Pengertian Order GTC dan Order OCO dalam Forex

Dalam dunia forex pastinya seorang trader memasang atau melepas posisi yang dikenal dengan istilah ‘order’ dalam setiap transaksi trading forex. Sebelum membahas pokok permasalah mengenai pengertian order GTC dan order OCO dalam dunia forex, ada baiknya Anda sebagai seorang trader Anda mengetahui jenis order yang berlaku dalam forex.

Bisnis forex menjadi salah satu bisnis yang dipilih beberapa calon trader yang ingin menikmati keuntungan yang terbilang luar biasa. Bahkan 5 keuntungan bisnis forex ini dapat dijadikan pedoman mengapa harus memilih untuk berbisnis forex. Namun, saat Anda ingin membuka akun pada salah satu broker forex, pastikan terlebih dahulu Anda tahu jenis order apa saja yang berlaku pada broker tersebut. Karena dasar dari trading forex adalah membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi. Terdapat beberapa jenis order dalam trading forex, berikut diantaranya:

1. Market Order

Ini adalah jenis order yang paling sederhana. Market order merupakan jenis order buy maupun sell dengan harga terbaik yang tersedia di pasar trading.

Misalnya, harga bid pada EUR/USD saat ini berada di harga 1.2140, dan harga ask di harga 1.2142. Jika Anda ingin membeli EUR/USD pada harga pasar, maka akan dijual pada Anda dengan harga 1,2142. Anda akan klik “buy” pada platform trading, dan platform akan segera mengeksekusi order buy pada harga tersebut. Mudah dan sangat sederhana, sama halnya dengan Anda belanja barang online.

2. Limit Entry Order

Ini merupakan jenis order yang ditempatkan untuk membeli (buy) dibawah harga pasar saat ini, atau menjual (sell) diatas harga pasar saat ini.

Misalnya, EUR/USD saat ini diperdagangkan di harga 1.2050. Anda ingin membuka posisi short jika harga mencapai 1.2070. Anda bisa menunggu sampai kapanpun hingga harga mencapai 1.2070 lalu klik sell dengan market order. Tapi Anda juga bisa memasang “sell” dengan limit entry order sekarang, lalu tinggalkan. Jika harga naik hingga 1.2070 maka platform trading secara otomatis akan membuka posisi sell pada harga terbaik saat itu.

3. Stop Entry Order

Dalam jenis order yang satu ini Anda bisa gunakan jika ingin membuka posisi buy diatas harga pasar saat ini, atau melakukan sell dibawah harga pasar saat ini. Jenis order ini dapat Anda gunakan jika perkirakan harga akan terus bergerak ke satu arah yang sama.

Misalnya, GBP/USD saat ini diperdagangkan di harga 1,5050 dan nampaknya bergerak ke atas. Anda berpikir bahwa harga akan terus meningkat jika telah menyentuh 1,5060. Selanjutnya, Anda bisa menunggu sampai harga mencapai 1.5060 maka klik saja buy dengan market order, atau sekarang Anda pasang stop-entry order di harga 1.5060.

4. Stop Loss Order

Jenis stop loss order, digunakan untuk mencegah kerugian semakin parah, jika harga bergerak dalam arah yang tidak terduga. Jenis order ini dipasang setelah Anda membuka order buy maupun sell dengan jenis order apapun, dan akan terus berlaku sampai pesanan stop loss dicabut atau posisi trading Anda ditutup.

Sebagai contoh, Anda membuka posisi long EUR/USD di harga 1.2230. Untuk membatasi kerugian maksimal, maka Anda pasang stop loss di harga 1.2200. Artinya, jika prediksi Anda salah dan EUR/USD turun ke 1.2200, maka platform trading otomatis akan menutup posisi trading pada saat itu juga dengan hasil loss Anda 30 pips.

Meskipun kedengarannya buruk, tapi bisa lebih baik, daripada jika harganya naik sampai 1.2100 dan Anda tidak memasang stop loss sama sekali dan kemudian ternyata rugi 130 pip. Stop loss sangat berguna jika Anda tidak mau duduk didepan monitor sepanjang hari setelah membuka posisi untuk trading.

5. Trailing Stop

Sebuah trailing stop merupakan variasi dari stop loss order yang ditempatkan pada posisi trading, namun mungkin dapat berpindah seiring dengan fluktuasi harga.

Misalkan ada posisi short USD/JPY di harga 90.80, dengan trailing stop 20 pip. Yang artinya, stop loss awal adalah sebesar 91.00. Jika harga ternyata berbalik turun sesuai yang diharapkan, kemudian menyentuh 90,60, maka trailing stop akan otomatis bergerak maju berpindah 20 pip menjadi 90.80 (hal demikian disebut juga break event).

Begitu trailing stop berpindah, maka akan tetap pada level tersebut. Jadi, misalkan harganya kemudian turun lagi sampai menyentuh 90.80, maka posisi akan langsung tertutup disana.

6. Jenis-Jenis Order yang Tidak Biasa

Di bawah ini jenis-jenis order yang tidak biasa yang bisa Anda ketahui:
– Good ‘Till Cancelled (GTC)
– Good for the Day (GFD)
– One-Cancels-the-Other (OCO)
– One-Triggers-the-Other(OTO)

Setelah Anda mengetahui berbagai macam jenis order yang bisa digunakan saat trading. Sekarang kami akan membahas lebih lanjut tentang apa itu GTC dan OCO.

GTC (Good Till Cancelled)

Perintah GTC berarti persis seperti kalimatnya. Perintah akan tetap aktif sampai Anda membatalkan secara manual. Anda harus berhati-hati dengan jenis pesanan ini karena Anda tidak ingin membuat order GTC lalu lupa dan akhirnya mendapati order terbuka sebulan kemudian dalam posisi yang kurang menguntungkan. Ingatlah bahwa Anda memiliki ide untuk membuka posisi pada harga tertentu karena menganalisa pasar dalam waktu tertentu. Jika waktu telah bergerak terlalu jauh maka posisi pada harga tersebut sudah tidak relevan lagi dengan kondisi pasar terakhir. Jika membuat pesanan GTC Anda harus menutup secara manual saat kondisi pasar tidak lagi relevan dengan keputusan Anda untuk mengambil posisi pada harga tersebut.

Secara lebih singkatnya, order akan tetap aktif dalam pasar trading sampai Anda memutuskan untuk membatalkannya. Broker Anda tidak akan membatalkan order Anda pada saat apapun. Dengan kata lain, tanggung jawab Anda untuk mengingat bahwa Anda menjadwalkan order ini didalam trading.

OCO (One Cancels the Other)

Perintah OCO pada dasarnya membuat dua pasang order. Ini bisa menjadi dua entry price order yang berbeda, dua stop loss berbeda atau dua entry price dan 2 stop loss berbeda. Bila salah satu perintah terbuka, yang lain akan otomatis dibatalkan. Ini bisa berguna misalnya saat pasar sedang konsolidasi dan Anda tidak tahu kemana harga akan tembus. Jadi Anda bisa menempatkan order beli dan stop loss diatas harga terkonsolidasi atau order sell dan stop loss order dibawah harga konsolidasi. Jika misalnya open order buy, maka sell order beserta stop loss yang menyertainya akan otomatis batal. Fitur ini sangat berguna bila Anda tidak yakin dimana pasar akan bergerak namun mengantisipasi pergerakan yang kuat.

Intinya pada OCO mengacu pada jenis order yang dikombinasi dari dua entry atau stop loss order. Dua order dengan harga dan durasi yang dipasang diatasdan dibawah harga pasar saat itu. Jika terjadi salah satu order tereksekusi maka order yang satunya akan membatalkan sendiri secara otomatis.

Penutup

Gunakan order yang benar-benar Anda butuh dan Anda mengerti, karena meskipun banyak sekali jenis-jenis order yang telah kami jelaskan diatas, tidak seluruh order tersebut dapat Anda gunakan dan tersedia disetiap broker-broker forex.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *