Tentang Indikator MACD

Dalam dunia forex, pastinya para pemula maupun profesional tetap mengkhawatirkan dan waspada dengan adanya risiko kerugian dalam melakukan trading. Karena sesuai prinsipnya forex, semakin besar keuntungan semakin besar juga risiko jika mengalami kegagalan, begitu pula sebaliknya semakin kecil keuntungan semakin kecil pula risiko jika mengalami kerugian. Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang indikator MACD dalam dunia trading forex.

Para trader yang memperlajari trading pada momen jangka pendek termasuk salah satu kegiatan yang dapat dikatakan sulit. Akan tetapi lebih sulit lagi jika seorang trader tidak menggunakan alat indikator yang jelas ketika akan melakukan trading. MACD bukan hanya sebagai salah satu indikator analisa teknikal namun juga sebagai indikator yang dapat mendeteksi over bought dan over sold dengan melihat hubungan antara MA jangka panjang dan jangka pendek. (Baca Juga: Pengertian Overbought dan Oversold dalam Trading Forex)

Dalam artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Sejarah dan Pengertian MACD,
– Dasar Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD),
– Formula Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD),
– Formula Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD),
– Cara Menggunakan MACD,
– Inti mengapa indikator ini dipilih, dan
– Anda dapat melihat tutorial teknik trading forex menggunakan indikator MACD melalui youtube.

Sejarah dan Pengertian MACD

Seorang dokter di Amerika Serikat yang juga aktif dalam forex trading mengembangkan indikator teknis yang disebut Moving Average Convergence Divergence (MACD) di akhir tahun 2017. Dia adalah Prof. Gerald Appel. Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah salah satu indikator teknis yang dapat membantu mengidentifikasi perubahan arah. Selain itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD)bisa memberikan informasi apakah trend tersebut cukup kuat atau tidak. Dalam dunia forex, Moving Average Convergence Divergence (MACD) merupakan bagian dari oscillator yang banyak digunakan oleh kalangan trader dan investor.

MACD adalah salah satu indikator teknis yang andal. Banyak trader mempercayai berbagai indikator teknis dan cenderung mengandalkan analisis pergerakan candlestick atau garis-garis trend, namun ketika Anda telah menemukan sinyal trading, Anda biasanya melihat arah indikator MACD sebelum benar-benar masuk. Jadi indikator MACD yang biasa digunakan untuk mengkonfirmasi setup trading yang akan dilakukan, Moving Average Convergence Divergence (MACD) bisa bekerja dengan baik.

Moving Average Convergence Divergence (MACD) terdiri dari dua baris yakni:

– MACD Line: dihitung berdasarkan perbedaan dua garis Exponentially Smoothed Moving Average. Garis ini dalam grafik akan nampak bergerak lebih cepat daripada sinyal, sehingga kadang-kadang disebut garis yang lebih cepat (faster line).

– MACD Signal: periode tertentu (default 9) SMA dari MACD Line. Baris ini kadang disebut sebagai garis yang lebih lambat (slower line).

Dasar Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Untuk mendapatkan kinerja yang lebih cepat dari Moving Average Convergence Divergence (MACD) seseorang trader dapat melakukan percobaan dengan menurunkan pengaturan Moving Average Convergence Divergence (MACD), misalnya MACD (6, 12, 5), MACD (7, 10, 5), dan lain-lain. Pengaturan MACD custom ini akan membuat sinyal indkator lebih cepat, namun laju sinyal palsu akan meningkat. Indikator MACD berbasis Moving Average dalam bentuk yang paling sederhana. MACD mengukur selisih antara moving average periode lebih cepat dan lebih lambat: EMA 12 dan EMA 26 (standar).

Garis Moving Average Convergence Divergence (MACD) dibuat saat periode Moving Average dikurangi dari lebih pendek. Akibatnya grafik momentum dibuat yang berosilasi atas dan di bawah nol dan tidak memiliki batas atas atau bawah. Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga memiliki garis Trigger. Kombinasi dalam strategi garis crossover sederhana, garis MACD dan garis trigger crossover melewati EMAs. MACD crossover juga akan menampilkan bahwa EMA 12 dan EMA 26 telah memotong pada grafik, ketika MACD (12, 26, 9) membalik diatas nol (0),

Formula Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD = EMA (close) period1 – EMA (close) period2
Garis sinyal = EMA (MACD) period3

Dimana:
– Period1 = setup standar adalah 12 bar
– Period2 = standar 26 bar
– Period3 = standar 9 bar
– EMA = Exponential Moving Average

Di bawah ini langkah-langkah untuk menghitung MACD:
– Hitung 12-hari EMA dari harga penutupan
– Hitung 26-hari EMA dari harga pernutupan
– MACD = 12-hari EMA – (dikurangi) 26-hari EMA
– Sinyal line = 9-hari EMA dari MACD

Formula menghitung EMA
EMA = (SC x (CP – PE)) PE

Keterangan:
SC = Smoothing Constant (jumlah hari)
CP = Current Price (harga sekarang)
PE = Previous EMA (EMA Sebelumnya)
Cara Menggunakan MACD dalam Trading

Sinyal Buy akan nampak ketika kedua garis berpotongan dari bawah ke atas, sehingga posisi garis MACD berada di atas garis sinyal, atau potongan seperti ini disebut dengan golden cross. Tanda mulai munculnya histogram positif dan meredanya histogram negarif menunjukkan mulai banyaknya permintaan pasar ini terjadi disaat garis MACD membentuk golden cross.

Sinyal Sell akan nampak ketika kedua garis berpotongan dari atas menuju ke bawah, sehingga posisi garis MACD berada di bawah garis sinyal atau potongan seperti ini disebut dengan death cross. Tanda mulai munculnya histogram negatif dan meredanya histogram positif menunjukkan mulai banyak penawaraan sell pasar, ini terjadi saat garis MACD membentuk death cross.

Histogram bar yang mengarah ke atas diatas garis nol disebut sebagai histogram positif menunjukkan adanya tekanan Buy yang sedang terjadi. Sebaliknya histogram bar negative yang mengarah ke bawah dibawah garis nol (0) disebut sebaga histogram negative menunjukkan adanya tekanan Sell.

Dalam Moving Average Convergence Divergence (MACD), yang Anda harus perhatikan adalah puncak-puncak dan lembah-lembah histogram. MACD memberi Anda sinyal untuk menunggu agar terhindar dari loss karena arah trend.

Penutupan

Kurangnya kesabaran adalah salah satu alasan utama mengapa banyak trader forex gagal. Banyak trader tidak cukup sabar menunggu setup trading yang bagus, atau probabilitasnya tinggi. Setelah menunggu beberapa menit, berjam-jam atau bahkan berhari-hari, dan belum mendapatkan sinyal trading, banyak trader kehilangan kesabaran dan memaksa diri untuk mengambil posisi tanpa setup trading yang tepat dan jelas. Sehingga mengandalkan untung-untungan, bisa merugi dan bisa juga profit.

Sebaliknya bila trader memiliki posisi trading yang bagus mereka keluar terlalu dini dengan reward kecil karena takut kehilangan keuntungan yang telah didapatnya. Mereka tidak cukup sabar untuk memegang posisi sampai mencapai target yang diinginkan sehingga membatasi keuntungan yang seharusnya diperoleh. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) bisa mengatasi masalah karena lambatnya respon yang menunda Anda masuk atau keluar terlalu dini. Oleh karena itu Moving Average Convergence Divergence (MACD) selalu disarankan untuk digunakan terutama oleh trader forex. Indikator lain yang serupa adalah Heikin Ashi.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *