Trader Wajib Pahami Money Management

Untuk mengembangkan akun trading, Anda sangat perlu untuk memahami penerapan money management. Kebayakan trader pemula mengabaikan hal ini dan hanya menerapkan konsep money management sehingga tingkat tradingnya kurang efektif, dan cenderung gagal untuk mendapatkan keuntungan yang konsisten dalam jangka panjang. Itulah mengapa trader penting untuk memahami money management saat trading.

Dalam dunia forex trading, kunci kesuksesannya tidak hanya ditentukan oleh kehebatan sistem saja, tetapi juga terdapat kunci lainnya yakni pada money managementnya. Tidak peduli sistem trading apa yang Anda gunakan, baik itu breakout, trend, reversal, short term atau long term dan lain sebagainya. Jika Anda tidak mengerti bagaimana money management dalam trading di pasar forex, maka Anda kemungkinan akan berakhir merugi, meskipun sistem trading yang Anda gunakan adalah yang terbaik di dunia. Dengan demikian, cara membatasi kerugian trading dapat Anda lakukan dengan kedisiplinan money management yang baik dan sistem trading yang baik pula.

Sistem trading tanpa money management sama saja Nol Besar. Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk masuk (entry) market, kapan harus keluar, adalah bagian dari keahlian yang harus dimiliki oleh trader. Apalagi jika menggunakan ‘daily sistem’, Anda selalu bisa mendapatkan momen yang tepat untuk melakukan trading di pasar forex. Penggunaan money management yang ala kadarnya membuat trader terjebak dalam pengaturan stop loss dan level target keuntungan hanya untuk proteksi agar tidak kehilangan banyak kerugian, atau agar mendapatkan keuntungan jika ternyata pergerakan harga berbalik arah. Stop loss dan target profit hanyalah salah satu bagian dari money management dalam trading.

Menurut Kaskus.co.id, Money Management atau disingkat MM, atau pengaturan keuangan atau modal dalam trading sangat penting untuk mengendalikan risiko yang ada dalam forex trading. Tanpa MM yang jelas dan terencana, maka kemungkinan modal Anda berkurang akan semakin besar. Anda bisa kehilangan semua modal hanya karena tidak disiplin menjalankan money management. Kerugian dalam transaksi forex adalah hal yang wajar, Anda pasti akan mengalaminya selama trading.

Money management bersama dengan sikap disiplin memainkan peranan penting dalam trading forex. Keduanya merupakan penentu utama keberhasilan Anda atau tidak dalam trading forex, bukan modal uang. Itu sebabnya, Anda diminta untuk mulai mempraktekkan money management dan disiplin dari awal Anda terjun ke dalam dunia trading forex.

Keuntungan Menggunakan Money Manajemen

– Risiko kerugian lebih terkontrol,
– Menghindari trader kehilangan seluruh modal dalam waktu singkat,
– Dapat mengembangkan modal dengan terencana,
– Trading lebih nyaman dan tenang.

Tujuan Money Management

Tanpa money management yang baik, beberapa kekalahan akan cukup membuat Anda terhempas tanpa sisa uang sama sekali. Maka dari itu, tujuan money management yakni membuat Anda bisa menjadi pemenang dalam jangka panjang. Apapun yang terjadi pada trading Anda satu per satu, untung atau rugi, Anda akan tetap menjadi pemenang nantinya. Sekali lagi, money management tidak hanya melindungi trader, tetapi juga akan memberikan keuntungan yang mantap dalam jangka panjang

Untuk menerapkan money management agar trading lebih efektif dan menguntungkan dalam jangka panjang terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Menentukan Kerugian atau Risiko Setiap Kali Entry

Sebelum menentukan jumlah stop loss dan target keuntungan, Anda harus menetapkan besarnya risiko dalam nilai uang untuk trading yang akan Anda lakukan.

Sebagai contoh, misalnya saldo di akun Anda masih free (free margin) sebesar $1.000. Jika Anda menetapkan risiko 2% maka Anda akan menanggung kerugian maksimum 2% X $1.000 atau sebesar $20 untuk entry yang akan Anda lakukan.

Tidak ada ketentuan standar untuk ini dan mungkin antara satu trader berbeda dengan trader lainnya, semua tergantung kondisi keuangan masing-masing. Jika Anda cukup percaya diri dengan sinyal trading yang benar-benar valid, Anda dapat menetapkan persentase risiko yang lebih tinggi, misalnya 3% atau 5%. Hal ini penting untuk Anda lakukan sebelum entry karena Anda telah mengetahui terlebih dahulu besarnya kerugian yang akan Anda alami jika nanti ternyata Anda kena stop loss.

2. Tentukan Ukuran Lot Berdasarkan Besarnya Risiko

Jika Anda entry berdasarkan risiko yang telah ditentukan, maka tidak peduli seberapa besar stop loss yang akan Anda tentukan di pip, risiko Anda akan tetap sama dengan menghitung ukuran lot yang sesuai saat Anda entry.

Sebagai contoh, misalnya jika Anda tentukan besarnya stop loss 50 pips, maka nilai per pip yang harus Anda ikuti adalah: $20/50 = $0.4. Jika Anda melakukan trading di EUR/USD atau GBP/USD dalam mini lot (per pip-nya $1) maka untuk itu, ukuran lot Anda adalah 0,4 lot, dan jika Anda melakukan trading di micro lot (per pip-nya $0.1) maka ukuran lot Anda adalah $0.4/$ 0.1 = 4 lot.

Jika ada dua trader dengan modal yang berbeda namun menerapkan persentase risiko yang sama dengan stop loss yang sama, tentunya ukuran lotnya berbeda. Meskipun trader yang memiliki modalnya lebih besar ukuran lotnya akan lebih besar walaupun level stop loss keduanya sama. Itulah sebabnya besarnya risiko per trading biasanya diukur dengan nilai uang.

3. Menentukan Reward Ratio Secara Objektif & Logis

Langkah selanjutnya jika ukuran lot trading sudah ditetapkan, Anda tentukan level target profit (reward). Menentukan besarnya risk/reward ratio harus objektif dan realistis, tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Jika Anda mungkin merasa sulit untuk menentukan level target profit (reward) karena kondisi pasar yang tidak memenuhi syarat, misalnya level target yang akan Anda ambil berdasarkan dengan stop loss yang lebih besar dibandingkan tingkat support atau resistance ,maka Anda bisa menggunakan trailing stop. Namun dengan catatan risk/reward ratio tidak kurang dari 1 sehingga Anda bisa mengharapkan minimal balik modal (breakeven).

4. Tentukan Banyak Posisi Trading Pada Waktu Bersamaan

Melakukan beberapa posisi trading pada saat bersamaan berarti meningkatkan risiko Anda. Meskipun itu juga berarti menambah peluang keuntungan. Misalnya, Anda membatasi hanya melakukan trading 3 posisi pada saat bersamaan. Dengan cara ini, Anda menggunakan 30% dana untuk trading dengan risiko 6% dari total dana. Anda akan trading lagi hanya setelah satu atau dua posisi sudah tertutup.

Penutupan

Membuat rencana money management dan merancang parameter risiko dengan baik adalah hal penting menjadi seorang trader. Jangan pernah Anda rencanakan trading dengan santai, tetapi lakukan semuanya dengan seksama. Dengan menggunakan aturan money management yang telah Anda buat Anda harus bisa melakukan trading tanpa emosional karena potensi kerugian yang akan Anda terima sudah jelas. Jika masih ada kendala atau kurang puas, Anda bisa melakukan evaluasi sampai Anda benar-benar merasa cocok dengan aturan money management tersebut.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *