Pola Cup dan Handle

Jika pola cup dan handle diartikan satu persatu ke dalam bahasa Indonesia, Cup merupakan cangkir dan Handle merupakan pegangan cangkir. Sehingga pola ini dapat diartikan sebagai pola yang memiliki probabilitas tinggi, tetapi jarang dijumpai. Umumnya pola cup dan handle ini membutuhkan waktu yang relatif lama untuk terbentuk. Namun jika Anda dapat menemukan dan trading dengan karakteristik pola tersebut maka hasilnya bisa sangat menguntungkan.

Definisi Pola Cup dan Handle

Dikutip dari KasKus.co.id, pola ini pertama kali diidentifikasi oleh William O’neil. Pola cup dan handle dapat digunakan sebagai tanda masuk untuk meneruskan trend bullish yang telah terbentuk. Ini adalah salah satu yang paling mudah dikenali. Cangkir memiliki bentuk U yang halus, mengalami retrace dari pergerakan sebelumnya sekitar ⅓ dan tampak seperti mangkuk. Setelah membentuk cangkir, harga membalikkan sekitar ⅓ pergerakan cangkir, membentuk sebuah pegangan. Handle adalah suatu periode konsolidasi yang pendek (singkat). Pertanda lengkapnya ketika harga menembus konsolidasi terhadap pergerakan dari cangkirnya.

Harga kemungkinan akan terus bergerak ke arah itu meskipun trader konservatif mungkin mencari konfirmasi tambahan. Targetnya dapat diperkirakan dengan menggunakan teknik pengukuran jarak dari atas kanan cangkir ke bagian bawah cangkir dan kemudian memperpanjangnya ke arah breakout. Level stop loss terletak di luar pegangan berlawanan dengan arah dari penembusannya.

Memang terbentuknya cup dan handle tidak seperti double top, double bottom, trading dengan pola head and shoulders, flag, atau segitiga simetris yang sering terbentuk. Namun ketika Anda menemukan pola tersebut, maka selamat Anda akan mendapatkan profit yang sangat memuaskan. Berikut ini adalah contoh pola cup dan handle dan yang pernah terbentuk pada grafik harian EUR/USD:

Jika Anda amati gambar di atas maka terlihat pergerakan harga pada grafik seperti secangkir kopi dan pegangannya (cup dan handle). Jadi bagaimana Anda bisa menafsirkan pola cangkir kopi ini?

Keterangan:
Fase A-B : Pola yang dimulai ketika pergerakan harga turun secara tajam. Pergerakan downtrend ini membentuk sisi kiri cangkir.

Fase B-C: Tingkat kecepatan penurunannya melambat dan cenderung bergerak sideways untuk periode yang relatif singkat dengan membentuk level resistance, ini merupakan fase dimana pergerakan harga masih cenderung bearish (4). Pergerakan sideways ini membentuk bagian bawah cangkir.

Fase C-D: pada fase ini pergerakan harga naik secara tajam setelah menembus garis resistance (4). Pergerakan uptrend ini hampir sama kuatnya dengan gerakan downtrend, dan membentuk sisi kanan cangkir.

Fase D-E: Pada fase ini pergerakan harga masih cenderung bullish, tetapi tingkat kecepatan penurunannya melambat dan cenderung bergerak sideways untuk periode yang relatif singkat dengan membentuk level resistance (resistance handle), dan pergerakan sideways ini akan membentuk pegangan cangkir (handle). Bagian ini penting karena akan menentukan pergerakan pasar selanjutnya.

Trading Dengan Pola Cup dan Handle

Trader yang pernah melakukan transaksi trading dengan pola ini akan dapat memprediksi bahwa pasar membentuk pola ini ketika sinyal bullish muncul pada pergerakan sideways di bagian bawah cangkir (fase B-C).

Dalam contoh di atas Anda dapat melihat formasi candle bullish engulfing yang mengindikasikan pergerakan bullish (nomor 1), dan juga bullish candle yang berhasil menembus level resistance penembusan candle bullish (nomor 4). Dengan 2 sinyal tersebut trader dapat membuka posisi beli ketika harga penutupan bullish candle berada di atas level resistance (nomor 4), yaitu pada (nomor 3), dengan level stop loss pada level candle bullish yang terendah (nomor 2).

Ketika pola dimulai dan harga bergerak turun tajam, atau trader dapat menutup posisi ketika pergerakan harga mulai melambat dan cenderung bergerak sideways yang mengindikasikan formasi akan terbentuknya pegangan atau handle. ini dapat dilakukan saat target profit ditentukan pada level yang mendekati (A).

Beli atau Jual Setelah Handle Breakout

Dalam pola ini trend pergerakan harga akan cenderung kuat terutama setelah penembusan handle ke arah atas yang biasanya harga akan bergerak ke minimal sepanjang kedalaman cangkir. Dalam contoh di atas pegangan ditembus ke bawah setelah harga menembus garis uptrend (support) di (nomor 5). Trader dapat membuka posisi jual ketika harga penutupan bearish candle berada di bawah support garis uptrend tersebut.

Berikut ini contoh untuk penembusan handle kea rah atas, masih pada pasangan EUR/USD:

Pegangan membentuk pola segitiga (triangle) sama seperti dengan gambar di atas yang menunjukkan penerusan arah trend (trend continuation) saat break. Setelah harga menembus resistance pegangan, trader dapat membuka posisi beli ketika harga penutupan bullish candle berada di atas level resistance pegangan, yaitu pada (F). Target profit dapat ditentukan setidaknya di sepanjang kedalaman cup, atau dalam hal ini jarak antara level entry (level resistance handle) dan level terendah dari bagian bawah cup, yaitu sebesar 914 pips.

Ada beberapa komponen dari pola cup dan handle yang harus dipahami agar dapat mengenali sinyal trading yang potensial.

Pertama adalah identifikasi trend yang terjadi sebelum pola cup dan handle muncul. Secara umum, semakin besar trend sebelumnya, semakin kecil potensi untuk mendapatkan pergerakan breakout yang besar setelah harga pair menyelesaikan pola tersebut.

Kedua adalah konstruksi dari bentuk cangkir itu sendiri juga penting. Sebaiknya adalah pola rounded up sempurna. Pola dibulatkan memberikan sinyal konsolidasi dalam trend di mana investor kecil akan meninggalkan pasar selama koreksi tetapi pembeli akan kembali memasuki pasar yang akan mendorong harga kembali naik. Jika bentuk cangkir terlalu kecil atau tajam karena terlalu cepat terbentuk, itu tidak bisa menjadi keseimbangan fase konsolidasi ketika trend naik. Oleh karena itu sinyal trading yang akan muncul akan lemah.

Ketiga adalah ketinggian cangkir juga penting untuk diperhatikan. Secara umum, tinggi cup adalah sepertiga atau dua pertiga ukuran uptrend sebelumnya. Tergantung pada tingkat fluktuasi pasar. Jadi jika jarak trend sebelumnya 1000 pips maka tinggi cangkir di kisaran 333 pips atau 666 pips. Tinggi cup ini juga dapat digunakan sebagai penataan target ketika breakout handle terjadi dan menyelesaikan pola dengan sempurna.

Keempat yakni pegangannya. Ini adalah gerakan korektif kecil setelah dibulatkan dan membentuk dua puncak untuk mendapatkan level breakout. Ketika komponen-komponen ini sudah bisa Anda identifikasi maka Anda bisa melakukan rencana trading dengan tepat.

Pola Inverted Cup dan Handle

Inverted Cup dan Handle adalah merupakan kebalikan pola cup dan handle. Prinsipnya sama hanya arah pergerakan harganya berlawanan dengan pola cup dan handle. Jika pola cangkir dan pegangan terdapat banyak peluang untuk membeli maka pada pola yang ini banyak peluang untuk menjual. Berikut ini contoh pola Inverted Cup dan Handle pada pasangan uang harian GBP/USD:

Kesimpulan

Jadi, Anda dapat mengetahui jika terjadi downtrend – sideways – uptrend – sideways – break, ini merupakan pergerakan pola cup dan handle. Dan sebaliknya, ketika terjadi uptrend – sideways -downtrend – sideways – break, maka ini menunjukan pergerakan pola Inverted cup dan handle.

Semoga Bermanfaat Sobat, Salam Profit.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *