terendah selama beberapa candle terakhir. Umumnya, semakin tinggi timeframe, semakin tinggi keakuratan sinyalnya. Jadi untuk pemula, disarankan untuk menggunakan timeframe Hourly atau Daily untuk mendapatkan sinyal terbaik.

Hal yang Perlu Diperhatikan Trader

Keberhasilan atau kegagalan Anda untuk mengeksekusi dimulai dengan kemampuan Anda untuk mengidentifikasi pola dengan benar. Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengantisipasi pembentukan pola, sehingga Anda akan memiliki entry point yang baik ketika kedua pola ini terbentuk dan memiliki potensi keuntungan yang besar. Tetapi hal yang perlu Anda ingat adalah pola yang belum terkonfirmasi sebagai Double Top atau Double Bottom dan bisa saja pola berubah dan menjadi tidak valid.

Hal kedua yang dapat Anda lakukan sebagai trader adalah menunggu konfirmasi pola tersebut. Ketika Anda melakukan hal ini, konsekuensinya tidak akan memiliki entry point yang baik dan potensi keuntungannya yang akan didapatkan lebih kecil. Hal yang menjadi keunggulan dari hal kedua adalah risiko yang lebih terukur.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah menentukan target pergerakan harga setelah formasi Double Top dan Double Bottom terkonfirmasi. Pola pergerakan harga target yang dapat Anda ukur dengan menggunakan patokan kisaran harga yang terbentuk antara support dan resistance yang ada.

Misalnya seperti ini, pola Double Top memiliki harga tertinggi pada 1.000 dan berbalik arah pada 900 untuk membentuk support. Dengan mengansumsi proses selanjutnya akan terkonfirmasi dan harga akan bergerak melewati 900, maka target awal penurunan yang dapat Anda tentukan adalah 800 yang diperoleh dari 900 – 100.

Dalam kenyataan trading Anda tidak akan menemukan pola yang terlihat sangat sempurna. Dalam melihat pola Double Top atau Double Bottom, hal yang perlu Anda ingat adalah harga tidak harus selalu menyentuh angka yang sama dari resistance atau support yang terbentuk sebelumnya.

Selain itu ada masalah yang perlu Anda pertimbangkan lebih lanjut yaitu ketika Top atau Buttom dalam proses pengujian support atau resistance yang berhasil melewati level tertinggi atau terendah pertama. Hal itu bisa menandakan bahwa sinyal akan terus berlanjut. Jangan terlalu cepat meninggalkan pola seperti ini karena polanya belum bisa terkonfirmasi.

Ketika hal seperti ini terjadi, maka indikator volume bisa menjadi patokan berikutnya. Jadi ketika penembusan Top atau Bottom diikuti oleh volume yang besar, maka ini bisa menjadi indikasi terjadinya penerusan trend sebelumnya. Tetapi jika itu terjadi dengan volume rendah, maka ini bisa menjadi tanda mulai ada percobaan terakhir sebelum akhirnya berbalik arah.

Semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *