Strategi Trading Dengan Pola Harmonik

Dalam dunia forex trading terdapat beberapa pola pergerakan harga (price pattern). Pengenalan pola forex trading dapat membantu para trader untuk menemukan peluang pada setiap trading yang akan dilakukannya. Salah satu pola yang kali ini akan kami bahas ialah pola kontemporer, yakni strategi trading dengan pola harmonik. Bisa dikatakan pola ini relatif sulit dimengerti, namun jika Anda telah menguasainya, pola ini akan berguna untuk mencari peluang tersembunyi.

Ini merupakan pola yang berbeda karena pada pola konvensional mungkin sering ditemui seperti double top, head dan shoulder dan lain sebagainya. Ide dasar dari pola harmonik adalah mengenali potensi koreksi dari sebuah trend atau sebuah cara untuk mencuri peluang dengan mencari waktu yang tepat untuk melakukan perlawanan terhadap arah major trend. Perlu diingat Anda harus berhati-hati dalam menerapkan pola ini sekalipun Anda sudah menguasai teorinya karena strategi ini bisa dikatakan strategi yang melanggar kaidah utama trading. Walau demikian, pengembangan pola harmonik dapat digunakan untuk mengenali kelanjutan potensi atau continuation trend. Anda bisa melihat beberapa strategi trading dengan pola harmonik di channel Youtube.com.

Jenis-Jenis Pola Harmonik

Ada satu hal yang perlu Anda ingat. Untuk semua pola harmonik, Anda harus menunggu sampai polanya terbentuk sebelum membuka posisi sell (jual) atau buy (beli). Kesabaran adalah hal mutlak yang harus ada jika Anda ingin melakukan analisis berdasarkan pola harmonik.

1. Pola ABCD

Ini adalah pola harmonik yang paling sederhana akan tetapi Anda tetap saja perlu mengenali pola ini. Anda harus memiliki penglihatan yang cukup tajam dan pengamatan yang jeli. Anda juga harus dapat menggunakan Fibonacci dengan baik. Ada dua versi pola ABCD yakni bullish dan bearish. Garis AB dan CD disebut “leg” sedangkan BC disebut “koreksi” atau “retracement”. Jika Anda menggunakan Fibonacci Retracement dengan mempergunakan leg sebagai referensi, maka pergerakan garis BC harus mencapai area koreksi 61,8% (0,618). Selanjutnya, pergerakan CD adalah perpanjangan sejauh 127.2% (1.272) berdasarkan pergerakan BC. (Baca Juga: Indikator Fibonacci Retracement Untuk Memprediksi Batas Harga)

Terdapat kriteria tambahan (tidak wajib, namun idealnya akan menambah tingkat akurasi):
– Panjang garis AB umumnya sama panjang dengan garis CD.
– Periode atau lama waktu dalam mencapai satu titik ke titik yang lain) kaki AB sama lamanya dengan kaki CD.

Selanjutnya, cukup sederhana karena yang perlu Anda lakukan hanyalah menunggu sampai polanya selesai (telah mencapai titik D) sebelum membuka posisi jual atau beli.

2. Pola Three-Drive

Pola three-drive mirip dengan pola ABCD, kecuali bahwa ia memiliki tiga leg dan dua koreksi. Ketiga leg itu lalu kita sebut “drive”. Jika Anda jeli, Anda dapat menemukan kesamaan pola ini dengan pola Elliott. Dalam membantu menemukan peluang dalam trading forex, Anda tahu pola pergerakan harga (price pattern). Agar pola Three Drive memiliki akurasi yang andal, pastikan bahwa setiap bagian dari pola memenuhi kriteria berikut:

– Retracement A adalah koreksi sebesar 38% – 78% dari drive 1.
– Retracement B adalah fibonacci retracement 0,38 – 0,78 dari drive.
– Drive 2 adalah perpanjangan 127% – 168% dari koreksi A.
– Drive 3 adalah ekstensi Fibonacci dari 1,27 – 1,68 dari koreksi B.

Sebagai catatan, begitu harga mencapai titik retracement B, maka sinyal untuk standby telah muncul. Dari sana, Anda dapat membuka posisi panjang atau pendek setelah harga mencapai Fibonacci 1,27 poin dari retracement B (mencapai drive 3). Berikut adalah kriteria tambahan yang tidak wajib untuk diikuti, tetapi akan meningkatkan kualitas sinyal:
– Waktu yang diperlukan untuk pembentukan drive 2 harus sama dengan waktu yang diperlukan untuk pembentukan Drive 3.
– Waktu yang diperlukan untuk membentuk koreksi A harus sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk membentuk koreksi B.

3. Pola Gartley (222)

Pola Gartley adalah sebuah pola yang diawali dengan pergerakan trend yang jika dilihat sepintas seperti huruf M atau W. M untuk bullish dan W untuk bearish. Pola ini digunakan untuk menemukan titik keluar masuknya pasar.

Langkah-Langkah Pola Harmonik

Berikut langkah-langkah pola harmonik yang perlu Anda ketahui:
1. Temukan potensi pola harmonik terlebih dahulu.
2. Ukur potensi pola harmonik.
3. Kemudian menempatkan order posisi buy atau sell pada akhir pola harmonik.

Dengan Anda mengikuti tiga langkah dasar ini, maka Anda dapat menemukan probabilitas tinggi yang dapat membantu Anda menghasilkan banyak pips.

LANGKAH 1

Mengidentifikasi trend merupakan langkah pertama yang Anda harus lakukan. Setelah itu Anda menerapkan Fibonacci retracement di swing signifikan terakhir. Sebagai langkah pertama dalam mengidentifikasi pola ABCD ini Anda harus melihat koreksi ke area retracement 61,8%. Jika ada koreksi seperti itu, maka Anda dapat menetapkan titik C. Jadi Anda sudah memiliki kaki pertama pola ABCD, yaitu gerakan A ke B (Anda menggunakan pergerakan AB). Anda juga sudah memiliki retracement yang merupakan pergerakan BC.

LANGKAH 2

Langkah 2 adalah mengidentifikasi lokasi potensial dari titik D alias leg kedua. Untuk mengetahui di mana titik D adalah, Anda perlu menarik Fibonacci retracement dari titik B ke C. Lokasi titik D adalah ekstensi sejauh 127.2% (1.272) dari BC. Seperti yang sudah Anda ketahui, Anda dapat membuka posisi jual pada titik D. Tetapi ingat di bawah level itu sebenarnya adalah level resistance. Sedikit penembusan ke atas level itu tidak menjadi masalah selama penembusan yang terjadi tidak signifikan.

Selain itu, ingat bahwa dalam pola ABCD, panjang leg pertama (AB) kira-kira sama dengan panjang leg kedua (CD). Jadi, selain level 127,2% perhatikan juga panjang CD-nya. Sayangnya, Fibonacci retracement standar yang biasa digunakan dalam forex trading Anda tidak dapat menemukan level 127,2%. Untuk itu Anda perlu menambahkan level Anda sendiri.

LANGKAH 3

Anda dapat menggunakan titik D sebagai referensi untuk menempatkan Stop Loss. Misalnya, Anda membuka posisi jual, maka Stop Loss dapat ditempatkan di atas titik D. Perhitungan yang biasa dipergunakan adalah dua hingga tiga kali spread, atau diberi jarak 100-200 pips (5 desimal). Atau, Anda dapat menggunakan area Take Profit sebagai referensi untuk memperhitungkan risk to reward ratio. Beri rasio rasional antara risiko dan target profit Anda.

Penutupan

Seperti yang dapat Anda prediksi, keuntungan dari pola harmonik adalah di mana Anda dapat menempatkan pesanan posisi “sempurna”. Namun kenyataannya pola harmonik tidak semudah itu, di mana Anda harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu langkah-langkah dasar pola harmonik. Kemudian, untuk benar-benar memanfaatkan pola harmonik, Anda harus memiliki pandangan yang cermat di pasar dan pemahaman yang memadai tentang Fibonacci retracement yang memadai. Bahkan, pola harmonik adalah pola yang cukup langka untuk dihadapi, terutama jika Anda kurang teliti dan kurang menguasai teknik Fibonacci retracement. Karenanya lebih baik Anda memperkuat pemahaman tentang Fibonacci retracement terlebih dahulu sebelum melakukan strategi pola harmonik.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *