Mengenal Price Pattern Di Forex

Di antara banyaknya metode analisa teknikal, para trader di dunia banya menggunakan analisa price pattern. Analisa ini lebih mengandalkan kejelian pengamatan trader dalam melihat pola pergerakan harga. Dengan analisa price pattern, Anda jadi tidak harus memicingkan mata untuk mengenali satu per satu formasi candlestick yang terbentuk. Namun, jika Anda belum mengerti apa fungsi dari price pattern, maka Anda bisa mengenal price pattern di forex pada artikel kali ini.

Setelah Anda paham menggunakan analisa teknikal untuk trading forex, mungkin Anda akan mencari metode analisa teknikal lainnya. Salah satu analisa teknikal yang paling dasar, populer dan bermanfaat yaitu price pattern. Price pattern akan mengamati pola harga secara garis besar, alhasil lebih mudah untuk mengidentifikasinya.

Belajar Price Pattern dalam Trading Forex

Price pattern atau dalam bahasa Indonesianya pola harga ialah gambar dari pergerakan harga yang mempunyai nilai prediktif. Pola ini menunjukkan interaksi antara bullish dan bearish di pasar forex. Dengan adanya interaksi yang dipandu oleh hukum perilaku massal manusia, sehingga pola harga yang dihasilkan akan mempunyai bentuk yang dapat dikenali.

Pada dasarnya, price pattern mengadopsi dari prinsip dasar analisa teknikal yang berbunyi sejarah selalu berulang. Ungkapan ini memang benar adanya karena dari masa ke masa, pergerakan harga akan membentuk pola tertentu yang berulang-ulang. Sementara itu, price pattern dibagi menjadi dua jenis yakni reversal pattern dan continuation pattern.

Reversal Pattern

Untuk price pattern jenis reversal terbagi menjadi tiga bagian lagi yaitu:

1. Double Top dan Double Bottom

Pertama yang akan dibahas ialah double top dan double bottom. Anda akan memahami kata top sebagai puncak, sedangkan bottom sebagai lembah. Dengan begitu, double top yang berarti dua puncak, sementara double bottom berarti dua lembah. Dari segi pola, memang double top dan double bottom terlihat seperti dua puncak dan dua lembah yang berdampingan. Keduanya pun cukup mudah dikenali dan mempunyai akurasi yang cukup tinggi.

Pada ilustrasi dari pola double top, biasanya akan muncul di ujung uptrend dan mempunyai indikasi bearish. Anda dapat mengatakan jika terdapat potensi yang terbentuk pola double top kalau harga bergerak turun dari titik grafik. Namun, jika pola tersebut telah terkonfirmasi, maka pergerakan harga ialah potensial bearish. Jarak yang mungkin ditempuh ialah sejauh level puncak ke base. Contohnya, jarak antara level puncak ke base ialah 100 pips, maka harga pun berpotensi turun 100 pips setelah base ditembus.

Kebalikan dari double top ialah double bottom. Pola ini biasanya timbul di ujung downtrend dan mempunyai indikasi bullish. Saat base tembus dan pola ini sudah terkonfirmasi, maka harga pun berpotensi bullish. Cara untuk memprediksi target pergerakan bullish sama dengan double top, tapi arahnya saja yang ke atas. Bisa dikatakan, double bottom bisa fail jika pullback terjadi hingga tembus ke bawah base.

2. Triple Top dan Triple Bottom

Kedua pola ini tidak jauh berbeda dengan double top dan double bottom. Namun, triple top mempunyai tiga puncak dan triple bottom mempunyai tiga lembah. Kemudian cara mengenali konfirmasinya pun sama, yakni tembusnya garis base. Demikian pula dengan memperkirakan targer pergerakan setelah pola sudah terkonfirmasi.

Perlu diperhatikan jika triple top dan triple bottom tidak harus berada pada level yang sama persis, tetapi perbedaannya juga tak boleh terlalu signifikan. Dengan kata lain dapat dilihat sekilas jika ketiga titik lembah ini terlihat selevel. Begitu juga pada double top dan double bottom yang mana level puncak dan lembahnya tidak harus sama persis.

3. Head and Shoulders & Inverse Head and Shoulders

Pola ini juga termasuk pola reversal price pattern yang cukup populer sebab akurasinya yang tinggi. Diberi nama head and shoulders karena bentuknya memang seolah-solah membentuk kepala dan bahu. Seringkali pola ini juga disalah persepsikan sebagai triple top dan triple bottom. Tapi karena ada faktor kunci yang membedakan pola tersebut dengan triple top atau triple bottom.

Pola head and shoulders menjadi pola reversal bearish yang kalau muncul di ujung sebuah uptrend. Konfirmasinya ialah saat garis neckline sudah tempus. Jika pola ini telah terkonfirmasi, maka harga cenderung bergerak turun dari puncak head ke neckline. Kebalikan dari pola head and shoulders, pola inverse head and shoulders yang reversal bearish muncul di ujung sebuah downtrend. Konfirmasinya pun sama persis dengan head and shoulders.

Continuation Pattern

Setelah mendalami jenis price pattern reversal, kini kita akan mendalami tentang Continuation Pattern. Jenis pola ini terbagi lagi dari beberapa bagian yaitu:

1. Triangle

Dari namanya saja triangle, Anda mungkin bisa mengira-ngira bentuk pola apa ini. Ya, pola tersebut memang mempunyai bentuk yang mirip dengan segitiga. Pola ini terjadi berdasarkan pasar bergerak sideways dan pergesekan antara bull dan bear yang seimbang, alhasil akhirnya grafik pergerakan harga akan mengerucut dan membentuk mirip segitiga. Triangle price pattern terbagi menjadi tiga jenis lagi yakni Symmetrical Triangle, Ascending Triangle, dan Descending Triangle.

2. Flag dan Pennant

Sebenarnya Flag ialah channel kecil yang timbul setelah rally. Arah channelnya berlawanan arah dengan arah rally sehingga jika ada down channel kecil yang timbul setelah rally bullish, itu disebut dengan bullish flag. Namun sebaliknya up channel kecil yang muncul setelah rally bearish ialah bearish flag.

Pada bearish flag, tembusnya lower line dari up channel ialah tanda konfirmasinya. Harga yang cenderung bergerak turun pun berarti bearish flag sudah terkonfirmasi. Namun sebaliknya, pada bullish flag, tanda konfirmasinya ialah tembusnya upper line dari down channel. Bukan hanya itu, proyeksi harga selanjutnya yaitu bulish jika sudah terkonfirmasi.

Kemudian, cara menentukan target pergerakan harga pun terbilang cukup sederhana. Anda hanya cukup mengukur panjang flagpole-nya saja. Sepanjang flagpole inilah jarak yang mungkin untuk ditempuh oleh pergerakan harga. Contohnya, kalau panjang flagpole-nya sebesar 100 pips, maka harga akan cenderung bergerak sejauh 100 pips setelah pola flag-nya sudah terkonfirmasi.

Namun pada praktek langsungnya, kebanyakan trader memilih tuk berhenti (menutup posisinya) setelah harga bergerak “setengah jalan” sebelum mencapai target. Contohnya saja, jika target bergerak sejauh 100 pips, maka trader cenderung untuk berhenti di 50 – 60 pips.

Syarat umum dari flag pattern adalah sebagai berikut:
1. Panjang channel (flag) paling tidak sepertiga panjang flagpole
2. Channel yang terjadi arahnya harus berlawanan dengan arah rally sebelumnya
3. Terjadi rally sebelum channel kecil terbentuk

Setelah flag, kami pun akan membahas pennant sekarang. Pada dasarnya, Pennant ialah pengembangan dari pola symmetrical triangle. Namun, hanya saja, pennant didahului oleh rally yang cukup panjang dan curam. Dapat dikatakan bahwa pennant ialah hasil kawin silang antara symmetrical triangle dengan flag. Oleh karena itu, pennant tampak mirip dengan symmetrical triangle dan flag, sehingga dengan sendirinya aturan-aturan yang berlaku pada symmetrical triangle dan flag pun akan berlaku pada pennant.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *