Spread

Dalam dunia forex Anda mungkin tak asing dengan kalimat spread. Spread adalah angka perbedaan yang membatasi antara penawaran dan permintaan. Dengan artian lain spread merupakan selisih pip dan juga poin di antara harga permintaan dan penawaran yang sudah ditentukan pihak broker, ini juga bisa dikataka kisaran angka komisi yang diberikan ke broker.

Lantas muncul pertanyaan mengapa broker meminta komisi ke kliennya ? Ini memang sudah disepakati dari awal karena klien yang sudah bekerjasama dengan broker memang harus menyisihkan sahamnya untuk kerjasama ini. Angka komisi (spread) akan dipakai broker guna membayar semua transaksi ke pemilik platform trading dan juga untuk meningkatkan pelayanan disamping juga untuk membesarkan jaringan broker itu.

Semua broker memang hanya menyewa platform sebuah perusahaan penyedian platform itu. Sehingga broker tak akan bisa memanipulasi semua data-data dalam platform trading, tugas broker memang hanya bertindak hanya sebagai menyewa platform itu. (Baca juga: 5 Keuntungan Bisnis Forex)

Selama ini pemakaian spread bisa dikatakan begitu penting dalam memperoleh profit banyak, tapi Anda juga jangan lantas tergiur aka penawara dari broker yang memberikan spread rendah, tapi sistemnya serig eror, semisal yang ada di requote dan juga penolakan saat open posisi.

Dan dalam memilih broker, Anda pastinya juga akan menemui sesekali kebimbangan, apalagi dalam memilih broker yang mempunyai FIX spread dan juga memiliki spread dinamis. Kadang memang muncul ada seorang broker memakai spread dinamis, dan saat pair malahan spread nya melebar dan malahan membesar, bahkan Anda malahan mengalami spread melebihi broker saat Fix spread.

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi likuiditas dan juga volatilitas pasar dalam tempo tertentu. Semisal di EUR/USD, pair memang sering ditradingkan banyak orang, dan pair ini dalam posisi spread paling rendah. Tapi, saat pasar dalam kondisi volume volatilitas tinggi, malahan pair tersebut mempunyai spread meniggi usai adanya aktifitas pasar.

Spread memang bisa menggambarkan posisi volatilitas sebuah pair. Pair yang mempunyai volatilitas harian, dipastikan memiliki spread besar. Seperti yang ada di pair GBP/CHF dan juga GBP/NZD. Keduanya memang memiliki volatilitas tinggi. Sekitar 50 – 70 pips dalam pair ini memang bisa Anda dapatkan dalam sehari saja, tapi masalahnya tetap tergantung ke spread, mengingat spread ini memang lebih besar kalau dibanding bersama pair-pair lainnya usai pergerakan hariannya juga sangat tinggi.

Dan dalam pair EUR/USD serta USD/JPY ( spread rendah), akan mendapat 50 pips saja usai volatilitas kedua pair memang kurang tinggi namun bisa dikatakan jauh lebih stabil.

Perbedaan Spread Dinamis dan FIX spread
FIX spread memang mempunyai banyak kelebihan, mengingat kita tak harus memikirkan soal spread yang nantinya akan membengkak dan juga membesar. Dalam berbagai kondisi, dalam pasar yang ada diposisi volatilitas tinggi maupun tidak, spread sama sekali tak akan berubah. Semisal, saat akan ada news tinggi semisal NFP dan juga pengumuman dari pihak ECB dan FOMC, maka spread tak akan naik berkali-kali lipat.

Sebaliknya, dalam spread dinamis masih akan bergantung ke kondisi pasar. Volatilitas tinggi dan dalam posisi likuiditas tinggi, maka spread dinamis kebanyakan akan jug melebar dan bahkan membesar. Saat muncul berita penting rilisan baru, spread dinamis juga dipastikan akan meningkat dan bahkan naik 3 hingga 4 kali lipat atas FIX spread.

Selain spread melebar, saat pasar di posisi normal, spread dinamis memang bisa dikatakan akan menguntungkan Anda mengingat spread masih tetap kecil dan kita akan mudah mendapatkan keuntungan, ini sangat berbeda dengan tipe FIX spread.

Sudahkah Anda paham soal Spread. Jika sudah maka Anda tinggal memilih memakai yang mana, mengingat ketepatan didalam memilih Spread juga akan mempengaruhi keberlangsungan saham Anda di dunia trader.

Tags:

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *