Strategi Money Management Pyramid

Scale In atau Pyramid merupakan penambahan posisi dalam trading yang berada dalam posisi profit tanpa meningkatkan risiko sering. Pada prinsipnya, dengan cara ini trader diharapkan dapat membuka posisi baru di samping posisi yang sebelumnya sudah untung dan masih dalam posisi terbuka, tanpa meningkatkan risiko, bahkan tanpa risiko, dan menambah potensi keuntungan untuknya. Berikut strategi money management pyramiding yang bisa diketahui.

Dikutip dari Kompas.com, dalam bisnis forex, trader bisa memperoleh keuntungan dari dua arah yakni pasar menaik dan pasar menurun. ketika trader memprediksi harga akan naik maka trader’buy’ dan jika benar naik maka ia akan untung. Jika ternyata trader memprediksi harga akan menurun, mereka akan ‘sell’ dan jika ternyata harga benar turun, maka mereka akan untung.

Umumnya seringkali strategi ini berjalan dengan baik. Adapun pepatah yang mengatakan “cut kerugian sekecil mungkin dan biarkan keuntungan sebesar mungkin”. Sangat disarankan setiap trader wajib pahami money management untuk meminimalisir kerugian dan mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

Dan di sini trader akan melihat bagaimana scale in yang benar posisi trading yang sedang untung sehingga Anda dapat memaksimalkan keuntungannya. Jika dilihat, pergerakan beberapa mata uang utama akhir-akhir ini menunjukkan pergerakan trend yang begitu bagus. Dengan memanfaatkan gerakan trend yang kuat, Anda dapat menerapkan strategi ini untuk memaksimalkan keuntungan dalam trading.

Definisi Strategi Pyramid

Strategi yang berpotensi menambah profit hingga dua atau tiga kali untuk kondisi pasar yang sedang trend, tetapi strategi ini sangat berisiko jika trend berbalik arah, inilah yang disebut dengan strategi pyramid. Strategi pyramid dilakukan dengan menambahkan posisi trading dengan ukuran lot yang sama jika trend diperkirakan masih bergerak sesuai dengan arahnya.

Jika Anda memperkirakan trend masih searah, maka perkiraan Anda harus benar, dan jika perkiraan Anda meleset maka kesalahan harus diminimalkan. Keberhasilan menggunakan strategi ini sepenuhnya tergantung pada pengendalian risiko, terutama ketika trend berbalik.

Cara Aman Untuk Scale In atau Pyramid

Pada dasarnya ada dua cara untuk menambahkan posisi ke suatu posisi trading yang menguntungkan dan masih terbuka (open):

1. Cara Smart
Scale in ke posisi trading pada level yang telah trader tentukan, dan dengan mengubah-ubah level stop loss setiap kali trader masuk posisi baru, sehingga risiko trader tidak akan pernah lebih dari yang telah disepakati, misalnya trader namakan 1R (1R = besarnya risiko per trade).

2. Cara yang Kurang Bijaksana
Scale in ke posisi trading, tetapi tidak mengubah level stop loss ke atas atau ke bawah untuk meminimalkan risiko sebelumnya, sehingga dapat meningkatkan risiko, yang harus trader hindari.

Catatan Penting

Jangan karena Anda memiliki kesempatan untuk scale in pada posisi trading yang sedang untung maka Anda harus melakukannya. Cara demikian tidak selalu mulus dan berjalan dengan baik. Secara umum, Anda bisa menggunakan Pyramid ini jika trend pergerakan harga pasar sangat kuat, atau pada pergerakan harga intra-day yang kencang. Tetapi tidak disarankan menggunakan strategi ini ketika kondisi pasar mulai bergerak dalam kisaran tertentu atau trending tetapi cenderung choppy dan meragukan.

Karena Anda akan membuka posisi baru, jadi jika pergerakan harga pasar dapat diprediksi, breakeven point keseluruhan posisi tersebut tentu akan semakin mendekati harga pasar saat ini (running price). Untuk meminimalkan kerugian jika ternyata harga bergerak sebaliknya, Anda dapat mengubah level stop loss posisi Anda sebelumnya, sehingga risiko 1R yang telah Anda tetapkan tidak meningkat. Banyak trader merasa sulit menggunakan cara ini karena mereka tidak mengubah level stop lossnya untuk mengurangi risiko.

Berikut contoh pair mata uang yang sedang bergerak downtrend:

Pada gambar di atas menunjukkan bahwa trader open sell dengan harga 1,2550. Dan terlihat jelas bahwa 1.2625 adalah level yang kuat dan dapat dianggap sebagai key level, dan Anda dapat menentukan stop loss di atas level ini, misalnya di 1.2650. Kami selalu menyarankan untuk memasang stop loss terlebih dahulu sebelum menentukan target profit, karena manajemen risiko sebetulnya adalah hal yang paling penting dalam forex trading. Anda tidak akan pernah mendapatkan profit yang memadai tanpa menerapkan manajemen risiko yang tepat untuk setiap posisi trading Anda.

Dalam hal ini tidak ada level support yang signifikan kecuali level 1,1900 pada periode sebelumnya, sehingga Anda dapat leluasa menetapkan target profit yang lebih besar sambil memprediksi apakah trend akan berbalik arah. Misalkan Anda menetapkan risiko $ 200, dengan open 2 mini lot pada level 1,2550, maka stop loss Anda adalah 100 pips. Risiko Anda: 100 pips X 2 mini lot (1 mini lot = $ 1 per pip) = $ 200. Anda harus menetapkan risk/reward ratio sebesar 1: 3, yang berarti target profitnya adalah 300 pip di level 1.2250.

Rencana Anda akan menambah 2 posisi lagi. Pertama jika telah memiliki untung 100 pip dan kedua jika keuntungan mencapai 200 pip. Strategi ini dapat diterapkan karena pergerakan downtrend sangat kuat dan dari analisa Anda masih akan terus berlanjut.

Harga bergerak sesuai dengan prediksi, dan Anda akan scale in lagi di level 1.2450 sebanyak 2 mini lot (20k), jadi position size Anda saat ini adalah 40k atau $ 4 per pip. Jika target profit Anda 1.2250 kena, maka potensi reward bertambah menjadi $ 1000. Apabila Anda menggeser stop loss ke bawah level 1,2550 kemudian Anda mengatur stop loss dari posisi baru pada level yang sama, posisi Anda sebelumnya telah mengalami breakeven. Risiko keseluruhan tetap $ 200.

Anda akan menerapkan strategi pyramid ini dengan open posisi sell 2 mini lot lagi di level 1.2350 sehingga total posisi Anda sekarang adalah 60k atau $ 6 per pipnya. Apabila level TP di 1,2550 kena, maka peluang reward Anda adalah $ 1200, atau 2 kali dari saat awal Anda open posisi.

Stop loss dari kedua posisi dapat digeser ke 1,2450 jadi Anda telah mengunci profit $ 200 di posisi pertama, sementara posisi kedua adalah breakeven. Dengan demikian risiko bahwa $ 200 di posisi pertama telah dikompensasikan menjadi $ 0, atau breakevwn trade. Keuntungan akan lebih besar jika semua posisi Anda breakeven. Hal yang menarik disini adalah bahwa Anda dapat meningkatkan keuntungan tanpa meningkatkan risikonya.

Harga masih bergerak sesuai prediksi Anda dan target profit 1.2250 kena. Ketiga posisi itu sekarang ditutup dan risk/reward ratio bersih adalah 1: 6. Risiko Anda tidak akan pernah melebihi $ 200 seperti yang telah Anda tetapkan sebelumnya sebesar 1R, sementara keuntungan yang diperoleh adalah $ 1200. Contoh berikut ini menunjukkan bagaimana Anda mendapatkan manfaat dari trend pergerakan harga pasar yang sangat kuat:

Mungkin Anda berpikir untuk keluar dari pasar selagi masih untung. Kami berpikir itu tidak bijaksana karena jika Anda keluar ketika harga masih bergerak sesuai prediksi, maka Anda hanya akan mendapatkan sebagian dari keuntungan yang seharusnya bisa Anda dapatkan. Jika Anda keluar selagi masih untung, Anda sengaja membatasi profit yang sedang dalam trading, Anda sangat dianjurkan untuk memaksimalkan keuntungan sambil tetap membatasi risiko.

Keuntungan Menggunakan Strategi Pyramid

Trader bisa mendapatkan keuntungan yang sangat banyak walaupun jumlah modal awal tradingnya hanya kecil.

Kelemahan Menggunakan Strategi Pyramid

Trader bisa mengalami kerugian yang banyak apabila pada waktu semua open posisinya sudah untung tidak segera ditutup dimana pada waktu sebelum disclose pergerakan trend chartnya sudah terlanjur keduluan bergerak berbalik arah.

Penutup

Ingatlah, Anda harus menggaris bawahi bahwa Anda tidak harus scale in pada setiap trading yang menghasilkan keuntugan. Harus dipertimbangkan apakah potensi arah trend dan kekuatannya mendukung prediksi Anda, jadi tidak itu hanya sekedar keberuntungan semata. Semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *