Tips Memilih Broker forex

Trading forex atau jual beli valuta asing memang menjadi bisnis online yang semakin diminati. Bukan hanya orang diluar negeri saja yang aktif bermain forex, namun rakyat Indonesia pun sudah banyak yang mendaftar menjadi trader-trader di dunia forex tersebut. Bahkan, negara Garuda ini menjadi negara yang jumlah tradernya cukup seimbang dengan negara-negara maju lainnya.

Dengan penghasilan rata-rata per hari sebesar $ 4 triliun di pasar valas global yang di dukung oleh banyaknya teknik dan strategi forex contohnya scalping, Anda jadi dapat memprediksi pasar demi menghasilkan profit dengan nyaman di rumah sendiri. Seiring dengan kenyataan bahwa trading forex kian populer, maka hadirnya broker-broker forex pun semakin menjamur. Ada banyak sekali broker forex yang menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan bagi para trader pemula.

Saat ini, broker forex semakin ramai, mulai dari yang bonafit hingga yang abal-abal, dalam artian broker tersebut tidak mempunyai kantor dan legalitas yang jelas. Bahkan, yang lebih bahaya lagi, broker forex abal-abal inilah yang terus gencar melakukan berbagai promosi di internet. Padahal di diri Anda sendiri yakin bahwa bisnis online atau investasi keuangan ialah salah satu sektor usaha yang rawan sekali penipuan. Bisa Anda bayangkan, bagaimana resikonya dana yang Anda invest ke broker abal-abal.

Oleh sebab itu, sebelum Anda mendaftar di suatu broker forex tertentu, ada baiknya Anda mensurvei atau bertanya kepada trader yang sudah berpengalaman sebelumnya. Jangan sampai tergiur dengan berbagai keuntungan atau fasilitas yang diberikan broker. Apalagi kalau broker tersebut sama sekali tidak pernah terdengar sebelumnya.

Lantas bagaimana caranya memilih broker forex yang tepat sehingga Anda jauh dari kata “penipuan”? beberapa faktor di bawah ini dapat Anda jadikan patokan untuk memilih suatu broker tertentu:

1. Regulasi

Di Indonesia sendiri, terdapat istilah yang berbunyi ‘pialang berjangka komoditi (PBK)’ yang secara resmi digunakan untuk mengganti kata broker forex. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 Tentang perubahan Atas Undang-Undang No. 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Tapi tenang, karena disini kami tidak akan membahas UU tersebut secara detail. Bahwasanya, forex sudah di atur dalam Undang-Undang Indonesia da subjek perdagangannya bukan hanya forex saja, namun ada pula perdagangan emas, indeks saham, CPO atau Crude Palm Oil, dan sebagainya.

Setiap PBK yang beroperasi di Indonesia wajib mempunyai izin dari Bappebti atau Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi. Badan ini bertugas sebagai regulator yang merangkap jadi pengawasan, sehingga jika suatu broker forex tertentu tidak ada izin dari badan ini, maka broker tersebut dilarang beroperasi di Indonesia. Singkatnya, broker itu ilegal di Indonesia.

Agar lebih bonafit, PBK yang nantinya akan Anda pilih sebaiknya ada anggota bursa. Di Tanah Air sendiri sudah ada 2 bursa berjangka, yakni Bursa Berjangka Indonesia (BBJ) dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

kemudian, ada pula satu lembaga kliring berjangka yang bernama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) yang mempunyai fungsi kliring dan penjaminan, penyelesaian atas seluruh transaksi kontrak berjangka di bursa yang didaftarkan oleh Anggota Kliring. Nah, jadi pastikan broker yang Anda pilih terdaftar di Bappebti, BBJ, ICDX dan KBI.

2. Leverage dan Spread

Setiap broker forex akan menghadirkan maksimal leverage yang dapat diberikan kepada semua kliennya. Leverage tersebut sangat mutlak Anda perhatikan sebab sebagian dasar perhitungan margin ketika Anda bertrading. Hal ini juga sangat berkaitan erat dengan modal yang Anda depositkan, sehingga semakin kecil dana Anda, maka sebaiknya Anda memilih leverage maksimum yang bisa diberikan broker apabila dana tidak terlalu besar, untuk saat ini leverage maksimum yang diberikan oleh broker-broker teregulasi berkisar 1:400 dan 1:500.

Tetapi konsekuensi penggunakan leverage maksimum ini dapat berbahaya apabila Anda tidak mempunyai manajemen keuangan yang baik. Lalu, yang perlu Anda ketahui adalah spread yang diberikan broker, tips untuk melihat live spread ini dapat melalui website official broker, atau dengan cara Anda mendaftar live account terlebih dahulu, sebelum Anda deposit dan setelah live account Anda disetujui, Anda dapat login ke dalam metratrader 4 Anda untuk melihat live spread saat pasar forex buka. Seringkali beberapa broker baru mengaktifkan akun trading Anda setelah Anda melakukan deposit, tetapi biasanya broker telah memberikan informasi live spread melalui official website mereka.

3. Batas Margin Level Sebaiknya 100%

Broker forex yang membatasi margin levelnya pada tingkat 100% bisa dikategorikan sebagai broker yang tidak ingin modal Anda cepat habis. Dengan penggunaan margin sebesar itu, maka akan mengurangi resiko modal Anda cepat terkikis. Biasanya broker yang menerapkan ini adalah jenis non-bandar.

4. Kemudahan Deposit dan Withdrawal

Salah satu broker yang baik untuk Anda gunakan adalah FOREXimf.com. Di sini Anda dapat melakukan deposit atau penyetoran dan withdrawal atau penarikan dana Anda tanpa ada biaya sepeser pun atau jangka waktu tertentu. Lebih mudahnya lagi, misal saat Anda deposit pagi, sore pun sudah dapat melakukan withdrawal. Hanya saja, apabila Anda mempergunakan rekening dari bank yang berbeda dengan rekening bank FOREXimf.com yang terdaftar di segregated account (contoh Anda pakai Mandiri, sedangkan di FOREXimf.com pakai BCA), permintaan withdrawal di atas pukul 12.00 WIB (jam kliring bank) akan diproses di hari kerja selanjutnya.

5. Segregated Account

Dalam faktor ini, pemisahan dana antara dana yang dibutuhkan untuk operasional broker dan dana yang diinvestasikan para trader adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dana trader yang dimasukkan ke dalam account rekening tersendiri dapat meminimalisir kemungkinan client kehilangan dana mereka jika terjadi hal yang tak terduga menimpa broker. Perlu Anda ketahui bahwa salah satu persyaratan yang di ajukan oleh badan regulator adalah pemisahan dana ini (segregated account).

6. Kecepatan Eksekusi Order

Broker yang baik akan memiliki server yang handal dan reliabel, agar dapat menghadirkan trading yang nyaman, tanpa delay dan freeze pada chart MT4 Anda. Tidak dapat dipungkiri bahwa konektivitas server seringkali mengalami degradasi, tetapi beda halnya dengan broker yang terpercaya, mereka dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat dan lugas.

Selain itu, pilihlah broker yang sudah di dukung oleh kemampuan teknis, seperti adanya support layanan responsif melalui email, telepon, dan live chat.

7. Hindari Full ECN

Apabila Anda telah membaca semua rujukan di atas, pasti telah mengerti kenapa full ECN lebih baik dihindari. Jenis pialang full ECN biasanya akan membatasi gaya trading Anda, yang misalnya Anda dilarang untuk melakukan teknik hedging, leverage rendah atau adanya aturan fifo (first in first out) dan ini pastinya akan menyulitkan Anda. Jika memungkinkan, pilihlah broker dengan jenis non dealing desk STP ataupun DMA.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *