Perbedaan Trading Forex dan Saham

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, investasi terbagi menjadi dua jenis yakni investasi dalam bentuk aset yang nyata seperti logam mulia, property, benda seni, dan sebagainya, kemudian ada pula investasi dalam bentuk sekuritas atau surat-surat berharga. Lain lagi di zaman sekarang, semakin banyak masyarakat yang berbisnis dengan terjun dalam investasi online seperti trading forex dan saham karena memiliki peluang keuntungan yang besar meski disertai oleh resiko yang besar juga.

Perdagangan valuta asing atau trading forex merupakan jenis usaha lain yang sangat menggiurkan dan mempunyai peluang profit yang cukup besar pula. Banyak trader berpendapat bahwa investasi forex jauh lebih menguntungkan daripada investasi saham. Padahal antara keduanya memiliki persamaan yaitu mendapatkan keuntungan dari selisih pergerakan harga. Namun, ada banyak juga beberapa hal yang membedakan antara saham dan forex tersebut. Lantas apa saja perbedaannya? Mari kita simak penjelasannya.

Kapitalisasi atau Likuiditas

Dari segi kapitalisasi, tidak ada investasi yang lebih besar dari pasar forex, baik dalam pasar apapun dan jenis apapun. Forex tetaplah yang terbesar sehingga bisa dikatakan pasar forex sangat tinggi faktor likuiditasnya. Sebagai perbandingan, apabila Anda melihat pasar saham BEJ transaksi jual beli hanya berkisar 4-7 triliun rupiah per hari. Sedangkan pasar forex dunia mencapai 3,5 triliun dollar per hari yang berarti 1000 kali lebih besar.

Karena itulah bisa dikatakan pasar forex merupakan pasar perdagangan yang sangat likuid dengan perputaran rata-rata 5 triliun dollar setiap harinya, sedangkan transaksi keuangan pada bursa efek Jakarta cuma mencapai 5 triliun rupiah per hari. Terlebih lagi, rata-rata volume harian market forex setara dengan 46 kali gabungan pasar saham di seluruh dunia. Karena itulah, berkat tingginya faktor likuiditas tersebut trading forex lebih diminati daripada trading saham.

Peluang Keuntungan dan Resiko

Anda pasti sudah mengetahui di sepanjang sejarah awal forex sampai saat ini, ada yang namanya transaksi buy atau sell dan keduanya itu membawa profit menjanjikan. Apabila market sudah mencapai harga terendah, trader bisa melakukan pembelian. Begitu pula sebaliknya, apabila pasar sudah mencapai nilai tertinggi atau titik jenuh, maka trader bisa melakukan penjualan valas.

Tetapi pada trading saham, keuntungan hanya terjadi apabila saham terjadi pada satu arah yakni pada posisi buy. Hal ini berarti seorang trader saham akan mendapatkan profit kalau saham yang dibelinya naik. Inilah salah satu perbedaan trading forex dan saham.

Karena memiliki peluang untuk mendapatkan profit yang besar dalam waktu yang cepat pula, maka trading forex juga memiliki resiko kerugian yang besar pula, sesuai dengan motto dasar prinsip yaitu high risk>high return. Oleh sebab itu, para trader forex harus memiliki strategi trading yang cocok dengan mempelajari kondisi pasar dan memprediksi kemungkinan yang nantinya terjadi sebagai dasar pengambilan keputusan.

Komisi

Biasanya, perusahaan broker forex tidak akan menetapkan komisi untuk transaksi yang dilakukan oleh para trader. Kebanyakan broker forex tidak akan mengenakan biaya tambahan berupa komisi atau biaya transaksi. Karena itulah, broker hanya mengambil jasa dari spread antara jual dan beli. Hal ini maksudnya yakni selisih harga jual atau beli yang berbeda-beda di setiap mata uangnya. Berbeda lagi dengan saham, Anda wajib membayar fee sebesar 0,15% sampai dengan 0,3 % dari jual atau beli.

Skope

Dalam sistem perdagangan forex, berarti Anda telah terikat secara global atau internasional ke pasar keuangan di seluruh pelosok dunia. Apabila Anda bersmain saham lokal, maka yang mesti Anda perhatikan yaitu ekonomi Indonesia. Pergerakan harga saham lokal tidak bakal pernah dapat berpengaruh ke dalam perdagangan forex.

Tetapi dalam kondisi global dan sentimen yang terjadi di market forex, seringkali bisa berimbas sampai ke saham-saham lokal atau saham negara tertentu. Contohnya, saat ini USD atau EUR naik (pasar atau nilai US turun), hal ini dapat dilihat bahwa ekonomi US sedang turun. Umumnya, jika ekonomi US turun, maka saham-saham AS juga akan turun dan berakibat ke pasar saham.

Waktu yang Fleksibel

Perdagangan forex berlangsung sepanjang 5 hari dalam seminggu selama 24 jam penuh. Jika pasar forex Asia berakhir, maka saat itu jugalah pasar forex Eropa terbuka, atau saat pasar forex Eropa telah ditutup, selanjutnya pasar forex Amerika yang dapat dibuka, dan terakhir, saat pasar forex Amerika selesai, siklus kembali ke awal yaitu pasar Asia.

Dengan demikian, Anda dapat melakukan trading kapanpun dan dimanapun, terlebih lagi sekarang berbagai perangkat gadget modern seperti smartphone sudah bisa di install dengan software aplikasi untuk trading. Para trader pemula yang belum berani melepaskan pekerjaan utamanya, dapat memilih waktu trading setelah jam kerjanya usai.

Dari sinilah perbedaan yang menonjol antara forex dan saham. Waktu untuk melakukan trading saham lebih terbatas dibandingkan dengan trading forex, karena Anda hanya bisa melakukan trading saham pada jam kantor pada umumnya, yakni sekitar jam 9.30 hingga jam 16.00 di luar jam istirahat. Jika sudah begitu, berarti Anda yang memiliki pekerjaan lain jadi tidak bisa melakukan trading saham tersebut.

Jangkaun Market

Trading antara forex dan saham juga dapat dibedakan oleh jangkauan kedua market investasi tersebut. Pasar trading forex bisa menjangkau pasar forex dunia dengan trader yang berasal dari seluruh dunia bersamaan dengan mata uang dari berbagai negara. Namun, trading saham lokal hanya bisa terjadi di tanah air saja, contoh bursa efek Jakarta. Ketidakstabilan yang terjadi pada dunia forex sangat mampu mempengaruhi fluktuasi pada pasa saham.

Tapi sebaliknya, kondisi yang terjadi pada pasar saham tidak akan mampu mempengaruhi keadaan pada pasar forex. Dengan begitu, para trader saham harus mengikuti berita ekonomi dengan seksama jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Bebas Bandar

Jika Anda sering bermain saham, maka Anda pasti sering mendengar istilah ‘gorengan’, khususnya dalam pasar saham lokal seperti BEJ. Lantas, kenapa suatu saham dapat digoreng? Karena ada seseorang, kumpulan orang, lembaga finasial dengan modal atau dana yang cukup kuat, mereka akan membeli suatu saham terus-menerus.

Hal ini seolah-olah bisa dikatakan, kalau saham sedang naik, maka banyak pula individual trader yang akan berpengaruh untuk ikut-ikutan membeli saham tersebut. Ketika harga sudah naik sesuai dengan keinginan bandar, maka bandar akan segera mungkin menjual saham tersebut. Tetapi bagaimana dengan forex? Sederhana saja, kira-kira butuh modal berapa untuk menggerakkan pasar senilai 3,5 triliun dollar, intinya uang sebanyak itu milik siapa?

Kesimpulan

Trading saham dan trading forex memang sekilas terlihat sama, namun nyatanya ada banyak sekali perbedaan yang menonjol antara kedua jenis trading tersebut. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi ada pula sebuah persamaan dalam kedua trading tersebut. Anda pun perlu mempelajari lebih dalam mengenai kedua jenis trading ini agar dapat menemukan investasi mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda karena keduanya memiliki karakter yang berbeda dalam proses investasinya.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *