Tips Menghindari Margin Call

Patut Anda ketahui, bahwa trading forex bukanlah sebuah bentuk investasi, melainkan bisnis yang memerlukan proses belajar, sikap mental seperti pebisnis sejati, dan kedisiplinan yang tangguh untuk meraih keuntungan. Resiko seperti saldo negatif atau dalam istilah forex disebut Margin Call, bukanlah sebuah konsekuensi lumrah dari bisnis online tersebut. Terlebih lagi, bisnis ini melibatkan perputaran valuta asing yang jumlahnya tidak sedikit. Para trader memang harus siap mengalami kerugian sejak awal, namun sebaiknya margin call sebisa mungkin dihindari sebab Anda dapat rugi sangat besar.

Margin call berbeda dengan kerugian biasa. Ketika margin call terjadi, berarti Anda dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan, karena Anda tetap merugi walaupun sudah menutup posisi. Oleh sebab itulah, biasanya trader yang baik akan menjaga agar dia berhenti bertransaksi dan menutup posisi sebelum tingkat kerugiannya minimal yang akan berdampak saldo akan negatif.

Dilihat dari prosesnya sendiri, margin call terjadi dikarenakan oleh jumlah loss dari posisi terbuka yang kian membesar sehingga seandainya Anda menutup posisi itu, maka dana Anda akan habis. Maka dari itu, broker terpaksa menutupnya sebab apabila dibiarkan lossnya akan terus membesar dan tidak akan ada yang menanggung loss tersebut.

Tentang Margin Call

Margin call ialah kondisi dimana posisi trader sebagai pemilik akun sudah tidak bisa dibuka lagi karena pemiliknya tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan transaksi sehingga saldo akan berubah menjadi negatif. Posisi inilah yang paling merugi saat berbisnis forex karena akhirnya broker sendiri yang menutup akun tersebut.

Tentu saja, banyak sekali trader yang merasa frustasi dan terpukul saat mencapai posisi ini sebab modal yang hilang memang dapat sangat besar. Bayangkan saja, awalnya Anda memiliki dana sebesar ribuan dolar untuk dijadikan sarana transaksi, namun modal tersebut secara perlahan-lahan akan habis sehingga Anda tidak bisa lagi melakukan transaksi karena akun sudah ditutup.

Resiko dalam Margin Call

Resiko terbesar dalam trading forex adalah margin call yakni saat available margin berubah menjadi nol sehingga sistem akan menutup otomatis transaksi yang sedang terbuka, dan secara otomatis Anda akan mengalami loss yang cukup besar. Sebagian besar atau bahkan semua trader pasti pernah menjumpai dengan margin call ini. Jika Anda termasuk trader, pasti Anda tahu bagaimana rasanya dan tentunya merasa benar-benar putus asa. Setiap trader profesional pun pernah merasakan pahitnya margin call.

Trader yang pernah merasakan margin call juga banyak yang berubah menjadi sukses sekarang. Hal ini berarti Anda sudah berada di jalan yang sama dengan mereka. Sebaiknya Anda teruskan saja untuk meraih kesuksesan yang selama ini dicari. Margin call sendiri terlihat setelah Anda mendapatkan akun trading turun ke dalam saldo negatif yang besar. Kemudian, setelah margin turun ke nol, semua perdagangan yang masih berjalan akan tertutup secara otomatis sehingga Anda juga akan kehilangan uang.

Cara Menghindari Margin Call

Apabila Anda ingin menghindari margin call, langkah paling awal adalah dengan cara memasang stop loss. Perlu diketahui, sebagian besar trader yang tidak pernah memakai Stop Loss adalah trader yang tidak yakin dengan kemampuan dan keputusannya dalam membuka posisi. Sebaliknya, trader yang yakin dengan apa yang dia pilih pasti sadar betul di mana level pilihannya itu salah sehingga akan membatasi resiko terkena margin call.

Pada artikel ini, kami akan memberitahukan bagaimana caranya menghindari margin call, mengingat betapa bahaya yang ditimbulkan oleh momok forex tersebut. Cara-cara dibawah ini dapat Anda praktikan demi menghindari margin call yang bisa membuat Anda mendapatkan kerugian yang sangat besar. Berikut ini cara-caranya:
· Gunakan waktu luang untuk belajar
· Hindari deposit equity yang terlalu sedikit
· Berkonsentrasilah pada pergerakan harga pasar
· Pilihlah pasangan mata uang yang pergerakan naik dan turunnya cepat
· Trading hanya dengan menggunakan max 5% dari uang yang ada
· Jangan serakah!
· Gunakan manajemen resiko
· Pasang posisi 2 arah sekaligus apabila Anda merasa salah ambil posisi

Dilihat dari cara-cara menghindari terjadinya margin call, maka dapat disimpulkan bahwa terjadinya saldo negatif tersebut ialah karena kebiasaan trader sendiri yang tidak ingin membatasi kerugian. Artinya, margin call terjadi karena masalah yang ada pada diri pribadi sehingga solusi ini bisa efektif jika kemauan Anda untuk untuk merubah kebiasaan itu dengan selalu memasang cut loss atau stop loss.

Para trader pemula memang seringkali menganggap enteng dalam bertransaksi forex sehingga tidak ingin lagi meluangkan waktu untuk belajar lebih jauh. Dengan terus belajar, maka Anda akan mengetahui secara jelas tentang seluk-beluk transaksi di dunia forex. Contoh kecilnya saja, jika Anda sekarang membaca dan mengerti bagaimana caranya menghindari margin call, Anda akan lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan. Sebaliknya, mereka yang tidak mau belajar akan mempunyai peluang untuk bertemu margin call jauh lebih besar.

Antisipasi untuk Transaksi Berikutnya

Kerugian karena margin call memang tidak diinginkan oleh setiap trader, namun apabila Anda memiliki mental trader sejati dan merasa bahwa dengan bertrading forex ialah pilihan yang tepat untuk sumber penghasilan tambahan, sebaiknya Anda melakukan beberapa langkah antisipasi supaya tidak melakukan kesalahan yang sama dalam transaksi selanjutnya. Ketika Anda dipaksa untuk menutup posisi karena merugi, tidak perlu berkecil hati. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mempertimbangkan dan merancang transaksi berikutnya:
· Lakukan analisis kesalahan trading. Langkah ini mengharuskan Anda untuk mencatat semua hal tentang pemicu kerugian yang terus-menerus terjadi yang membuat kerugian besar.
· Tetap tenang saat dalam keadaan terjepit, hindari trading impulsif. Sebaiknya jangan terlalu mengikuti emosi sebab hal ini dapat berujung pada margin call dan mendatangkan penyesalan belakangan.
· Buat catatan atau buku harian trading. Siapkan buku khusus untuk mengisi berbagai aktivitas transaksi yang Anda lakukan setiap kalinya.
· Buatlah memo pengingat terkait hal-hal yang mengakibatkan Anda mengalami margin call. Contohnya kalau Anda sedang mengalami margin call karena memakai leverage terlalu tinggi, maka tulislah di memo dengan huruf kapital “LEVERAGE TINGGI = MARGIN CALL” dan sebagainya.

Kesimpulan

Trader yang baik dan bijaksana pasti mempunyai sikap disiplin pada rutinitas penuh sebelum, selama, dan sesudah trading. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian dalam setiap transaksi dan menghindari mendapatkan margin call. Jika sudah terlanjut, trader yang baik akan tetap menjaga mental positif dan melakukan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi agar transaksi berikutnya tidak mendatangkan hasil yang sama. Kerugian memang tidak bisa dihindari, tetapi resiko terburuknya dapat diminimalisir dengan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi.

Dengan kemampuan menganalisis kesalahan, membuat catatan pengingat serta kedisiplinan untuk mengatur mental dan impuls, seorang trader bisa meminimalisir kerugian dan mengantisipasi transaksi berikutnya supaya jangan sampai mengalami margin call, walau sebelumnya sang trader sudah pernah mengalaminya.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *