Pengertian Spread pada Forex

Trader mana yang tidak mengenal istilah ‘spread’? Bagi Anda yang giat bertransaksi forex setiap saat pasti langsung berhadapan dengan spread. Namun, untuk trader pemula yang baru ingin mencoba berkecimpung di dunia forex belum paham betul mengenai spread. Oleh karena itu, kami akan mengajak Anda untuk mengetahui pengertian spread pada forex dan juga peranan atau kegunaannya.

Pengertian Spread
Setelah sebelumnya kita telah mengenal apa itu VPS Forex, maka sekarang kita akan beralih ke istilah spread yang sering ditemukan pada pembahasan-pembahasan umum di dunia trading itu. Ketika Anda melihat quote atau harga forex, biasanya selalu diikuti dengan nilai bid dan ask.

Dari sini, kita bisa artikan jika spread adalah selisih antara harga bid (jual) dan nilai ask (beli) atau antar quotes sell dan quotes buy. Spread ini berarti pendapatan yang diperoleh oleh broker dimana pada saat kita jual, spread akan dibebankan antara 2 poin sampai puluhan poin tergantung pasangan mata uang yang digunakan.

Perlu diketahui bahwa besaran spread akan berbeda pada tiap pasangan mata uang. Untuk pasangan yang sama pun, spread yang diberikan mungkin berbeda antara satu broker forex dengan broker lainnya. Ada broker forex menggunakan spread tetap atau sering disebut fixed spread, yaitu spread yang tidak berubah dalam kondisi pasar. Tapi ada pula yang menggunakan sistem spread terapung atau floating, dimana spreadnya bervariasi tergantung kondisi pasar.

Dengan kata lain, spread adalah selisih antara harga jual dan harga beli. Apabila Anda perhatikan pertukaran valas di semua bank termasuk bank lokal, harga jual dan harga belinya memiliki selisih sekitar beberapa ratus rupiah, dan inilah yang dimaksud dengan spread. Namun di forex, spread menggunakan pip.

Bila anda order beli atau jual posisi pertama, pasti spread dalam keadaan di minus atau -1 pip, bisa -2 pip, bisa -3 pips atau lebih. Kondisi minus awal ini adalah karena spread yang harus Anda bayar setiap kali Anda membuka posisi baru. Ukuran spread kecil juga ditentukan oleh jenis pair yang diperdagangkan dan juga ditentukan oleh broker itu sendiri.

Apa itu Spread Fixed dan Floating?
Awalnya, para broker forex menerapkan Floating Spread. Floating Spread adalah spread yang bervariasi sesuai dengan volatilitas pasar. Namun, kondisi trading terasa tidak nyaman saat volatilitas meroket, karena spread akan melompat secara otomatis. Itulah yang memulai penciptaan fasilitas fixed spread (spread tetap). Lantas, apa yang dimaksud dengan spread fixed?

Fixed Spread ialah selisih antara harga Bid dan Ask yang telah ditetapkan oleh masing-masing broker, dan tidak akan berubah terlalu signifikan. Kecuali, pada perkembangan selanjutnya, broker forex merasa perlu untuk meningkatkan spread tersebut. Walaupun spread ini tetap, namun dalam aturan masing-masing broker biasanya ditambahkan kalimat dalam bentuk disclaimer bahwa “akan terjadi kenaikan spread ketika sebuah berita fundamental sangat kuat mempengaruhi pasar”, dimana laju pergerakan untuk pasangan mata uang akan berubah sangat cepat pula.

Spread tetap memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Keuntungannya, biaya Fixed Spread yang stabil membuat manajemen uang saat trading semakin konsisten. Kekurangannya yaitu nilai Fixed Spread bisa lebih besar dari Floating Spread saat pasar sedang tenang. Sedangkan, Floating Spread sendiri juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Bagi trader forex berpengalaman, Floating Spread sebenarnya terasa lebih menarik ketimbang fixed spread. Volatilitas yang meroket akan menjadi momen yang telah lama dinanti, karena setiap saat tidak menghasilkan keuntungan dalam waktu yang sangat singkat.

Saat Floating Spread Terasa Merugikan
Bila spread berubah, bagi trader yang sudah melakukan open posisi di awal, tentu hal ini tidak menjadi masalah karena tidak terlalu besar pengaruhnya, kecuali jika dalam posisi rugi, maka pembengkakan spread ini sangatlah merugikan. Namun, bagi trader yang membuka open position bertepatan dengan kondisi spread yang melebar, maka dampak spread akan sangat terasa.

Karena dengan banyaknya trader forex buka posisi pada waktu bersamaan, seringkali ada delay dalam open position, dan tentunya hal ini sangat merugikan trader jika kemudian harga eksekusi terjadi pada level yang berbeda dari yang diharapkan. Ada kemungkinan Spread harus ditanggung begitu membengkak dan target keuntungan yang diinginkan bahkan tidak didapat karena delay tersebut. Oleh karena itu, perhatikan nilai spread-nya pada pasangan mata uang yang Anda gunakan sebelum bertransaksi forex.

Menentukan Broker dengan Low Spread
Apa itu yang dimaksud spread rendah? Spread rendah ialah spread pada nilai 0. Apakah ada broker forex yang menawarkan spread rendah itu? Jawabannya tentu saja ada. Bahkan sejumlah broker forex menyediakan layanan Zero Spread account, yaitu jenis akun dimana nilai spread adalah nol, sehingga memungkinkan trader untuk menghemat biaya per transaksi

Namun, Anda tetap perlu memperhatikan peraturan yang berlaku, karena biasanya ada beberapa kebijakan khusus yang mungkin perlu Anda perhatikan. Misalnya Zero Spread pada akun ECN. Biasanya akan meminta Anda untuk menerima kondisi trading yang sangat berbeda dengan akun standar di broker forex pada umumnya.

Penutup
Secara sederhananya, spread adalah selisih antara harga bid dan harga Ask, atau bisa dikatakan, selisih antara harga jual dan harga beli antar pasangan mata uang.

Seperti yang diketahui dari artikel forex sebelumnya, mata uang di forex ditradingkan secara berpasangan, contohnya EUR/USD, GBP/USD, dan lain-lain. Dalam proses jual beli, akan diketahui harga Bid di mana kita akan menjual (sell) pasangan mata uang, dan harga Ask dimana kita bisa membeli (buy) pair tersebut. Untuk itu, spread mengacu pada perbedaan antara keduanya. Agar lebih jelasnya, mari simak kasus contoh di bawah ini.

Misalkan pasangan mata uang EUR/USD menerapkan harga beli 1.1190 dan harga jual 1.1184, maka spread adalah 6 poin (6 pips). Bagi pialang atau broker, spread menjadi pendapatan sebagai imbalan atas fasilitas perdagangan yang disediakannya. Sedangkan untuk pedagang, spread adalah bagian dari biaya perdagangan. Oleh karena itu, secara umum semakin kecil spread yang dikenakan oleh broker, semakin baik pula bagi trader, karena memungkinkan profit lebih mudah.

Jumlah spread juga akan selalu berbeda, baik untuk masing-masing broker atau untuk setiap pasangan forex, dan akan ditampilkan di atas grafik pada software trading seperti MT4 atau platform lainnya. Sementara itu, aturan spread yang diterapkan oleh broker adalah dua jenis yaitu fixed spread dan floating spread. Spread tetap berarti jumlahnya tetap, sedangkan Floating Spread akan bervariasi dari waktu ke waktu.

Namun, apa pun jenis spread yang berlaku, kondisi pasar dapat memaksa pelebaran spread ketika harga bergerak sangat cepat karena peristiwa fundamental yang sangat kuat. Inilah pentingnya membiasakan diri mengecek spread sebelum bertransaksi, bahkan sejak awal Anda belajar forex. Perlu dicatat bahwa spread tersebut dapat mempengaruhi berapa banyak keuntungan atau kerugian trader.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *