Semua Tentang Trend Forex

Sangatlah penting untuk mengingatkan para trader untuk senantiasa berthati-hati mengetahui dan membaca hal-hal yang dapat membuat loss dalam melakukan transaksi trading. Dalam dunia trading, pastinya sebagian trader tahu tentang istilah ‘Trend is your friend’. Ini berarti trend adalah ‘temanmu’ maka dari itu untuk mengenali lebih dalam teman dalam dunia forex ini, baiknya ketahui uraikan semua tentang trend forex berikut ini.

Apa Itu Trend?

Istilah trend dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan untuk mengekspresikan keadaan, di mana sesuatu disukai atau sedang menjadi perhatian banyak orang. Begitu pula dengan situasi yang disiratkan oleh trend forex. Sehingga dapat dikatakan trend forex adalah suatu pergerakan ke arah mana pasar bergerak. Konsep dasar trend ialah hal yang mendasar dalam berbagai pendekatan analisa pasar forex yang berbasis analisa teknikal. Semua tool yang digunakan ialah seperti level support dan resistance, moving average, price patterns, trendline, dan lain-lain. Semua tool tersebut bertujuan untuk membantu mengukur trend yang terjadi di pasar forex untuk berpartisipasi dalam trend tersebut.

Analisa trend didasarkan pada asumsi bahwa apa yang telah terjadi di masa lalu akan memberikan petunjuk kepada trader tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Hal terpenting yang perlu Anda ingat ialah suatu pergerakan harga bukanlah berbentuk garis lurus ke satu arah. Pasar bergerak dalam bentuk serangkaian seperti “zig-zag”. Gerakan zigzag ini membentuk serangkaian gelombang berurutan, dengan puncak (top atau peak) dan tembusan (through) yang cukup jelas. Arah top dan through ini bergerak naik, turun, atau menyamping (sideways). Sedangkan arah top nantinya akan menentukan trend pasar yang sedang terjadi. Arah gerakan ini yang akan memberitahu Anda tentang trend pasar terjadi. (Baca Juga: Pilih Analisis Teknikal atau Fundamental?)

Jenis-Jenis Trend Forex

Dikutip dari Kaskus.co.id, cara mudah menentukan trend harga forex dalam satu detik yakni dengan uptrend (harga hari ini dibuka di atas hari kemarin), downtrend (harga hari ini dibuka di bawah harga kemarin) dan sideway (harga hari ini berdekatan dengan harga kemarin). Namun sebelum melakukannya sebaiknya pahami terlebih dahulu ketiga jenis ini di bawah ini:

1. Uptrend
Uptrend merupakan grafik yang menunjukkan pergerakan harga yang naik secara bertahap. Sehingga berarti pasar sedang mengalami kenaikan harga. Secara teknikal, uptrend dapat dikenali dari grafik yang arahnya naik ke atas, dengan deretan puncak (P) dan lembah (L) harga, di mana posisinya lebih tinggi daripada puncak dan lembah sebelumnya.

2. Downtrend
Downtrend merupakan grafik menunjukkan pergerakan harga yang turun secara bertahap. Sehingga berarti pasar sedang mengalami penurunan harga. Anda dapat mengenali downtrend dari grafik yang arahnya menurun ke bawah, dan sederetan puncak (P) dan lembah (L) semakin rendah dari puncak dan lembah sebelumnya.

3. Sideway (Ranging)
Sideway memiliki sifat yang datar dan statis, sehingga sideway berarti pergerakan harga yang tidak dalam uptrend ataupun downtrend. Intinya pada sideway, harga akan menunjukkan konsolidasi karena adanya tarik-menarik antara penjual dan pembeli. Dalam kondisi ini arah trend sulit diketahui karena harga hanya bergerak naik turun dalam kisaran tertentu, tanpa arah yang jelas.

Trading dengan Trend

Panjang siklus suatu trend tidak dapat dipastikan, adanya yang berlangsung beberapa minggu atau beberapa hari. Cara yang aman adalah menunggu munculnya awal trend, lalu masuk dan bertransaksi mengikuti trend. Jika trend cukup kuat, pergerakannya bisa berlangsung hingga seminggu. Namun, jika trend tidak kuat mungkin hanya berlangsung 1 sampai 2 hari terakhir sebelum berbalik arah. Yang penting Anda perlu waspada terhadap munculnya tanda-tanda reversal. Salah satunya adalah dengan mengamati munculnya chart-pattern.

Tahap yang paling menguntungkan untuk bertransaksi mengikuti trend tentu saja pada tahap awal trend. Sedangkan pada tahap akhir sudah kurang menguntungkan dan berisiko terkena reversal (pembalikan arah). Pada tahap reversal (setelah tahap akhir), Anda harus keluar dari pasar untuk menunggu munculnya trend baru. Beberapa kasus ada strategi transaksi yang bertentangan dengan trend (strategi reversal), tetapi metode seperti itu memiliki risiko yang besar dan tidak pernah disarankan untuk trader-trader pemula.

Cara Membaca Trend Forex

1. Menentukan indikator atau tools lain untuk digunakan
Pilih satu atau lebih tools yang akan Anda gunakan untuk menentukan arah trend. Alat atau alat di sini dapat berupa indikator teknikal, objek statis (seperti garis, saluran, Fibonacci, dan lain-lain), chart pattern atau candlestick pattern, ataupun faktor fundamental. Jangan berlebihan pilih secukupnya saja yang akan digunakan. Yang terpenting Anda harus bisa memahami indikator atau tools yang akan Anda gunakan sehingga dalam prakteknya dapat saling melengkapi.

2. Kuasai prinsip dasar menggunakan tools tersebut
Kuasai cara membaca atau cara penggunaan tools yang Anda gunakan. Semuanya memiliki perhitungan dan juga cara kerja yang berbeda-beda sehingga akan lebih baik jika Anda kuasai terlebih dahulu. Dengan demikian Anda akan lebih memahami apa yang akan Anda lakukan dan tidak jatuh ke dalam sikap menyalahkan indikator atau alat saat Anda mengalami kegagalan.

3. Sistem Trading
Jika Anda menggunakan sistem trading yang sudah jadi, pastikan Anda membaca pedoman sistem trading tersebut. Banyak trader cenderung melewatkan pedoman penggunaan dan cara membaca dari sistem trading yang disediakan sehingga mengalami kesulitan. Selain itu, sistem trading harus dilakukan dengan cara yang disiplin!

Jangka Waktu Analisa Trend

Untuk memahami analisa trend, penting untuk dicatat pertama bahwa trend mengacu pada arah yang diambil oleh pasar dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, terdapat tiga jenis trend yaitu pendek (short), jangka menengah (intermediate), dan jangka panjang (long-term). Trend yang terlihat dalam pergerakan harga akan bergantung pada jangka waktu yang digunakan. Meskipun tidak ada timeframe untuk berapa lama harga bergerak untuk arah dianggap sebagai trend, umumnya disepakati bahwa semakin lama arah suatu pergerakan harga dipertahankan, semakin mencolok trend tersebut.

Pergerakan trend mata uang dapat bervariasi untuk jangka waktu tertentu. Bisa jadi trend pergerakan harian yang terjadi berbeda dengan trend mingguan ataupun trend jangka panjang. Misalnya, trend bulanan menunjukkan bearish (turun) tetapi trend harian adalah bullish (naik). Jika ini terjadi biasanya trend dalam jangka pendek bukan trend yang sebenarnya, tetapi merupakan koreksi dari trend jangka panjang dan dapat sewaktu-waktu berbalik arah. Sebaliknya, jika trend harian sesuai dengan trend mingguan, biasanya trend ini cukup kuat dan aman untuk diikuti. Untuk mencari mengetahuinya Anda dapat melihat berbagai timeframe pada grafik, di mana H1 mewakili waktu per jam, D1 untuk periode harian, dan W1 untuk mingguan.

Penutupan

Trend adalah suatu arah pergerakan harga di Forex. Perilaku trend ini dapat dinilai saat melakukan analisa teknikal. Trend ini dapat bergerak ke bawah (downtrend atau bearish), ke atas (uptrend atau bullish) dan ke samping (sideway). Sebagai aturan umum, ketika kecenderungan downtrend dianjurkan untuk membuka posisi sell, sementara pada uptrend disarankan untuk membuka posisi buy. Jika tidak ada trend, maka lebih baik tidak melakukan transaksi apapun. Semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *