Semua Tentang Strategi Switching

Meskipun dalam forex trading memiliki banyak strategi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan profit, strategi switching banyak digunakan para trader dalam memenangkan pasar dan mendapatkan keuntungan yang banyak. Karena ada saatnya pergerakan pasar tidak sesuai berdasarkan prediksi yang kita harapkan. Hal ini menyebabkan posisi yang telah dibuka akan mengalami kerugian yang cukup besar. Ada juga kondisi tertentu ketika kita mengupayakan dengan keras suatu kerugian ini menjadi keuntungan melalui metode switching. Di bawah ini uraian semua tentang strategi switching agar aman dalam melakukan forex trading.

Pengertian Strategi Switching

Berdasarkan arti kata switching berarti mengganti. Strategi switching pada forex trading adalah mengubah atau melakukan pergantian arah dengan menutup posisi yang sedang merugi dan kemudian membuka posisi baru dengan arah berlawanan dari posisi ditutup, dengan harapan keuntungan posisi yang kedua ini akan lebih besar dari pada kerugian pada posisi pertama yang telah ditutup .

Contoh Ilustrasi Strategi Switching

Saat ini harga AUD/USD adalah 1.0300. Kita memprediksi AUD/USD akan naik menuju ke angka 1.0400. Oleh karena itu kita membuka posisi beli. Setelah beberapa jam ternyata AUD/USD bergerak berlawanan dengan prediksi kita, AUD/USD turun dan saat ini berada di level 1.0270. Ini berarti posisi beli posisi rugi 30 pip. Setelah dianalisis kembali, ternyata AUD/USD akan terus bergerak turun menuju level 1.0200.

Agar kita tidak merugi hari ini, kita memutuskan untuk menutup posisi beli dengan kehilangan 30 pip dan membuka posisi jual baru. Selang beberapa jam memang benar bahwa pasar bergerak sesuai hasil analisis kedua yang turun, dan sekarang berada pada level 1.0200. Akhirnya setelah merasakan profit yang didapat cukup, maka kita akhirnya menutup posisi jual dengan profit 70 pip.

Dari akumulasi dua transaksi di atas dengan melakukan strategi switching, hari ini Anda mendapat keuntungan bersih 40 pip dari profit 70 pip dikurangi kerugian 30 pip.

Secara garis besar, prinsip dari strategi switching adalah melakukan perubahan arah posisi transaksi secara drastis jika posisi transaksi awal mengalami kerugian. Dalam kondisi seperti itu maka transaksinya akan melakukan cut loss dalam trading dan segera membuka posisi transaksi baru dalam arah yang berlawanan dengan posisi transaksi awal tersebut.

Ilustrasinya seperti ini: jika awal transaksinya membuka transaksi dengan posisi transaksi pembelian senilai 1 Lot, maka jika posisi mengalami kerugian dengan penurunan harga yang tajam ke arah bawah, maka pelaku transaksi akan melakukan cut loss pada posisi beli transaksi tersebut dan kemudian membuka transaksi jual baru juga senilai 1 lot.

Logika dasar dari pemilihan teknik transaksi yang seperti ini adalah untuk memberikan alternatif bagaimana seorang pelaku dapat merevisi posisi transaksinya dan mengantisipasi jika terjadi perubahan tren harga secara tiba-tiba tanpa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Dari segi analisa teknikal, cut & reverse position action hanya akan dilakukan jika harga menembus level support atau level resistance. Posisi cut loss untuk transaksi jual hanya akan dilakukan jika tren harga turun berbalik dan berhasil menembus level resistance-nya, sedangkan posisi cut loss untuk transaksi beli hanya akan dilakukan jika tren harga naik turun dan menembus level support.

Hal yang Harus diperhatikan dalam Strategi Switching

1. Tentukan waktu trading, karena setiap pasangan (pair) memiliki waktu masing-masing yang membuat pergerakan harga cenderung fluktuasi pada momen-momen tertentu.

2. Ketika trader berulang melakukan analisis yang salah, tutup grafik dan lakukan cut loss, lalu analisa kembali kondisi pasar.

3. Trader harus memiliki kemampuan analisis yang tajam dalam membaca pergerakan tren pasar.

4. Berita dan juga informasi mempengaruhi pergerakan harga dan juga mempengaruhi pasar.

5. Terapkan metode switching hanya jika prediksi keuntungan melebihi kerugian prediksi awal.

Switching bisa dilakukan dengan Martingale, Averaging, dan Hedging. Dimana intinya adalah menutup kerugian lama dengan membuka posisi baru. Berikut uraiannya:

1. Switching dengan Martingale

Martingale adalah teori manajemen probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesesuatu dalam periode tertentu ke periode sebelumnya dengan menggunakan prinsip perkalian (penggandaan). Pengertian sistem martingale dalam forex trading adalah strategi untuk mendapatkan keuntungan sekaligus menutup total kerugian dari transaksi sebelumnya melalui penggandaan. Oleh karena itu, bila menggunakan strategi ini, risiko pada transaksi berikutnya selalu meningkat seiring dengan meningkatnya kerugian. Intinya saat transaksi terakhir adalah profit, maka profitnya bisa menutupi semua kerugian dari transaksi sebelumnya.

2. Switching dengan Averaging

Jika Anda ingin meminimalkan kerugian ketika posisi berlawanan arah dengan tren, dan untuk memaksimalkan keuntungan sementara posisi sesuai dengan tren, Anda bisa menggunakan strategi averaging.

Dalam arti kata averaging berarti merata-ratakan. Dalam hal membuka posisi, strategi ini sangat berguna untuk merata-ratakan harga saat membuka posisi. Dimana pada tingkat tertentu, terlepas dari kondisi pasar, nilai posisi yang Anda buka adalah impas. Jika dalam forex trading, averaging merupakan strategi membuka kembali posisi baru sesuai dengan posisi lama walaupun harga saat ini bergerak berlawanan, dengan keyakinan bahwa pasar akan segera bergerak sesuai dengan prediksi yang diharapkan.

3. Switching dengan Hedging

Apa itu Hedging? Dalam arti kata hedging memiliki arti melindungi nilai. Strategi membuka dua posisi berlawanan meskipun harga naik atau turun nilai floating akan tetap sama ialah merupakan prinsip dari hedging dalam trading forex. Hedging umumnya dilakukan saat trader mengalami posisi rugi. Agar kerugiannya tidak semakin besar, trader melakukan locking (mengunci), sehingga ketika posisi trader terkunci akhirnya membuat nilai profit dan loss akan dapat selalu bergerak beriringan.

Tips dan Trik Strategi Switching

Agar trading forex menggunakan strategi switching ini berhasil, sukses dan menguntungkan setiap trader harusnya menerapkan tips dan trik dalam strategi switching di bawah ini, antara lain:

– Sebaiknya dalam melakukan strategi switching saat suatu tren besar akan tercapai, yakni saat terjadi breakout band.

– Strategi ini sangat memerlukan analisa penuh keyakinan. Hal ini penting, karena jika trader ragu-ragu dalam mengambil keputusan, bukan malah keuntungan yang didapat malah sebaliknya.

– Switching dilakukan dengan membuka posisi kedua berlawanan dari posisi pertama, apabila prediksi hasil profit posisi yang kedua ternyata melebihi kerugian dari posisi pertama yang akan dilakukan penutupan.

Penutupan

Setiap trader yang melakukan trading haruslah membutuhkan keahlian khusus. Perlu belajar dan mengerti cara kerjanya strategi yang ingin diterapkan. Pergerakan tren di pasar tidak dapat diprediksi dengan mudah. Terkadang harganya bisa naik secara signifikan, bisa juga turun drastis. Alhasil, bila terjadi perubahan tren pasar, terkadang trader tidak segera mengubah posisi mereka karena mereka masih mengharapkan harga bergerak kembali sesuai dengan prediksi awal. Mereka memilih untuk menunggu kondisi berbalik. Sayangnya harapan ini seringkali tidak tercapai. Dengan demikian, switching bisa menjadi solusi yang dapat Anda andalkan.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *