Pengertian Stochastic Oscillator

Saat ini, berbagai jenis dan varian indikator telah digunakan dalam bisnis dunia trading. Salah satu indikator yang paling banyak digunakan adalah Stochastic Oscillator. Jenis indikator ini adalah indikator momentum yang membandingkan harga penutupan suatu keamanan dengan kisaran harga selama periode waktu tertentu. Sensitivitas osilator terhadap pergerakan pasar dapat direduksi dengan menyesuaikan jangka waktu tersebut atau dengan mengambil rata-rata pergerakan hasil.

Indikator ini memiliki dua garis: yaitu garis %K dan garis %D. Demi kemudahan untuk membedakannya, umumnya keduanya diberi warna yang berbeda. Warna yang biasa digunakan adalah warna biru muda untuk %K dan warna merah untuk %D. Selain itu, %D juga umumnya ditampilkan sebagai garis putus-putus. Tentu saja warna-warna itu nantinya dapat Anda ganti sesuai selera, yang penting nanti Anda dapat membedakan mana yang %K dan mana yang %D

Stochastic Oscillator dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
% K = 100 (C – L14) / (H14 – L14)
Dimana:
C = harga penutupan terbaru
L14 = rendahnya 14 sesi perdagangan sebelumnya
H14 = harga tertinggi diperdagangkan selama periode 14 hari yang sama
% K = tingkat pasar saat ini untuk pasangan mata uang
% D = rata-rata pergerakan 3-bulan dari% K

Teori umum yang menjadi fondasi untuk indikator ini adalah bahwa dalam sebuah tren pasar ke atas, harga akan mendekati level tertinggi, dan dalam sebuah tren pasar ke bawah, harga mendekati mendekati titik terendah. Sinyal transaksi dibuat saat% K melintasi melalui moving average tiga periode, yang disebut% D.

Sejarah Stochastic Oscillator

Stochastic Oscillator dikembangkan pada akhir 1950-an oleh George Lane. Seperti yang dirancang oleh Lane, Stochastic Oscillator menyatakan bahwa lokasi harga penutupan saham dalam kaitannya dengan kisaran harga saham yang tinggi dan rendah selama periode waktu tertentu, umumnya dalam periode 14 hari. Lane, selama berbagai wawancara, mengatakan bahwa Stochastic Oscillator tidak mengikuti harga atau volume atau yang serupa.

Dia pun menunjukkan bahwa osilator mengikuti kecepatan atau momentum harga. Lane juga mengungkapkan dalam wawancara bahwa, sebagai suatu peraturan, momentum atau kecepatan harga saham berubah sebelum harga berubah dengan sendirinya. Dengan cara ini, Stochastic Oscillator dapat digunakan untuk pembalikan foreshadow saat indikator menunjukkan adanya divergensi bullish atau bearish. Sinyal ini adalah yang pertama, dan dapat dibilang yang paling penting, sinyal perdagangan Lane diidentifikasi.

Kelebihan Stochastic Oscillator

Sama seperti RSI yang juga oscilator indicator, kelebihan sekaligus kekurangan Stochastic adalah kesensitifitasnya. Karena sensitif, maka indikator tersebut dapat memberikan sinyal yang lebih dini dalam pemantauan pergerakan harga. Namun dengan begitu rentan membuka celah munculnya berbagai sinyal palsu.

Demi mengurangi banyaknya sinyal palsu akibat faktor sensitifitas dari Stochastic sendiri, maka Anda akan memerlukan lebih dari sekedar %D untuk menghaluskannya. Garis %K pun dapat dihaluskan terlebih dahulu sebelum kemudian diolah kembali menjadi %D. Pengolahan tersebut akan membuat berbagai varian dari indikator Stochastic Oscillator sendiri.

Fast Stochastic adalah nama lain dari Stochastic biasa. Jika terdapat garis %K yang dimuluskan SMA 3 periode sebelum kemudian diolah kembali dengan SMA 3 peride berikutnya guna memperoleh garis %D maka akan diperoleh Slow Stochastic Oscillator. Sementara itu, jika pemulusan menggunakan SMA dengan periode selain 3 untuk %K, Stochastic yang demikian dinamakan Full Stochastic Oscillator.

Saat ini pemulusan %K dari Stochastic tidak hanya menggunakan SMA saja, namun dapat juga menggunakan WMA dan XMA. Jadi, sebenarnya bergantung pada mana yang menurut Anda cocok. Kami hanya akan membahas cara membaca untuk Fast Stochastic Oscillator, untuk varian lainnya sama saja dalam cara membacanya. Yang berbeda hanyalah pada tingkat sensitifitas dan keakuratannya saja. Dan jangan lupa ada penentuan periode disinii. Kalau %K Anda ganti periodenya menjadi lebih besar atau lebih kecil dari 14, maka bakal menghasilkan keakuratan yang berbeda tergantung pair yang Anda transaksikan.

Cara Penggunaan Stochastic Oscillator

Stochastic Oscillator dapat diterapkan dengan mudah pada sofware trading, karena telah menjadi salah satu indikator integral. Pada Metatrader4 (MT4), trader cukup mencari indikator ini pada menu, lalu klik “Insert – Indicators – Oscillators”. Stochastic Oscillator nantinya akan muncul dalam subwindow di chart pair forex yang sedang diamati.

Stochastic Oscillator bergerak naik-turun antara 1 hingga 100. Di saat garis ingin memasuki kisaran angka 80-100, maka perolehan akan menunjukkan pasar dalam kondisi overbought, sedangkan bila garis memasuki kisaran 1-20 berarti sedang terjadi oversold. Sinyal trading akan muncul ketika terjadi crossover (perlintasan) antara %K dan %D. Sinyal sell yang berkualitas akan nampak saat crossover di area overbought, sedangkan sinyal buy nampak saat crossover di area oversold.

Namun, satu hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan Stochastic Oscillator dalam analisa forex yaitu Overbought tidak lantas menjadi sinyal bearish yang akurat dan oversold bukanlah sinyal pasti bullish. Sangat dianjurkan untuk Anda supaya terus mengamati Oversold saat pasar sedang Uptrend dan mengamati Overbought saat pasar sedang Downtrend saja agar dapat mendapatkan sinyal yang lebih akurat. Akan tetapi, umumnya Stochastic Oscillator lebih handal untuk analisa forex dalam kondisi pasar sideways (ranging) daripada ketika sedang trending.

Overbought vs Oversold

Lane juga menyatakan peran penting yang dapat dimainkan oleh osilator stokastik dalam mengidentifikasi tingkat overbought dan oversold, karena kisarannya terbatas. Kisaran ini – dari 0 sampai 100 – akan tetap konstan, tidak peduli seberapa cepat atau lambatnya kemajuan keamanan atau penurunan. Mengingat setting paling tradisional untuk osilator, 20 umumnya dianggap sebagai batas oversold dan 80 dianggap sebagai overbought threshold.

Namun, tingkat disesuaikan agar sesuai dengan karakteristik keamanan dan kebutuhan analisis. Bacaan di atas 80 menunjukkan keamanan diperdagangkan di dekat bagian atas kisaran rendahnya; Bacaan di bawah 20 mengindikasikan keamanan diperdagangkan di dekat bagian bawah kisaran low-low-nya.

Keadaan overbought atau oversold ini akan memicu perubahan naik turunnya harga dalam jangka panjang. Apabila sedang terjadi kenaikan harga namun stochastic telah menuju titik overbought-nya dan mulai meninggalkan area tersebut, itu berarti akan terjadi tekanan pada laju kenaikan harga yang pada akhirnya membuat harga kembali turun sampai keseimbangannya yang baru.

Kesimpulan

Stochastic oscillator atau lebih sering disebut dengan indikator stochastic adalah salah satu indikator yang mampu membantu Anda untuk menemukan momentum yang baik untuk menentukan entry point. Indikator ini pertama kali diperkenalkan dan kembangkan oleh seorang dokter yang juga adalah trader saham dan analis teknikal yang bernama George Lane di tahun 1950-an.

Stochastic juga menjadi salah satu indikator yang paling populer di kalangan para trader karena mudah dimengerti dan digunakan. Di samping itu, dengan metode yang baik, indikator ini juga bisa menghasilkan profit dengan konsistensi yang cukup baik. Itulah sebabnya indikator ini masih populer hingga saat ini.

Incoming search terms:

  • pengertian indikator stokastik

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *