Seputar Indikator Leading & Lagging

Jika Anda pernah menggunakan indikator leading atau lagging, pastinya Anda sudah memahami sifat dasar yang dimiliki dua indikator ini. Secara umum, indikator dengan sifat leading dan lagging hadir di masing-masing indikator. Keduanya berfungsi untuk menginformasikan kondisi pasar pada trader. Tetapi secara khusus, apa yang membedakan keduanya? Untuk itu di bawah ini kami uraikan seputar indikator leading & lagging pada forex.

Jika Anda mengenali diri sendiri dan Anda tahu lawan Anda, Anda tidak perlu khawatir tentang akhir dari ratusan pertempuran. Tetapi, jika Anda mengenali diri sendiri dan Anda tidak mengenali lawan Anda, maka siap-siap untuk kalah. Sikap terbaik untuk menghadapi persaingan adalah dengan menempa kemampuan untuk menjadi pesaing yang tangguh, terampil dan mampu mengendalikan diri ketika kalah dan rendah hati ketika kemenangan.

Sebagai Trader Forex, kita hanya perlu membuat satu langkah analisa lebih akurat daripada trader lain, agar tidak terlempar keluar dari pasar. Dengan demikian, pemahaman yang baik tentang indikator yang digunakan untuk membangun analisanya menjadi sangat penting. Moving Average, MACD & Stochastic hanyalah beberapa dari banyak indikator yang tersedia, Anda dapat menggunakan indikator apapun tanpa harus terikat dengan ketiga indikator tersebut.

Fungsi Analisa Teknikal

Indikator adalah sekumpulan (time series) data (data point) yang dihasilkan dari penggunaan sebuah formula terhadap data harga suatu sekuritas. Data harga dapat berupa kombinasi harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), atau penutupan (close) dalam sebuah range periode. Beberapa indikator mungkin hanya menggunakan data harga penutupan saja, sementara yang lain juga menggunakan volume atau harga pembukaan dalam formulanya.

Dalam analisa teknikal, penggunaan indikator tidak dapat dipisahkan. Namun tidak semua indikator cocok untuk semua kondisi pasar. Penggunaan indikator yang tidak tepat dalam suatu kondisi dapat menyebabkan banyak sinyal palsu, terutama late entry dan early exit. Indikator analisa teknikal adalah rumus matematika yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam melakukan trading. Pentingnya pelajaran dasar tentang indikator yang perlu diketahui oleh setiap trader adalah indikator bertindak sebagai peringatan terhadap pergerakan harga.

Selain itu, indikator juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi alat analisa teknikal lainnya. Sebagai contoh, jika ada breakout pada grafik harga, indikator crossover bergerak sesuai dengan pergerakan uptrend, sehingga dapat berfungsi untuk mengkonfirmasi breakout tersebut.

Ketika Anda ingin menggunakan indikator leading dan lagging, Anda dapat menggunakan trendline atau indikator lain untuk mengkonfirmasi hasil analisa, sehingga kelemahan pada indikator dapat dideteksi. Beberapa trader bahkan mulai menggunakan sebuah indikator untuk memprediksi arah harga di masa mendatang. Tetapi sekarang mari kita pelajari lebih lanjut tentang indikator leading dan lagging ini.

Indikator Leading

Indikator leading merupakan sebuah indikator yang memberikan sinyal sebelum trend baru atau pembalikan terjadi. Seperti yang diketahui dan dikutip dari KasKus.co.id, dalam forex trading penggunaan indikator leading jauh lebih banyak digunakan karena sifatnya yang lebih cepat dalam memberikan sinyal dan umumnya digunakan untuk sistem trading scalping.

Kelemahan dari indikator leading adalah jika digunakan di pasar trading, ketika membaca trend berikutnya, indikator ini kemungkinan akan memberikan sinyal palsu. Sehingga trader diwajibkan untuk jeli dan teliti dalam melihat sinyal yang berjalan. Tetapi dengan indikator ini trader dapat mengambil posisi lebih cepat, dan secara otomatis indikator leading dapat membantu trader memperoleh keuntungan lebih banyak. Indikator dengan sifat leading adalah stochastics, parabolic SAR, dan Relative Strength Index (RSI).

Indikator Lagging

Seperti namanya, indikator ini memiliki sinyal lamban dalam memberikan sinyal untuk masuk, sehingga trader dapat kehilangan keuntungan. Sehingga indikator ini sangat tidak digemari oleh para trader, terkhusus trader yang menggunakan strategi forex scalping. Karena mereka membutuhkan sinyal yang akurat dan cepat sehingga tidak ketinggalan market (pasar). Jika trader jeli dan berteman baik dengan indikator lagging , sebetulnya indikator ini tidak 100 persen ketinggalan market. Justru sinyal yang dihasilkan lebih terkonfirmasi sehingga trader mampu dalam menentukan tingkat resiko dan target profit yang diinginkan.

Sebagai contoh untuk indikator lagging, misalnya ketika Stochastic Oscillator 20, itu berarti dia akan menggunakan 20 hari terakhir sebagai price action (sekitar sebulan) dalam perhitungannya. Semua pergerakan harga sebelumnya akan diabaikan. Indikator ini berperan untuk memberi arahan kepada trader saat mengambil posisi beli atau jual. Indikator lagging ini memberikan sinyal setelah trend telah dimulai. Sifat lagging sangat membutuhkan kesabaran trader, mungkin inilah yang menjadi alasan trader tidak terlalu menggunakan indikator lagging. Tetapi bagi para trader daily trading atau swing. Indikator ini menjadi favorit karena mampu memberikan sinyal yang menguntungkan dan mudah dalam mengatur money management. Contoh indikator dengan sifat lagging ini adalah MACD dan Moving Averages.

Gabungan Indikator Leading dan Lagging

Untuk entry buy, trader harus melakukan tips di bawah ini:
1. Lihat trend MACD harus ke atas
2. Lihat garis MA 10 warna biru menyilang ke atas MA 20 warna merah
3. Dan RSI harus di atas > 50
4. Keluar dari pasar harus melihat stochastic di atas level 80, itu tanda sudah overbought.

Untuk entry sell, trader harus melakukan tips di bawah ini:
1. Lihat trend MACD harus ke bawah
2. Lihat garis MA 10 warna biru menyilang ke bawah MA 20 warna merah
3. Dan RSI harus di bawah < 50
4. Keluar dari pasar, lihat stochastic di bawah 20 itu pertanda sudah oversold.

Catatan: Jika trend MACD selama masih di atas yang menandai masih uptrend dan sebaliknya jika trend MACD selama masih di bawah itu tandanya masih downtrend.

Penutupan

Meskipun keduanya dapat saling mendukung, mereka lebih cenderung saling bertentangan. Kami tidak mengatakan bahwa satu atau yang lain harus digunakan secara eksklusif, tetapi Anda harus memahami potensi dari masing-masing alat tersebut. Indikator dengan sifat lagging memang penting karena memberikan informasi kepada trader seberapa jauh harga telah berjalan, berapa lama telah diambil, apa yang telah dicapai dan pergerakan telah dilalui baik dalam hal momentum, volume dan lain-lain.

Hal penting yang perlu Anda pertimbangkan adalah keseimbangan antara indikator leading dan indikator lagging. Namun kebanyakan, trader hanya fokus pada indikator lagging dan sedikit memberi perhatian pada indikator leading. Anda harus memperhatikan keseimbangan antara indikator leading dan lagging sangat penting. Dapat dilihat, kita bisa “memaksakan” untuk mendapatkan keseimbangan antara indikator lagging dan leading. Dalam pelatihan forex, seringkali penjelasan tentang leading dan lagging menjadi salah satu aspek penentuan keberhasilan trader, sehingga karir trader dapat berjalan yang mengarah pada pencapaian tujuan sukses trading. Semoga Bermanfaat dan Salam Profit Sobat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *