Pengertian Margin Call

Semakin meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini, maka semakin memicu berkembangnya bisnis di berbagai sektor, terutama pasar keuangan. Masyarakat jadi memiliki kelebihan dana yang dapat dimanfaatkan untuk tabungan dan investasi.

Selain investasi, masyarakat juga banyak mengambil pekerjaan sampingan lain yaitu melakukan trading di pasar keuangan demi mendapatkan peluang profit yang lebih besar. Produk keuangan yang dapat ditransaksikan antara lain emas, saham, trading oil, hingga bisnis forex.

Salah satu negara yang mempunyai perkembangan bisnis trading paling pesat yaitu Indonesia. Banyak sekali trader-trader lokal yang memperoleh kesuksesan dari bisnis online satu ini. Apalagi forex menjadi investasi menjanjikan yang membuat siapa saja dapat menghasilkan keuntungan besar.

Dilihat dari bukti-bukti, maka tak heran apabila banyaknya trader sukses di Indonesia yang membuat bisnis forex dari tahun ke tahun memang sangat luar biasa. Negeri Garuda ini memang menjadi negara yang terkenal dengan bisnis forex yang menguntungkan. Namun dari kebanyakan trader yang sukses, banyak pula kasus kerugian yang dilaporkan oleh para trader setelah bermain forex.

Modal yang awalnya digadang-gadang untuk merubah nasib mereka pun akhirnya justru habis tidak bersisa dan menghancurkan harapan yang selama ini di dambakan. Salah satu penyebab utama dari kerugian tersebut adalah margin call. Lantas apa itu margin call dan bagaimana bisa margin call mampu mengubah keberuntungan menjadi bencana bagi akun trader? Silahkan simak artikel ini.

Pengertian Margin Call

Margin Call merupakan suatu keadaan dimana open posisi sudah tidak lagi memungkinkan untuk diteruskan sebab memiliki cash equity telah menipis, sehingga dapat mengakibatkan kerugian total dan harus dilakukan pertambahan modal sebelum terkena margin call. Lebih jelasnya, margin call adalah likuidasi secara paksa yang dilakukan oleh broker karena akun Anda tidak memiliki dana yang cukup untuk menutupi posisi Anda yang sedang merugi.

Sebagai contohnya, apabila Anda memiliki modal awal sebesar 1.000, dan setelah Anda bermain forex, ternyata hasilnya Anda rugi sebesar 999. Kalau dibiarkan terus seperti ini, ada kemungkinan bisnis Anda merugi hingga 1.200 atau lebih.

Pertanyaannya adalah siapa yang akan menanggung kerugian 200 tersebut padahal modal Anda hanya 1.000? Jawabannya tidak ada yang ingin menanggung kerugian ini, apalagi broker tempat Anda bernaung. Oleh sebab itulah, bisnis Anda harus di tutup secara paksa oleh sang broker supaya rugi Anda hanya sebesar modal.

Karena itulah, pihak Broker forex akan menutup paksa setiap transaksi yang sedang Anda lakukan apabila kerugiannya hampir sama sebesar modal Anda supaya broker tidak menanggung kerugian akibat transaksi Anda. Itulah yang disebut dengan Margin Call. (Lihat juga: Pengertian GAP Analysis dalam Trading Forex)

Dasar untuk menentukan Margin Call

Setelah mengetahui apa itu margin call, berikut ini dasar-dasar broker untuk menentukan margin call suatu akun trader:

1. Margin Level

Sistem margin level ini digunakan pada platform MetaTrader. Contohnya broker akan menentukan margin call jika margin level sebesar 5%, maka saat Equity = 5 % x ‘Margin yang digunakan’, margin call pun akan terjadi sehingga satu per satu posisi yang terbuka akan tertutup secara otomatis oleh broker karena dana trader cukup untuk mengcover loss.

Rumus perhitungan margin level yaitu : Margin Level = Equity / Margin yang digunakan. Pengertian Equity merupakan Balance Anda setelah ditambah atau dikurangi profit dan loss berjalan.

Pada platform MetaTrader, seorang trader tidak perlu lagi menghitung margin level secara manual, sebab kalau ada open posisi otomatis, margin level akan tampak pada Tab ‘Trade’ dalam satuan persen (%). Satu hal yang perlu dilakukan oleh trader yaitu menjaga margin level tidak mendekati batas margin call broker.

2. Modal Awal – Margin – Loss = 0

Ada pula beberapa broker yang menentukan margin call kalau ‘modal awal – margin yang digunakan – loss total = 0’, hal ini berarti akan terjadi margin call apabila free margin Anda sudah habis.

Contohnya, Anda ingin menanamkan modal awal sebesar $500 kemudian Anda membuka 1 posisi trading GBP/USD sebesar 1 lot (100.000) dengan leverage 1:500 sehingga membutuhkan margin sebesar $200. Dari perhitungan tersebut, maka modal yang ditahan sementara sebagai margin untuk membuka 1 lot gbp/usd yaitu $200. Jadi, sisa margin Anda untuk menahan loss yaitu $500-S200= $300.

Apabila arah market berlawanan dengan prediksi Anda dan floating loss mencapai $300, maka tidak ada margin atau dana tersisa untuk menahan loss, karena itulah satu per satu posisi Anda akan ditutup oleh broker secara otomatis. Lalu, margin $200 yang dikunci sementara untuk sebagai jaminan 1 posisi GBP/USD akan kembali masuk ke akun Anda.

Cara Menghindari Margin Call

Setelah mengetahui prosesnya, margin call terjadi akibat loss dari posisi terbuka yang terus membesar sehingga jika Anda bisa menutup posisi itu pun, dana akan langsung habis. Oleh sebab itu broker menutupkannya untuk Anda karena kalau dibiarkan terjadi, tidak ada yang akan menanggung loss tersebut.

Oleh sebab itu, cara menghindari margin call yaitu dengan memasang stoploss pada setiap transaksi. Untuk Anda yang tidak ingin memakai stoploss, pertanyaannya kenapa Anda tidak mau pasang stoploss?

Para trader yang tidak memasang stoploss ialah trader yang tidak yakin dengan keputusanya untuk membuka posisi. Apabila Anda taktut stoploss akan tersentuh sebelum market bergerak sesuai dengan prediksi, seharusnya Anda lebih khawatir lagi jika market terus bergerak berlawanan dari prediksi Anda.

Namun, kalau Anda memasang stoploss, stoploss benar-benar tersentuh sehingga Anda akan langsung mengetahui bahwa perhitungan Anda salah sehingga bisa segera dilakukan perhitungan kembali untuk transaksi selanjutnya. Dan sebaliknya, jika tidak memasang stoploss akan banyak membuang waktu karena selalu digandrungi rasa was-was, gelisah dan penuh harapan palsu. Padahal dalam waktu tersebut, banyak sekali peluang yang bisa Anda manfaatkan untuk mencetak profit.

Kesimpulan

Margin Call bisa dikatakan dengan penutupan secara paksa orderan Anda yang dilakukan oleh broker terhadap posisi order Anda yang masih floating minus yang disebabkan balance Anda tidak mempunyai saldo yang cukup untuk mengcover posisi minus tersebut.

Margin call sangat erat hubungannya dengan Leverage. Seperti yang telah Anda ketahui pada artikel sebelumnya mengenai Laverage, yaitu dana pinjaman atau dana penumpu yang diberikan oleh pihak broker kepada para trader untuk dapat open posisi buy atau sell dengan modal di bawah minimal kontrak.

Dengan adanya Leverage bisa jadi sangat menggiurkan bagi kebanyakan trader karena bisa melakukan trading dengan menggunakan lot yang lebih besar. Semakin besar leverage yang digunakan, maka semakin kecil pula modal yang dibutuhkan, tetapi tingkat resiko terkena margin call-nya sangatlah tinggi.

Menggunakan leverage yang kecil akan menurunkan resiko terkena margin call, dan sebaliknya apabila menggunakan leverage yang besar, maka akan semakin besar juga resiko terkena margin call. Apabila penggunaan leverage yang besar tidak selamanya berdampak buruk, selama anda dapat mengendalikan uang management dengan baik, maka bisa sangat menguntungkan bagi Anda.

Tapi Anda harus ingat, Leverage layaknya pedang bermata dua yang artinya dapat menguntungkan dan juga bisa merugikan, tergantung cara Anda menggunakannya.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *