Seputar Strategi Trading Dengan Pola Pin Bar

Seorang trader yang telah terbiasa dengan pola pin bar ini akan dengan mudah mendapatkan keuntungan dengan membuka posisi di bar setelah terbentuknya pin bar. Untuk itu, jika Anda merupakan trader yang ingin memperoleh profit dari pola pin bar maka pada kesempatan kali ini kami membahas seputar strategi trading dengan pola pin bar yang bisa Anda ketahui.

Apa Itu Pola Pin Bar?

Pin bar sering ditemukan dalam grafik trading sehari-hari dan bisa muncul di semua time frame. Pin bar merupakan singkatan dari nama sebuah candlestick bar yang berbentuk memanjang yaitu ‘pinocchio’ bar. Candlestick tersebut memiliki ekor (tail) atau sumbu (wail) lebih panjang dari tubuh (body)nya. Dikutip dari KasKus.co.id, pola pin bar yang tercipta dapat menjadi informasi mengenai pergerakan trend yang sangat akurat jika trader bisa memanfaatkannya.

Karakteristik Dari Pola Pin Bar

1. Suatu pin bar memiliki ekor lebih panjang dari tubuhnya. Ekor ini juga disebut sumbu atau bayangan (shadow). Kekuatan penolakan (rejection) atau terjadinya kesalahan break (false break) pada suatu level harga yang ditentukan bisa dilihat dari panjang ekornya. Semakin panjang ekor pin bar akan semakin valid pin bar tersebut, dalam hal ini semakin tinggi sentimen penolakan terhadap suatu level harga tertentu.

2. Semakin sempit atau semakin kecil tubuh pin bar maka semakin valid pin barnya.

3. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pin bar dianggap valid jika panjang ekor kira-kira dua pertiga dari total panjang pin barnya.

4. Sisi lain dari ekor disebut nose (hidung). Semakin pendek hidung akan semakin valid pin bar tersebut.

Pola Pin Bar & Bearish Reversal Pin Bar

Bullish reversal pin bar biasanya terbentuk dalam kondisi downtrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah uptrend setelah terjadi penolakan pada level tertentu sesuai yang ditunjukkan ekor pin bar, sementara kondisi uptrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah downtrend setelah penolakan di level harga tertentu sehingga terbentuk bearish reversal pin bar.

Ekor pada pola bullish reversal pin bar berada di bagian bawah tubuh karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih rendah, sementara karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih tinggi maka ekor pada pola bearish reversal pin bar berada di bagian atas tubuhnya. Karena karakteristik pola pin bar adalahs sebuah bar yang menonjol keluar di antara bar-bar sebelum dan sesudahnya, maka konfirmasi validitas pola pin bar ada di bar setelah pin bar yang terbentuk tersebut.

Agar sebuah bullish pin bar terkomfirmasi, panjang bar candlestick sesudah pin bar tersebut (tubuh dan ekornya) semuanya harus lebih tinggi dari level terendah pin bar, dan harga penutupannya harus lebih tinggi dari harga penutupan pin bar. Sedangkan untuk bearish reversal pin bar yang terkomfirmasi maka panjang bar dari candlestick sesudah pin bar harus lebih rendah dari level tertinggi bearish pin bar tersebut, dan harga penutupannya harus lebih rendah dari harga penutupan pin bar. (Baca Juga: Mengenal Pola Dasar Candlesstick Pattern (http://www.kerjaforex.com/mengenal-pola-dasar-candlesstick-pattern/)

Contoh Pola Reversal Pin Bar Pada Grafik Trading

Berikut ini contoh beberapa bullish reversal pin bar yang terbentuk pada grafik CAD/JPY daily. Harap dicatat bahwa semakin tinggi time frame trading maka akan semakin valid sebuah pin bar asalkan telah dikonfirmasi dengan benar. Ini karena kemungkinan tingkat kesalahan pergerakan harga (noise) pada time frame tinggi (biasanya 4 hour keatas) akan lebih kecil dari pada time frame rendah (1 hour kebawah).

Seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas, semua pin bar telah terkonfirmasi dan menunjukkan keadaan bullish reversal. Yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa dalam contoh ini warna tubuh sebuah pin bar tidak harus berwarna putih, atau harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, tetapi bisa juga sebaliknya (berwarna hitam). Perhatikan saja ciri utama dari pin bar, yang merupakan sebuah bar yang menonjol keluar di antara bar sebelum dan sesudahnya. Contoh berikut pada USD/JPY daily adalah pola sebuah bullish reversal pin bar yang dianggap sempurna:

Ekor pin bar yang menonjol keluar dan cukup panjang (lebih dari dua pertiga panjang pin bar), juga tubuh pin bar itu juga minimal atau harga penutupan persis sama dengan pembukaan. Pola tersebut persis sama dengan doji yang menunjukkan keseimbangan antara sentimen bullish dan bearish, atau pasar sedang berkonsolidasi. Dengan cepat harga bergerak menuju ke arah uptrend bersamaan dengan keputusan pasar untuk membawa harga ke level yang lebih tinggi jika setelah pin bar doji-nya terkonfirmasi. Pola pembalikan arah seperti pada contoh di atas sering pula disebut sebagai ‘V Bottom Reversal’, karena polanya mirip dengan huruf ‘V’.

Seperti pada contoh GBP/JPY daily berikut ini pin bar terbentuk pada pasar yang sedang trending dan cenderung mempunyai probabilitas tinggi, di mana bullish pin bar terbentuk pada setiap akhir retracement (koreksi). Perhatikan bahwa bullish pin bar yang pertama (paling kiri) tidak terkonfirmasi sehingga pin bar tersebut tidak valid.

Strategi Trading Dengan Pola Pin Bar

Meskipun ada juga pin bar yang mengisyaratkan penerusan arah trend namun sebenarnya sering kali pola pin bar mengisyaratkan pola reversal arah trend (reversal pin bar). Ada 3 kemungkinan cara untuk masuk pada bar setelah pin bar, yaitu:

1. Stop entry
Ini merupakan pending order berupa ‘buy stop’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell stop’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order ‘buy stop’ harus lebih tinggi dari harga pasar saat ini, dan nilai untuk order ‘sell stop’ harus lebih rendah dari harga pasar saat ini. Level stop loss dapat ditentukan dari beberapa pip di bawah level terendah pin bar (untuk buy stop), atau beberapa pip di atas level tertinggi pin bar (untuk sell stop).

2. Limit entri
Ini merupan pending order dalam bentuk ‘buy limit’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell limit’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order ‘buy limit’ harus lebih rendah dari harga pasar saat ini, dan nilai untuk order ‘sell limit’ harus lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Level stop loss dapat ditentukan oleh beberapa pip di bawah level terendah pin bar (untuk buy limit), atau beberapa pip di atas level tertinggi pin bar (untuk sell limit). Pergerakan harga akan mengalami koreksi ketika telah mencapai 50% dari panjang ekornya, atau 50% dari level Fibonacci retracement-nya, yang merupakan asumsi dari limit entry.

3. Entri pasar
Pada saat itu, melakukan entry dengan harga pasar dianggap yang terbaik. Ketika terbentuk bullish reversal pin bar maka dilakukan entry buy, dan sebaliknya ketika yang terjadi adalah bearish reversal pin bar maka yang dilakukan entry sell.

Perlu dicatat bahwa kemungkinan entry yang Anda lakukan tinggi, maka disarankan untuk entry ke bar setelah pin bar hanya jika disertai oleh faktor-faktor pendukung yang cukup kuat, seperti level support atau resistance, level-level Fibonacci retracement atau expansion khususnya 38,2%, 50% atau 61,8%, dan kurva indikator MA sebagai level support atau resistance dinamis.

Salam profit dan semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *