Mengenal Bagian-bagian Triangle Top Pattern

Pattern memiliki artian Pola. Nah, sedangkan price pattern sediri memiliki artian kurang lebih merupakan pola yang muncul dari pergerakan harga. Maka dari itu, inilah implementasi dasar yang menjadikan analisa teknikal yang bersuar history repeats itself (arti : sejarah yang berulang). Dan ternyata dari tiap masa para trader telah menyadari bahwa dalam pergerakan harga membentuk pola tertentu yang kebanyakan telah berulang kembali. Dengan menggunakan dasar pengalaman sejarah, itulah maka para trader kemudian bisa memprediksi pergerakan harga selanjutnya kletika sebuah pola pattern muncul.

Pada dasarnya dari pola pattern ini hanya ada dua jenis yakni reversal pattern dan continuation pattern. Untuk reversal pattern sudah banyak dibahas orang hingga keakar-akarnya, namun masih jarang orang membahas continuation pattern ini, maka disini akan kita selesaikan hingga tuntas termasuk apa itu strategi triangle top pattern dan sebagainya yang masuk dalam jenis continuation pattern ini.

Continuation Pattern
Sebagai salah satu jenis pola price pattern, continuation sering digunakan sebagai salah satu strategi analisa teknikal oleh trader, oke langsung saja dari sini akan kita kenal beberapa jenis continuation pattern ini, berikut ulasannya. (Baca juga: Konsolidasi Dalam Forex)

Triangles Top Pattern
Dilihat dari namanya, mungkin Anda akan mengira-ngira bentuk pola ini, ya memang pola ini memiliki bentuk yang mirip dengan sebuah segitiga. Pola yang satu ini terjadi akibat pasar yang bergerak sideways dan adanya pertarungan antara bull dan bear yang benar-benar seimbang, sehingga pada akhirnya grafik pada pergerakan harga mengerucut dan menampilkan bentuk yang mirip dengan segitiga.

Ada 3 buah jenis triangle top pattern ini diantaranya sebgai berikut :
a. Symmetrical Triangle
b. Ascending Triangle
c. Descending Triangle

Mari kita ulas satu persatu.
a. Sysmetrical Triangle
Meskipun dalam bahasa Indonesia Sysmmetrical Triangle adalah segitiga simetris, namun dalam real-nya bentuknya tidaklah selalu simetris. Symmetrical Triagle merupakan pola syang memiliki garis support (lower line) dan juga resistance (upper line yang konvergen), supaya lebih paham silahkan lihat gambar dibawah ini :

Dengan melihat gambar diatas Anda bisa mengetahui bahwa pola ini yang terbentuk disaat pasar sednag bergerak sideways paska mengalami rally bullish, biasanya juga dikenal dengan istilah berkonsolidasi.
Selain terjadi ketika uptrend, symmetrical uptrend triangle juga bisa terjadi ketika saat downtrend, sebenarnya sama saja, hanya pola poisinya berada di bawah. Kalau pada contoh diatas tadi kita trader menunggu adanya pergerakan menembus upper line sebagai konfirmasi pergerakan dan harga akan cenderung lebih bergerak naik, maka bila polanya terjadi pada downtrend Anda bisa menantikan tembusnya lower line dan harga akan cenderung bergerak turun, hanya itu saja perebedaannya. Sebagai penjelas downtrend symmetrical triangle lihat dibawah ini :

b. Ascending Triangle
Pola ascending triangle pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan symmetrical triangle dari sisi analisisnya. Perbedaannya dari keduanya tersbeut hanya bisa terlihat dari bentuknya saja.
Ascending triangkle adalah continuation pattern yang biasanya terlihat pada saat uptrend, kemunculan ini merupakan indikasi bahwa tekanan bullish lebih kuat dibanding dengan tekanan bearish secara bertahap.

Seperti halnya pada symmetrical triangle, pola ascending ini juga minimal harus memiliki empet reversal point, dari gambar di atas memperlihatkan ascending triangle yang memiliki enam reversal point. Konfirmasi dari pola tersebut bergerak tembus ke upper line yang nantinya kemudian berekemungkinan untuk diikuti oleh pergerakan bull. Nah, cara memprediksi target harga yang bergerak mirip dengan cara memprediksi pergerakan harga pada symmetrical triangle, hanya saja baselinenya tidak berpatok dalam satu titik, namun berpatokan pada 2 titik. Meskipun dasarnya ascending triangle pattern merupakan continuation pattern, akan tetapi ia juga bisa berperan menjadi reversal pattern.
Sebagai contoh menjadi ascending triangle bottom lihat gambar dibawah ini :

c. Descending Triangle
Sepertinya Anda sudah begitu paham terhadap kedua dari triangle top pattern diatas, nah yang terakhir adalah descending triangle. Sederhannya adalah descending triangle merupakan kebalikan dari ascending triangle. Sederhananya begitu, descending triangle adalah pola bearish, bila ascending triangle merupakan pola bullish, descending merupakan kebalikannya. Descending triangle merupakan continuation pattern yang muncul disaat adanya downtrend. Descending ini juga bisa menjadi pola reversal bila muncul saat uptrend. Sebagai contoh lihat dan pahami gambar dibawah ini :

Itulah triangle top pattern yang banyak digunakan sebagai salah satu teknikal analisa oleh trader. Semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *