Mengenal Divergensi Dunia Forex

Salah satu metode forex trading yang memiliki probabilitas tinggi adalah dengan memanfaatkan keadaan divergensi antara pergerakan harga dan indikator oscillator. Pada dasarnya keadaan divergensi terjadi karena perbedaan kekuatan momentum antara pergerakan harga dan pergerakan indikator. Maka dari itu, para trader patut mengenal divergensi dunia forex yang kami uraikan pada kesempatan kali ini.

Definisi Divergensi

Dikutip dari kaskus.co.id, divergensi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketidaksepakatan visual antara harga aktual pada grafik harga dan indikator teknikak (oscillator). Trading divergensi memberikan peluang besar untuk sukses. Konsepnya sederhana dan dapat dipelajari oleh trader mana pun. Kemampuan untuk melihat ketidaksepakatan ini membutuhkan keterampilan yang diperoleh melalui praktik dan pengamatan pasar yang ketat.

Divergensi mengacu pada ketidaksepakatan antara grafik dan indikator harga (seringkali oscillator seperti RSI atau Stochastic). Ketidaksepakatan yang dimaksudkan di sini berarti bahwa indikator dan harga aktual pair tidak mencerminkan informasi yang sama mengenai tindakan harga di pasar. (Baca Juga: Mengenal Indikator RSI)

Contohnya adalah jika harga membentuk level high baru, tetapi indikator oscillator tidak membuat nilai high baru atau bahkan di bawah high sebelumnya. Dalam hal ini ada ketidaksepakatan di antara keduanya. Juga, perbedaan ini umum terjadi di area overbought dan oversold. Jika ini terjadi maka dapat dianggap sebagai sinyal untuk pembalikan arah.

Tujuan & Jenis-Jenis Divergensi

Salah satu tujuan untuk mengidentifikasi keadaan divergensi adalah untuk mengetahui kapan retracement atau reversal, namun tidak semua divergensi memiliki probabilitas atau akurasi yang tinggi. Terdapat 2 jenis divergensi yaitu divergensi regular dan divergensi hidden tersembunyi. Divergensi reguler menunjukkan pembalikan arah tren (trend reversal) sementara divergensi tersembunyi yang mengisyaratkan penurusan trend (trend continuation).

Divergensi Regular

Divergensi regular bullish terjadi ketika harga bergerak membentuk lower low atau level-level low yang lebih dari sebelumnya, sementara indikator oscillator bergerak untuk membentuk higher low atau level-level low yang lebih tinggi dari sebelumnya. Divergensi bearish biasa terjadi ketika pergerakan harga membuat higher high atau level-level high yang lebih tinggi dari sebelumnya, sedangkan oscillator membentuk lower high atau level-level high yang lebih rendah dari sebelumnya.

Dalam prakteknya divergensi reguler baik bullish maupun bearish seharusnya tidak harus terjadi persis sama seperti di atas, tetapi bisa dalam bentuk variasi dari keadaan tersebut. Terdapat 3 jenis divergensi regular yang mungkin terjadi, yang semuanya menunjukkan pembalikan arah gerakan harga (reversal) tetapi dengan kekuatan (probabilitas dan akurasi) yang berbeda, berikut uraian ketiga jenis divergensi regular:

1. Divergensi regular class A

Divergensi ini biasanya terjadi sebelum retracement atau reversal, dan merupakan kemungkinan paling kuat atau paling tinggi probabilitasnya. Perbedaan kekuatan momentum antara pergerakan harga dan pergerakan indikator tampak dengan jelas. Dengan timing entry yang tepat hasilnya akan akurat.

Divergensi bullish class A terjadi ketika pergerakan harga membentuk lower low ketika oscillator membentuk higher low. Ini menunjukkan momentum harga untuk terus bergerak semakin menurun dan akan segera berbalik mengikuti arah pergerakan indikator. Sebaliknya untuk divergensi bearish class A harga terus bergerak naik tetapi momentum yang ditunjukkan oleh indikator tidak tepat. Momentum harga untuk terus bergerak naik semakin melemah dan akan segera berbalik turun mengikuti arah indikator.

Probabilitas divergensi class A akan lebih tinggi jika pada saat yang bersamaan ada faktor pendukung, seperti indikator oscillator yang menunjukkan keadaan oversold (untuk divergensi bullish) atau overbought (untuk divergensi bearish), atau terjadi perpotongan antara kurva % K dan% D dari indikator stochastics yang mengisyaratkan pembalikan arah pergerakan harga.

2. Divergensi kelas reguler B

Divergensi jenis ini probabilitasnya sedang atau kurang akurat daripada class A, namun demikian akan valid jika terkonfirmasi oleh faktor pendukung terutama level support atau resistance, karena pola harga dalam divergensi class B ini adalah double bottom atau double top.

Pada divergensi bullish, pergerakan uptrend dari indikator oscillator mengkonfirmasi pola double bottom dan pada divergensi bearish mengkonfirmasi pola double top, tetapi kadang-kadang gagal terutama pada time frame rendah (di bawah 4 hour). Seperti pola double bottom atau double top yang tidak selalu mulus, jenis divergence ini membutuhkan faktor pendukung yang terbukti yaitu level support yang kuat (untuk double bottom) atau level resistance yang kuat (untuk double top). Pada divergensi class A pergerakan harga sedang trending, sedangkan double bottom atau double top biasanya menunjukkan keadaan range bound (sideways).

3. Divergensi regular class C

Meskipun menunjukkan keadaan divergensi, tetapi jenis ini probabilitasnya sangat rendah dibandingkan dengan class A dan class B. Divergensi class C biasanya terjadi pada time frame rendah dengan kondisi pasar yang berombak. Jika ada retracement maka waktunya akan sangat singkat sebelum kembali bergerak tanpa arah (berombak).

Trader biasanya mengabaikan divergensi class C ini kecuali jika indikator oscillator berada di area oversold (untuk divergensi bullish) atau overbought (untuk divergensi bearish).

Divergensi Hidden (Tersembunyi)

Divergensi hidden digunakan untuk melihat kemungkinan terjadinya penerusan trend (trend continuation). Jika pergerakan harga menunjukkan level higher low yang mungkin terjadi karena koreksi pada downtrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan level lower low maka kondisi ini disebut divergence hidden bullish. Dalam hal ini, kemungkinan pergerakan harga akan berlanjut menuju kea rah uptrend.

Keadaan sebaliknya terjadi ketika pergerakan harga menunjukkan level lower high, tetapi indikator oscillator menunjukkan higher high, kondisi ini disebut divergensi hidden bearish. Dalam hal kemungkinan akan terjadi penerusan arah pergerakan harga downtrend.

Jika trader cenderung trading dengan mengikuti trend (trend follower), ada baiknya trader selalu melakukan konfirmasi dengan memantau kemungkinan divergensi hidden pada indikator teknikal.

Tips Trading Dengan Divergensi

Berikut beberapa tips untuk membantu Anda trading menggunakan divergensi:
1. Gunakan titik tinggi dan titik rendah yang signifikan untuk mengidentifikasi divergensi
2. Gunakan indikator seperti RSI, Stochastic, atau MACD
3. Tunggu hingga perpotongan yang baik terjadi pada indikator dan tunggu hingga keluar area oversold atau area overbought sebelum membuka posisi.
4. Perlu diketahui divergensi hidden lebih kuat daripada divergensi regular karena membawa trader ke arah yang sama dengan trend
5. Jika trader tidak ingin trading mengikuti divergensi, setidaknya jangan trading melawannya.

Penutupan

Divergensi indikator teknikal dapat dianggap sebagai indikator utama dan tidak terlalu sulit untuk dipantau. Fitur utama dari trading dengan divergensi indikator teknikal adalah buy pada harga lembah (bottom price) atau mendekati level support, dan sell pada harga tertinggi (top price) atau mendekati level resistance. Jika diterapkan dengan parameter waktu indikator yang tepat, probabilitas kebenaran divergensi ini bisa cukup besar, meskipun kadang-kadang gagal, terutama jika pasar didominasi oleh sentimen fundamental.

Divergensi membantu mengingatkan trader ketika ada pembalikan arah atau kelanjutan trend pasar. Namun, tidak disarankan untuk hanya melakukan divergensi, waspadai setiap pergerakan pair tetap di area oversold atau overbought untuk waktu yang lama sebelum membalikkan posisi. Melihat grafik harga historis, akan jelas terlihat bahwa divergensi sedang terjadi.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *