Strategi Scaling Out dan Scaling In Forex

Salah satu hal terpenting dalam forex trading adalah penempatan posisi, sebab hal itu memengaruhi berapa banyak profit atau loss yang akan diperoleh trader. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan menunjukan salah satu cara trading yang dapat Anda terapkan, yakni strategi Scaling Out dan Scaling In forex. Berikut penjelasan lengkapnya.

Baik trader maupun analis high-profile dapat mengatakan dengan pasti di mana harga akan bergerak. Jika trader tahu, maka mereka akan menyertakan semua dana mereka di bagian atas atau bawah grafik teknis agar tidak kehilangan kesempatan untuk mengambil sejumlah besar uang dan memang menghasilkan keuntungan besar dari jumlah mereka.

Sayangnya, kita bukanlah nabi yang memiliki kekuatan batin, kita adalah manusia. Jadi, di luar kemampuan kita untuk membuat prediksi semacam itu. Apa yang kita miliki dan bagaimanapun itu adalah pikiran rasional dan dugaan kita yang dapat memberi kita beberapa petunjuk tentang bagaimana pergerakan tersebut akan bergerak lebih jauh.

Bayangkan Anda memiliki ide bagus tentang bagaimana trading pair mata uang tertentu, tetapi Anda tidak ingin mengambil risiko jumlah keseluruhan uang yang Anda miliki karena Anda tidak yakin seratus persen dari harapan Anda. Jadi, dalam situasi ini Anda mungkin menerapkan metode trading yang lebih hati-hati yang disebut “Scaling”.

Ini menunjukkan bahwa Anda mempercepat risiko dengan memasuki pasar secara terpisah alih-alih menempatkan seluruh posisi hanya dalam satu entry. Jadi Anda hanya perlu mengambil posisi awal, parsial, atau kuartal berdasarkan asumsi Anda tentang pergerakan harga lebih lanjut dan menunggu untuk melihat bagaimana asumsi Anda dimainkan. Jika Anda lebih baik setelah mencoba pertama, Anda dapat terus memasang dan menyisihkan sejumlah uang untuk sesi trading berikutnya.

Pengertian Scaling

Trader wajib pahami money management, karena hal ini penting dan bertujuan untuk menemukan metode yang dapat menghasilkan kerugian total sekecil mungkin dan keuntungan total yang semaksimal mungkin. Tidak peduli berapa kali seorang trader untung atau rugi, yang penting adalah berapa banyak yang diperoleh ketika dia mendapatkan untung dan berapa banyak kerugian ketika loss.

Scaling secara harfiah berarti ‘menimbang’. Namun dalam forex trading, scaling bukan berarti menimbang berat badan Anda sebelum dan sesudah trading. Scaling disini berarti menambah atau mengurangi jumlah lot dari posisi trading yang Anda lakukan saat ini. Scaling dapat membantu Anda menyesuaikan risiko yang Anda terima, atau memaksimalkan potensi keuntungan Anda. Namun, scaling juga memiliki potensi merugikan yang harus Anda perhatikan. Ada dua cara untuk melakukan Scaling, yaitu Scaling Out dan Scaling In. Berikut ini penjelasannya untuk Anda pahami:

Scaling Out

Scaling Out adalah proses memasuki trading dalam trend dengan melakukan banyak open position. Strategi ini aman untuk digunakan, karena ketika harga turun dari titik resistance teratas, trader tetap mendapatkan profit dan bisa menerapkan close position dan keluar dengan aman serta selamat dari trading yang dilakukan. Ini dapat dilakukan dengan menempatkan stop all pada posisi harga terakhir yang ditargetkan. Ada dua hal yang perlu Anda ingat ketika menerapkan strategi ini:

1. Semakin banyak trader melakukan transaksi maka semakin besar pula risiko yang akan dihadapi.
2. Pastikan Anda selalu menggunakan aturan pengelolaan uang (money management), sehingga tidak perlu mengalami transaksi yang overtrade pada akun trading Anda.

Di bawah ini, kami akan menampilkan contoh grafik harian dengan pair mata uang USD/CHF:

Misalnya ada empat transaksi yang keduanya menggunakan volume 4 lot. Transaksi dibuat berdasarkan pemantulan harga yang telah dipasangkan order pending jual pada area reversal tersebut. Setelah pending order dilakukan mengingat adanya penurunan yang terlihat pada panah hitam pertama pada gambar di atas, maka dapat diprediksi bahwa harga akan terus turun ke bawah. Penurunan ini terjadi sebanyak 250 poin dari posisi pembukaan.

Setelah harga mencapai panah hitam kedua, salah satu transaksi mulai di-close. Jadi sekarang ada 3 transaksi yang tersisa. Ketika harga menyentuh panah ketiga, transaksi tersebut di-close dan meninggalkan dua transaksi yang masih bertahan. Penutupan transaksi tersebut memberi keuntungan sebesar 600 poin.

Selanjutnya, trader dapat mengamati bahwa harga masih bergerak dan trend masih menunjukkan kekuatan bearish-nya. Posisi transaksi ketiga di-close ketika harga telah mencapai panah ketiga. Dari ketiga close position itu, trader telah mengumpulkan profit sebesar 1050 poin. Hingga akhirnya, posisi keempat di-close sama seperti penutupan posisi pertama hingga ketiga.

Kapan Menggunakan Scaling Out?

Trader biasanya lebih suka menemukan ketika pasar bergerak cepat. Jika menggunakan teknik biasa, kemungkinan risiko loss akan lebih besar. Misalnya, jika trader menggunakan martingale atau averaging. Jika harga terus searah dan tidak kembali, maka kerugian besar pasti akan terjadi. Namun dengan Scaling Out, kerugian dapat diminimalkan. Memang kerugian akan tetap ada, tetapi tidak sebesar kerugian yang didapat saat tidak menggunakan strategi Scaling Out. Anda pun bisa mengetahui lebih jelas tentang strategi Scaling Out dan Scaling In di beberapa channel Youtube.com ini.

Scaling In

Dalam Scaling Out, Anda membuka posisi baru ketika harga bergerak melampaui prediksi Anda. Ini dilakukan untuk menutupi potensi kerugian, di mana pun harga mata uang akan bergerak. jadi, strategi Scaling In adalah membuka beberapa posisi pada level yang berbeda yang telah direncanakan. Secara umum, trader forex akan masuk dalam situasi seperti berikut:

1. Entry trade dengan harga pasar saat ini
2. Entry trade pada keadaan breakout
3. Entry trade pada keadaan pullback (retracement atau reversal)

Dengan metode Scaling In, penambahan posisi entry berikutnya dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Entry trade dengan harga pasar saat ini, Scaling In (tambah posisi) pada saat pullback atau breakout
2. Entry trade pada breakout, Scaling In pada saat pullback atau saat terjadi breakout yang kedua
3. Entry trade pada keadaan pullback, Scaling In pada keadaan breakout atau ketika terjadinya pullback kedua

Waktu untuk entry pada Scaling In dapat menggunakan level-level support, resistance, atau level Fibonacci retracement. Selain itu, dapat dikombinasikan dengan pola grafik (chart pattern) atau indikator teknikal.

Penutupan

Strategi Scaling, baik itu Out maupun In dapat digunakan sebagai referensi untuk transaksi yang bermanfaat. Namun perlu diingat bahwa tidak ada strategi yang sempurna, termasuk Scaling Out dan Scaling In. Trading yang ideal harus memiliki trend yang dapat bertahan untuk jangka waktu yang cukup lama. Harap dicatat, jika pada pasar hanya terjadi sideway saja, maka Scaling Out dan Scaling In tidak sesuai untuk Anda terapkan. Semoga bermanfaat, Selamat memulai trading dan semoga berhasil Sobat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *