Pengertian Moving Average

Dalam bahasan kali ini kami akan menjabarkan apa itu Moving Average (MA). MA merupakan salah satu alat pendeteksi trend yang fungsinya untuk menganalisa apakah sebuah saham dalam keadaan naik atau sedang turun dalam perjalanan trend nya. Saat suatu saham dalam posisi uptrend, maka MA bakalan akan ada dibawah nilai saham, dan saat suatu saham dalam masa downtrend maka letak MA akan ada diatas harga.

Dalam perjalanannya Moving Average mempuyai tiga varian yakni Simple Moving Average (SMA), Weighted Moving Average (WMA), dan Exponential Moving Average (EMA), kesemuanya memang merupakan rata-rata metode bergerak dan cara merata-ratakannya memang sangat berbeda dalam peroperasiannya. Mengingat ketiga jenis tersebut memang berbeda dalam penganalisaannya. (Baca juga: 5 Broker Forex Gratis Tanpa Deposit)

Moving average merupakan salah satu jenis indikator teknikal dan dipakai dalam menampilkan angka harga rata-rata dari saham / index harga saham gabungan (IHSG) dalam jangka waktu waktu tertentu. Dimana jangka waktu waktu tertentu tersebut biasanya berdasarkan klasifikasi dibawah ini:
1. MA5 (hanya dalam jangka waktu 5 hari).
2. MA20 (hanya dalam jangka waktu 20 hari)
3. MA50/60 (hanya dalam jangka waktu 50/60 hari)
4. MA200 (hanya dalam jangka waktu 200 hari)

Dimana entry or exit di jangka waktu MA5 dan MA20 yang banyak melakukan hanyalah trader, dan investor jangka menengah yang melakukan entry or exit kebanyakan memakai MA50/60, lalu yang entry or exit memakai MA200 kebanyakan adalah investor jangka panjang. Yang masuk ke kategori investor jangka panjang yakni seseorang yang sudah membeli saham dengan acuan fundamental yang dipakai dalam masa lebih dari 2 tahun.

Bukan hanya dipakai dalam menentukan arah trend, fungsi dari MA yankni bisa dipakai dalam menentukan proteksi, masa entry (membeli) dan kapan waktunya untuk exit (menjual), kemudian untuk meratakan (smoothing) dalam pergerakan harga yang nampak kasar, serta menentukan juga signal konfirmasi saat adanya cross up dan juga cross down.

Jadi selama ini fungsi MA dipakai dalam meratakan gerakan pasar saat berjalan fluktuatif serta untuk memantau arah pergerakan harga, kemudian juga dalam memantau kekuatan sebuah trend apa stabil, turun dan bahkan naik.

Dalam menghitung MA kita hanya butuh pemahamaan ilmu statistika mengingat dalam menghitungnya sama saat kita merinci sample. Dalam saham, kita memang diwajibkan menghitung sample memakai harga saham pada saat closing market dalam jangka waktu tertentu. Semisal kita akan menghitung MA5 dalam saham ADRO, maka kita hanya butuh mengambil data harga keluar dari ADRO dalam kurun 5 hari saat masuk hari terakhir di masa perdagangan.

Saat kita akan melakukan analisa saham memakai MA di chart, maka kita tak diwajibkan menghitung MA20 nya di saham mana. Mengingat sejauh ini formula rumusnya telah tersedia di dalam chart, kita hanya memakai aplikasikan di chart dan susunan MA bakalan akan keluar bersama harganya.

Langkah membaca Moving Average

1. Simple MA (SMA)
Simple moving average merupakan jenis MA tersederhana saat kita melakukan perhitungan sebuah harga penutup. Dimana SMA sejauh ini masuk sebagai salah aplikasi mudah dalam menentukan trend. Kegunaan dari SMA bisa dijabarka sebagai berikut:
a. Melihat trend pada saat ini
b. Sinyal support serta resistance
c. Sebagai salah satu sinyal konfirmasi di indikator lainnya

2. Weighted MA (WMA)
Jika dilihat pemakaian dan juga fungsinya SMA dan WMA memang sama yakni memakai metodologi sama, cuma perbedaannya hanya ada di segi pengambilan datanya. Kalau SMA, data dalam jangka waktu 2 hari yang lalu sampai 2 minggu lalu nilainya masih saja sama, namun di WMA, dalam data terakhir mempunyai dampak lebih besar dalam segi nilainya dibandingkan dengan data sebelumnya.

Maka semakin besar nilai dari jangka waktu WMA dampaknya akan semakin besar juga ke data terbarunya.

3. Exponential MA (EMA)
XMA merupakan salah satu versi kelanjutan dari SMA. Dimana dalam pengoperasiannya masih sama, letak perbedanya dengan WMA yakni semakin besar angka jangka waktu maka semakin kecil nilai terakhir yang dipakai.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *