Pengertian Stop Loss Hunter

Sebagai trader, apakah Anda pernah merasa dicurangi oleh broker? Jika jawabannya pernah, maka apa dasarnya yang membuat kecurigaan Anda muncul? Percaya atau tidak, banyak trader merasa telah dicurangi karena aktivitas harga di platform trading yang mereka anggap tidak normal. Keluhan ini umumnya muncul setelah pergerakan ‘tak normal’ ini sering merugikan mereka. Dari sinilah, muncul istilah stop loss hunter. Lantas apa itu pengertian stop loss hunter?

Istilah stop loss hunter diperuntukkan bagi broker-broker yang dicurigai sedang memanipulasi harga sehingga merugikan para trader. Meskipun trader sudah segenap cara menentukan stop loss forex agar tidak merugi, namun masih ada saja hal-hal yang tidak bisa dikatakan normal, sehingga trader terus mengalami kerugian sampai modal habis.

Apa itu Stop Loss Hunter?

Stop loss hunter atau dalam bahasa Indonesianya pemburu stop loss ialah pihak-pihak yang membidik stop loss trader supaya mudah tersentuh. Saat posisi trader terkena stop loss sehingga akhirnya ditutup dengan kerugian dan para pemburu ini otomatis mendapat keuntungan. Trader yang menjadi korban stop loss hunter umumnya mengalami kejadian-kejadian tak normal. Salah satu contohnya ialah sebagai berikut.

Seorang trader akan membuka posisi buy USD atau EUR di level 1.3150, kemudian menempatkan stop loss 50 pips dari entry level di 1.3100. Saat harga turun mencapai 1.3105, maka posisi trader tersebut tiba-tiba sudah tertutup oleh stop loss. Ketika ditelusuri lebih dalam, ternyata spread melebar sampai menyentuh target stop loss-nya. Keadaan ini bukan terjadi satu atau dua kali saja, sehingga dapat menimbulkan kerugian besar pada akun si trader, walaupun menerapkan manajemen resiko.

Bagaimana Broker Menggunakan Stop Loss Hunting?

Selain pengertian stop loss hunter, maka Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara broker menggunakan metode stop loss hunting. Dalam artikel ini, kami ingin menyampaikan bagaimana cara broker-broker nakal (walaupun tidak semuanya) melakukan kecurangan dengan sengaja supaya trader menyentuh stop loss yang sudah dipasang.

Hal inilah yang dinamakan dengan stop loss hunting. Teknik stop loss hunting ialah sebuah cara curang yang digunakan oleh broker nakal karena sengaja akan membuat stop loss order yang sudah dipasang oleh trader agar tersentuh dengan sengaja. Kondisi ini akan memungkinkan broker akan menggunakan sebuah program ataupun menggunakan orang yang bertugas dalam mengawasi posisi stop loss yang sudah di ambil trader.

Lantas bagaimana caranya mengetahui broker sudah melakukan kecurangan. Untuk mengetahuinya, Anda bisa membandingkan 3 grafik di platfrorm trading broker yang berbeda di bawah ini:

Dilihat dari tampilan chart platform trading dari 3 broker di atas, memang sekilas tidak mempunyai perbedaan. Tapi bila diperhatikan lebih seksama tampilan di chart ketiga atau grafik bawah sekali, tampak berbeda dari tampilan di grafik pertama. Perbedaannya ialah garis-garis tipis yang mengarah ke atas. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat gambar di bawah ini.

Demikianlah cara stop loss hunting bekerja. Garis-garis yang mengarah ke atas tersebut sebenarnya ialah stop loss hunting yang memang sengaja menyentuh stop loss order dari trader yang sudah dipasangnya. Kejadian stop loss hunting ini biasanya dijumpai pada platform trading broker yang tak teregulasi secara resmi.

Trik untuk Menghindari Stop Loss Hunter

Karena menimbulkan kerugian besar, tentu saja stop loss hunter menjadi ‘musibah’ yang harus dihindari oleh trader, terutama untuk trader yang sering memanfaatkan stop loss dalam menerapkan strategi trading-nya.

Memang tidak ada trik khusus untuk menghindari stop loss hunter ini. lagipula tidak ada teknik atau strategi trading tertentu untuk menghindarinya. Namun jika broker Anda sudah terbukti curang, sebaiknya Anda jangan melakukan aktivitas trading di platform tersebut. Lebih baik Anda menggunakan broker yang jelas teregulasi dan juga di awasi oleh sebuah lembaga pengawas perdagangan berjangka.

Salah satu trik mengetahui apakah broker Anda teregulasi atau tidak yaitu dengan memeriksa apakah broker tersebut teregulasi oleh lembaga pengawas perdagangan berjangka. Untuk di Tanah Air, daftar perusahaan broker yang diawasi dan teregulasi oleh lembaga Bappebti bisa Anda lihat dari website resmi Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka).

Lain halnya apabila Anda merasa lebih nyaman menggunakan broker luar negeri pun tidak masalah. Tapi, Anda harus memastikan legalitas dari perusahaan broker tersebut saat menjalankan aktivitas usahanya. Misalnya di Inggris, terdapat lembaga pengawas FCA atau Financial Conduct Authority, dan lain sebagainya.

Para ‘Tersangka’ Stop Loss Hunter

Saat berdiskusi mengenai stop loss hunter, banyak trader pemula yang langsung menuduh broker bandar sebagai tersangka utama. Walaupun hal itu benar, namun ketahuilah jika masih ada pelaku lainnya yang sering luput dari perhatian. Kegagalan mengenali tersangka inilah yang mampu menyebabkan banyak trader mengalami kerugian.

Big Player

Big player atau pemain besar yang sudah sangat berpengalaman dan pandai memanfaatkan kesalahan trader pemula untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Prinsipnya dapat ditelusuri dari hubungan buyer dan seller di pasaran forex. Saat Anda ingin membeli suatu mata asing di atas level support, darimana Anda melakukannya kalau tidak dari penjual?

Untuk memancing trader pemula yang melakukan sell di level support, mereka rela menempatkan harga di bawah support, lalu melakukan open buy dengan volume besar untuk mendorong harga kembali naik. Big player umumnya bertransaksi sebagai trader institusi yang mempunyai cukup ‘amunisi’ untuk menciptakan pergerakan harga seperti itu.

Trader yang sudah sangat pro ini juga mempunyai keahlian yang mumpuni untuk dapat memprediksikan level-level stop loss favorit trader amatir. Bagaimanapun juga, rekomendasi penempatan stop loss di hampir semua metode dan sumber belajar forex biasanya tak jauh dari 5 hal ini:
• Level Fibonacci dan Pivot Point
• Level bulat atau psikologis
• High atau low harga terdekat
• Moving average dengan periode paling sering digunakan, seperti MA 10, MA 20, MA 50, MA 100 dan MA 200
• Level tempat pertemuan semua unsur di atas

Bagaimana Cara jitu Menghindari Stop Loss Hunter?

Dari penjelasan di atas, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa trader pemula harus sangat berhati-hati supaya tidak menjadi korban kecurangan stop loss hunter. Mulai dari cara memilih broker sampai merencanakan posisi trading, ini dia cara jitu melindungi diri dari stop loss hunter:
• Pilih broker dengan cermat. Usahakan untuk menghindari broker bandar dan lihat juga pengalaman dan regulasi broker untuk menentukan kredibilitasnya.
• Hindari menempatkan stop loss pada level-level kunci yang umum
• Buatlah jurnal trading sehingga Anda mampu mengevaluasi hasil transaksi. Hal ini dapat menunjukkan apakah Anda merugi dari kesalahan sendiri atau disebabkan oleh stop loss hunter
• Kurangi bertrading di waktu rilis berita berdampak tinggi. Kalau Anda masih memiliki posisi floating, maka sesuaikan stop loss dengan tingkat volatilitas terupdate
• Selalu gunakan lebih dari satu sinyal trading setiap ingin mengambil keputusan penting
• Waspadai false break dengan menunggu konfirmasi lebih lanjut
• Tingkatkan disiplin trading, serta kendalikan emosi Anda.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *