Time Frame yang Cocok Saat Scalping

Seperti yang telah Anda katahui platform MetaTrader ada beberapa opsi time frame untuk bisa melihat arah pergerakan harga yang sedang berjalan. Time frame dimulai dari pemilihan periode kecil yaitu M1, M15, M30, H1 dan seterusnya sampai opsi time frame yang long term MN (monthly). Jika Anda salah satu scalper analisa time frame yang cocok saat Scalping ini penting untuk Anda ketahui.

Melakukan analisa dalam aktivitas forex trading merupakan tindakan yang perlu dilakukan oleh seorang trader, karena hal ini akan mempengaruhi hasil akhir transaksi trading. Untuk mendapatkan keuntungan dalam trading forex, seorang trader diharuskan untuk bisa melakukan analisa yang tepat sehingga bisa memaksimalkan keuntungan. Setiap trader memiliki cara sendiri untuk melakukan analisa. Trader profesional bisa mendapatkan keuntungan besar hanya dengan beberapa menit berada di depan chart yang mereka gunakan untuk dianalisa.

Trader tidak perlu duduk berjam-jam di depan chart untuk memperhatikan pergerakan harga, karena trader tahu bahwa pergerakan harga berfluktuasi, jadi trader hanya memperhatikan trend jangka panjang dalam time frame yang besar, di mana mereka membuka posisi dan menentukan target kerugian dan keuntungannya. Bagi trader pemula di forex trading, mereka umumnya akan duduk berjam-jam sampai satu hari di depan grafik untuk menunggu perubahan pergerakan harga, di mana mereka dapat melakukan beberapa transaksi dan mendapatkan keuntungan.

Jenis Penggunaan Time Frame

Sebelum melakukan trading, sebaiknya Anda perlu mengetahui berbagai jenis penggunaan time frame dalam forex untuk menganalisa pergerakan harga.

1. Analisa dengan beragam time frame
Dalam banyak kasus, trader bisa mendapatkan keuntungan dari menggunakan beberapa time frame karena trader dapat masukan sinyal yang tepat dan informasi sebanyak mungkin dalam analisa yang mereka rencanakan,

2. Penggunaan time frame yang lebih besar
Jika trader menggunakan time frame yang lebih besar, maka akan membuat analisa yang digunakan semakin panjang. Hal ini karena trader bisa melihat gambaran trend yang lebih panjang dari pair mata uang. Trader disarankan tidak membuka posisi yang berlawanan dengan trend besar yang sedang berlangsung.

3.Penggunaan time frame yang lebih kecil
Apabila trader menggunakan time frame yang lebih kecil, maka trader dapat memprediksi harga jangka pendek. Sehingga trader bisa membuat keputusan untuk bertransaksi lebih cepat dengan mengambil keuntungan dalam waktu yang relatif singkat.

Time Frame yang Cocok Saat Scalping

Scalping adalah salah satu strategi trading yang paling populer di dunia forex. Banyak trader menggunakan ini sebagai metode utama dalam melakukan forex trading. Dengan scalping, Anda akan memasuki pasar dengan cepat dan keluar dengan cepat juga. Trader yang menyukai teknik scalping umumnya bermain lebih banyak dengan time frame yang rendah. Menurut Kompasiana.com teknik ini menawarkan keuntungan yang besar dengan waktu yang relatif singkat namun juga mempunyai resiko yang sama besarnya, oleh karena itu teknik membutuhkan disiplin dan konsentrasi yang tinggi.

Teknik scalping dengan analisa time frame cocok untuk trading di pasar volatilitas tinggi dengan waktu trading yang terbatas. Menganalisa time frame berarti melakukan perbandingan beberapa time frame sehingga dapat memperoleh gambaran pergerakan harga yang sedang terjadi secara jelas dan tepat. Karena teknik scalping membutuhkan kecepatan sehingga trader tidak perlu banyak mengamati time frame melainkan hanya dengan 2 chart (grafik) trading pada time frame yang berbeda. Tujuan utama analisa time frame adalah untuk mengetahui arah trend dominan sebelum masuk. Berikut dua time frame tersebut:

1. Chart Referensi
Time frame untuk Scalping pada chart referensi harus lebih tinggi dari pada chart eksekusi. terdapat aturan (tidak standar) yang menentukan bahwa chart referensi harus 6 kali dari time frame chart eksekusi. Untuk trader yang sudah biasa menggunakan time frame 5 menit pada chart eksekusi, maka chart referensi time frame biasanya 30 menit atau 1 jam. Ada salah satu cara yang bisa diterapkan untuk menentukan arah trend,adalah dengan menggunakan Moving Average (MA). Untuk pasar volatilitas tinggi seperti indeks Inggris-100, trader biasanya menggunakan exponential moving average (EMA).

2. Chart Eksekusi
Chart eksekusi merupakan pergerakan harga pada time frame dimana Anda akan mengeksekusi, yaitu open atau close posisi trading jika sudah sesuai dengan keadaan yang ditunjukkan oleh referensi chart. Untuk strategi ini setiap chart eksekusi menggunakan indikator EMA dengan periode yang sama. Terdapat beberapa peraturan dalam menganalisa time frame scalping ini:

1. Trader dapat membuka posisi ‘buy’, jika harga bergerak diatas garis EMA-200 pada grafik referensi, dan harga pada grafik eksekusi juga bergerak diatas garis EMA-200.

2. Trader dapat membuka posisi ‘sell’, jika harga bergerak di bawah garis EMA-200 pada grafik referensi, dan harga pada grafik eksekusi juga bergerak di bawah garis EMA-200.

3. Trader tidak disarankan membuka posisi buy dan sell, jika harga bergerak di bawah garis EMA-200 pada grafik referensi, namun harga bergerak di atas garis EMA-200 pada grafik eksekusi (tidak sejalan).

Transaksi jangka pendek dalam Scalping memungkinkan para trader beruntung untuk mendapatkan keuntungan pada setiap pergerakan pasar. Penting untuk mengingat dan memahami semua kelebihan dan kekurangan Scalping forex. Dibawah ini beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan teknik Scalping.

Keuntungan Menggunakan Scalping

– Kemungkinan mendapatkan keuntungan yang cepat;
– Persyaratan minimal untuk jumlah deposit;
– Strategi ini mendapatkan ketergantungan yang lemah pada trend pasar global dan faktor fundamental. Ini cukup untuk memantau hanya pada saat rilis berita penting dan statistik di periode lain;
– Trading ini dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan advisor.

Kelemahan Menggunakan Scalping

– Membuka atau menutup secara manual dari sejumlah besar transaksi jangka pendek memerlukan konsentrasi dan stabilitas psikologis scalper yang tinggi;

– Sangat dibutuhkan untuk pengontrolan secara terus menerus dari berbagai transaksi dari pertengahan dan transaksi jangka panjang saat itu, setidaknya melihat terminal 1 hingga 2 kali sehari sudah cukup;

– Risiko kerugian sangat besar dan hanya menghasilkan keuntungan yang relatif sedikit;

– Persyaratan tinggi untuk kondisi teknis;

– Kontrol terus menerus dan men-setup strategi atau parameter advisor. Karena setiap perubahan dari kondisi pasar dapat menyebabkan kegagalan dalam trading dan strategi jangka pendek yang menguntungkan dapat mulai menyebabkan kerugian yang cepat, terutama dalam hal trading otomatis.

Penutupan

Scalping merupakan salah satu strategi forex yang perlu Anda ketahui atau setidaknya Anda tahu cara kerjanya. Hal ini untuk menambahkan wawasan Anda sebelum Anda mencobanya menggunakannya. Cobalah untuk mempraktikkannya di akun demo terlebih dahulu sebelum menjalankannya trading. Berhati-hatilah dalam melakukan Scalping, karena teknik ini berisiko tinggi sehingga dibutuhkan ketelitian dan ketajaman saat melakukan eksekusi. Memang ada saja trader yang hanya melototi pada chart 5 menit sebagai andalan time frame untuk Scalping, namun tentu saja kehandalan eksekusinya relatif tidak stabil dibandingkan saat menggunakan perbandingan dua time frame.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *