Tips Menentukan Target Profit

Level Target Profit atau Take Profit Level (TP) dalam trading forex biasanya ditentukan setelah risiko, sesuai dengan Risk / Reward Ratio yang telah direncanakan. Namun, pada kenyataannya, Target Profit relatif bergantung pada kondisi pergerakan pasar. Bagi trader pemula biasanya menentukan tingkat target keuntungan dengan perkiraan semata atau berdasarkan emosi, tanpa membaca kemungkinan pergerakan harga. Padahal, ini justru meningkatkan kemungkinan kerugian. Beginilah cara menentukan target profit yang perlu Anda ketahui.

Dalam forex trading, pasti yang paling dicari oleh investor adalah profit di tradingnya. Karena sebenarnya itu adalah tujuan utama para Investor yang memutuskan untuk masuk ke dalam kegiatan trading. Namun banyak trader juga sedikit bingung menentukan bagaimana Take Profit yang ideal harus dipasang. Bahkan banyak trader lebih memilih untuk tidak menggunakan keduanya dan lebih memilih untuk menutup posisi dengan manual (eksekusi instan). Berikut cara menentukan target profit agar mendapatkan keuntungan sesuai yang telah diharapkan.

Target Profit Ditetapkan Dengan Emosi vs Dengan Logika

Banyak trader mementingkan tekanan emosionalnya dengan mengunci profitnya, dan akhirnya membuat keputusan untuk tidak mengikuti target Exit yang telah disepakati dalam trading plan, atau bahkan tanpa target dan tidak direncanakan. Dengan berbagai alasan misalnya keluar pasar sebelum waktunya, dengan alasan khawatir tidak kebagiaan keuntungan dan alasan lainnya yakni memperkirakan pasar akan bergerak sesuai harapan, kemudian posisi ditahan meski kondisi pasar sudah berubah, sehingga profit yang seharusnya dapat diperoleh menjadi hilang. Seperti contoh dibawah ini:

Bagi para trader yang disiplin melakukan trading plan dengan Exit target yang telah terencana pastinya akan mendapatkan profit sesuai dengan risk/reward ratio yang telah dipastikan, tanpa adanya kekhawatiran ataupun kecemasan lagi. (Baca juga : Cara Meminimalkan Resiko Trading Forex)

Kita memperoleh sinyal Entry dari Pin Bar yang mengalami penolakan (rejection) di level support sekaligus sebagai sinyal penerusan arah trend (uptrend), dan kita bisa membuka posisi buy. Ketika beberapa hari kemudian harga mulai menembus garis Moving Average dan membentuk level resistance, secara logika dan mudah dapat ditafsirkan bahwa pergerakan harga telah mengalami penolakan pada level resistance yang baru terbentuk. Harga penutupan hari itu berada di bawah level harga pembukaan. Ini merupakan tanda sinyal untuk Anda Exit, atau menggeser level Stop Loss untuk memaksimalkan profit (dengan menggunakan fasilitas Trailing Stop yang tersedia di platform trading).

Harganya yang bergerak turun dan kemudian mengalami penolakan kembali oleh garis Moving Average berikutnya, jadi memungkinkan untuk melanjutkan rally. Jika Anda memiliki Exit di bar sebelumnya, mungkin tidak perlu khawatir, tetapi siapa yang masih dalam posisi tentunya sedikit cemas, mungkinkah harganya akan kembali naik?

Karena kekhawatiran emosional, hal ini mengakibatkan trader tidak memperhatikan sinyal Exit dari pergerakan harga (price action) hingga akhirnya terlambat untuk Exit, atau karena keserakahan memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, yang juga tidak lepas dari pengaruh emosi.

Jika Anda masih dalam posisi dan terus mengamati pasar, pada hari berikutnya setup Pin Bar akan dibuat (walaupun kurang signifikan) dan mengalami penolakan oleh garis Moving Average periode yang lebih panjang.

Pasar memang medan pertempuran antara bullish dan bearish. Jika bullish menang, maka harga akan bergerak ke atas dan begitu pula sebaliknya. Karena pasar telah membentuk level resistance, dalam hal ini Anda diwajibkan untuk selalu berhati-hati saat harga mendekati level tersebut. Bisa breakout, false break (sinyal break palsu), atau berbalik arah.

Sebagai catatan, ini hanyalah contoh jika Anda entry pada kondisi pasar seperti di atas, dan Anda mengamati pergerakan pasar dari hari ke hari. Karena itu, Anda perlu memutuskan level Exit dengan mengamati pergerakan harga (price action) dari hari ke hari. Namun, target profit pun dapat ditentukan bersamaan dengan settingan Risk/Reward Ratio saat masuk dengan batasan yang sudah jelas, biasanya pada level support atau resistance kunci. Jika sudah ditentukan seperti ini, Anda tidak harus selalu memperhatikan pasar sampai level yang telah Anda tetapkan tercapai.

Menentukan Target Profit Pada Kondisi Pasar Trending

Banyak trader keluar secara manual karena pergerakan harga mulai melawan posisinya. Trader sering berpikir seolah-olah mereka tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga di pasar. Saat kondisi pasar sedang trending dengan kuat, maka cara yang cukup efektif untuk memaksimalkan keuntungan adalah dengan menggunakan Trailing Stop. Tidak ada aturan standar dalam menerapkan Trailing Stop. Bergantung pada jumlah risiko atau tingkat Stop Loss yang telah Anda tetapkan, teknik Trailing Stop memungkinkan Anda untuk “mengunci” profit yang telah didapat tanpa dibatasi oleh level Target Profit tertentu.

Jika Anda berhenti untuk mengambil keuntungan pada level kunci tersebut, Anda pasti akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Berikut adalah contoh penerapan teknik Trailing Stop pada AUD / USD pada daily chart yang sedang trading up:

Anda bisa masuk dengan sinyal Pin Bar yang mengalami penolakan, atau dengan sinyal Inside Bar yang terjadi setelahnya. Trailing Stop dapat ditentukan pada level antara EMA-8 Daily dan EMA-21 daily. Jika trading pasar semakin kuat, jarak antara EMA-8 Daily dan EMA-21 Daily akan lebih luas, dan tingkat Trailing Stop juga akan lebih besar, sebanding dengan level target profit yang akan kita kunci (locking profit).

Menentukan Target Profit Pada Kondisi Pasar Sideways (Ranging)

Menentukan tingkat Profit Target pada kondisi pasar sideways (Ranging) relatif lebih mudah, apalagi jika kita sudah mengetahui batas-batas kisarannya (range). Jika tidak ada sinyal yang mengindikasikan harga akan turun pada level Support atau Resistance-nya, maka cara yang paling aman adalah menetapkan level Target beberapa pips di atas level Support atau beberapa pips di bawah level Resistance. Berikut contoh GBP / USD di daily chart:

Pada contoh di atas, level Entry bisa ditempatkan di level Pin Pin 50% yang ditolak oleh resistance tersebut, dan level Profit Target ditentukan beberapa pips diatas level support. Jika kemudian ada sinyal yang menunjukkan bahwa batas-batas range akan break, maka kita bisa membuka posisi baru dengan level Stop Loss dan Target Profit yang berbeda.

Penggunaan Risk/Reward Rasio

Perhatikan bahwa penggunaan teknik Trailing Stop pada beberapa platform trading mengharuskan komputer Anda selalu “aktif”. Karena itu, Anda juga bisa menggunakan Trailing Stop secara manual setiap kali menggeser level Stop Loss sesuai keinginan. Sementara dalam hal kondisi pasar benar-benar sideways, batas-batas range yang sudah jelas, akan sangat berisiko jika take profit di luar range tersebut.

Level target profit atau take profit biasanya ditentukan setelah adanya risiko, yaitu dengan risk / reward ratio yang kami rencanakan. Namun ternyata target profit relatif terhadap kondisi pergerakan dari pasar. Trader pemula biasanya menentukan level target profit hanya dengan menentukan level target profit dengan perkiraan semata, tanpa membaca pola pergerakan harga yang mungkin bisa terjadi.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *