Metode Trading Indikator Ichimoku Kinko Hyo

Dalam perangkat lunak (software) trading MetaTrader 4, Anda akan menemukan indikator yang disebut Ichimoku Kinko Hyo. Indikator Ichimoku Kinko Hyo atau yang biasa dikenal dengan Ichimoku merupakan salah satu indikator untuk menentukan arah trend serta level support dan resistance sehingga dapat membantu trader dalam menentukan sinyal beli atau jual dan level stop. Berikut ini metode trading indikator Ichimoku Kinko Hyo.

Dikutip dari Merdeka.com, bagi trader forex, analisa teknikal merupakan cara yang paling kongkret dalam memandu mereka bertransaksi di pasar forex dan salah satu alat bantu terbaik yang bisa digunakan adalah Indikator Ichimoku Kinko Hyo. Biasanya indikator ini berfungsi dengan baik pada time frame harian dan mingguan. Berikut contoh tampilan indikator ichimoku:

Definisi Ichimoku Kinko Hyo

Indikator yang dibuat oleh analis Jepang bernama Goichi Hosoda pada tahun 1930 pada dasarnya adalah identifikasi trend berdasarkan perhitungan moving average, tetapi karena lebih banyak data yang diperhitungkan dari candlestick standar, maka indikator ini lebih akurat daripada moving average biasa. Perbedaan utama dalam menghitung moving average adalah pada indikator ichimoku menggunakan metode 50% dari level high dan low dari setiap candle.

Fungsi Dasar Indikator Ichimoku Kinko Hyo

Ada dua Fungsi dasar Indikator ichimoku yang harus diketahui oleh setiap trader, yaitu:

1. Indikator ichimoku memberikan informasi tentang trend yang terjadi pada hari ini. Jika indikator berada di atas harga dari 26 periode lalu, maka secara teknis dapat dikatakan kondisi pasar saat ini sedang naik.

2. Untuk menjawab di mana harga kemungkinan akan bergerak selanjutnya. Ini tentunya tidak mudah karena banyak trader menginginkan kepastian sebuah trend. Memang banyak dan berbagai macam indikator dalam dunia forex trading. Tetapi indikator ichimoku spesial, dia bisa menunjukkan di mana harga akan bergerak dalam satu minggu, bulan, bahkan tahun, terhitung sejak saat ini.

Komponen Ichimoku Kinko Hyo

Sebelum mengetahui komponen indikator ini sebaiknya kenali titik support dan resistance dalam forex, karena hal ini penting untuk setiap trader ketahui. Berikut ini terdapat 4 komponen penting dalam indikator ichimoku, yaitu:

1. Tenkan sen

Rumus: (level high tertinggi + level low terendah) / 2 untuk 9 periode terakhir.

Tenkan sen digunakan sebagai level support atau resistance minor. Kurva berwarna merah ini biasanya digunakan untuk menunjukkan arah trend. Jika Tenkan sen bergerak ke bawah maka pasar sedang bearish dan sebaliknya jika bergerak ke arah atas berarti pasar sedang bullish, dan sideways jika kurva bergerak secara horizontal.

2. Kijun sen

Rumus: (level high tertinggi + level low terendah) / 2 untuk 26 periode terakhir.

Kijun sen digunakan sebagai konfirmasi arah trend, serta level support atau resistance, dan dapat digunakan sebagai patokan untuk setting level trailing stop. Penggunaan Tenkan sen dan Kijun sen seperti pada simple moving average biasa. Jika kurva Kijun sen di atas Tenkan sen pada kondisi downtrend maka bearish akan berlanjut, dan jika kurva Kijun sen berada di bawah Tenkan sen pada kondisi uptrend maka akan berlanjut bullish.

3. Senkou

– Senkou span A
Rumus: (Tenkan sen + Kijun sen) / 2 untuk 26 periode berikutnya, atau diajukan 26 periode.

– Senkou span B
Rumus: (level high tertinggi + level low terendah) / 2 selama 52 periode terakhir, kemudian diajukan 26 periode ke depan.

Jarak antara Senkou span A dan Senkou span B disebut cloud (awan), atau Kumo. Cloud adalah komponen terpenting yang menunjukkan area support atau resistance, dan yang selalu dipertimbangkan dalam menggunakan indikator ichimoku.

Jika harga bergerak di atas cloud, maka kurva Senkou span yang atas adalah support pertama dan yang bawah adalah support kedua (support berikutnya), dan jika harga bergerak di bawah cloud, maka kurva Senkou span yang bawah adalah resistance pertama dan yang atas adalah resistance kedua. Jika harga bergerak di dalam cloud, maka pasar dianggap bergerak ranging (sideways). Cloud bisa berubah bentuk (ketebalannya) tergantung dari besarnya perubahan harga. Cloud yang semakin tebal menunjukkan volatilitas pasar yang semakin tinggi.

4. Chikou span

Rumus: Harga penutupan terakhir yang dimundurkan 26 periode sebelumnya.

Kurva yang berwarna hijau ini digunakan sebagai konfirmasi sinyal entry. Jika kurva Chikou span memotong harga dari atas ke bawah itu berarti sinyal untuk menjual, dan sebaliknya jika kurva hijau memotong harga dari bawah ke atas menunjukkan sinyal untuk membeli.

Karena indikator ini dianggap cukup lengkap, trader biasanya tidak menggunakan indikator pendamping lainnya. Trader harian menggunakan indikator ini pada time frame daily hingga 1 jam (H1). Waktu untuk entry terlihat di Tenkan sen dan Kijun sen, sementara momentum pergerakan harga (menjadi bullish atau bearish) dapat diamati pada Chikou span.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Hal-hal berikut harus diperhatikan ketika trader menggunakan indikator ichimoku, antara lain:

– Perpotongsn antara Kijun Sen dan Tenkan Sen: perpotongan kedua komponen ini sama dengan perpotongan antara dua indikator moving average biasa. Jika Tenkan sen (merah) memotong Kijun sen (biru) dari atas ke bawah menunjukkan sinyal untuk jual, sebaliknya jika memotong dari bawah ke atas menunjukkan sinyal untuk beli.

– Konfirmasi sentimen bullish atau bearish dengan rentang Chikou span (kurva hijau). Jika kurva Chikou span sedang downtrend maka sentimen pasar adalah bearish, dan sebaliknya.

– Pergerakan harga harus sudah menembus cloud, baik kearah atas (untuk uptrend) atau kearah bawah (untuk downtrend). Probabilitas pergerakan harga akan lebih tinggi jika harga menembus cloud dibandingkan ketika masih di dalam cloud (bergerak sideways).

– Atur level stop pada Tenkan sen atau Kijun sen sebagai level support atau resistance berikutnya, dan gunakan money manajement yang logis dan proporsional.

Penutupan

Statistik perdagangan jangka panjang menunjukkan bahwa strategi trading ichimoku hampir tidak pernah memberikan hasil negatif. Bagi trader pemula menggunakan indikator ini sangatlah sulit karena terlihat seperti kerumitan eksternal daripada konstruksi grafik, tetapi Anda harus tahu bahwa ia mampu memberikan profit yang stabil bagi mereka yang secara gigih menginvestasikan waktu mereka dalam mempelajarinya.

Perlu Anda ketahui bahwa asal muasal nama “Ichimoku Kinko Hyo” adalah kombinasi dari “Ichimoku” yang berarti “sekilas”, “Kinko” berarti “keseimbangan dalam sekilas “, dan” Hyo” berarti “Grafik”. Intinya indikator ini dapat diartikan ‘Equilibrium chart at a glance’. Meski sepintas terlihat rumit ketika dipasang bertumpuk dengan grafik harga, tetapi indikator ichimoku sebenarnya mudah digunakan. Jika trader benar-benar telah menguasainya, pengguna indikator ichimoku dapat mengetahui trend dan menemukan sinyal trading potensial hanya dalam sekali pandangan.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *