Menentukan Target Realistis dalam Trading Forex

Seorang trader perlu bersikap realistis ketika menghadapi perdagangan valas yang cukup ketat. Namun, untuk bersikap realitis mungkin akan sulit untuk sebagian orang. Jangankan di dunia forex, di dunia nyata pun banyak orang menetapkan target yang tidak realistis bagi diri mereka sendiri. Oleh karena itu, supaya trading Anda berjalan dengan mulus, Anda perlu menentukan target realistis dalam trading forex yang akan kami jelaskan di bawah ini.

Pertama-tama, Anda perlu mengetahui apa yang diinginkan saat trading. Apakah mengenai analisa yang cukup realistis sehingga Anda dapat mempercayainya dan bisa diwujudkan? Ataukah analisa itu cukup realistis bagi Anda untuk digapai dalam jangka waktu tertentu? (Baca juga: Cara Menggunakan Analisa Teknikal untuk Trading Forex)

Dalam hal menentukan target trading forex, maka Anda perlu berpikir realistis. Banyak orang berpikir mereka bisa keluar dari pekerjaan utama mereka, lalu mulai trading forex dengan modal kecil. Mereka mendengar kata-kata orang lain bahwa forex bisa menghasilkan kekayaan, sehingga Anda juga bisa menghasilkan uang “banyak” dalam waktu singkat. Ya, hak itu memang mungkin terjadi. Tapi, seperti yang Anda tahu, 90% trader di dunia justru banyak yang kehilangan uang. Jika Anda menentukan target yang realistis atau tidak terlalu tinggi untuk diraih dengan nyaman, maka Anda sebenarnya dapat melakukan trading lebih baik daripada orang lain.

Pentingnya Target Realistis pada Perdagangan Forex

Dengan menentukan target yang realistis, Anda dapat menghindari kekecewaan besar. Sebaliknya, apabila Anda menetapkan target terlalu tinggi untuk sulit direalisasikan, maka Anda mungkin akan kecewa dan bahkan kehilangan semua modal.

Tak elak, setiap orang punya impian menghasilkan jutaan dollar dengan melakukan trading forex, namun mereka sering lupa bahwa untuk menghasilkan satu juta dollar, mereka juga harus mengeluarkan lebih dari satu juta dolar sebagai modal awal. Padahal, trader modal besar belum tentu menjadi trader yang sukses. Modal besar hanya memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam trading, kurang berisiko per transaksi, dan kemampuan bertahan lebih lama di pasar. Semakin lama Anda mampu bertahan dalam bisnis ini, maka semakin besar peluang sukses Anda.

Misalnya, di awal-awal Anda memulai trading forex dan memiliki target untuk menghasilkan minimal 20 USD per hari. Minggu pertama mungkin menjadi pengalaman trading yang luar biasa, bahkan berhasil mendapatkan lebih dari 100 USD. Tapi kemudian lambat laun mengalami kekalahan beruntun. Apa Anda mulai melangkah terlalu jauh, seperti membuka terlalu banyak posisi trading sehingga berujung lebih banyak kerugian. Pada akhirnya, Anda pun kehilangan semua dana.

Tahukah Anda jika masalahnya sangat sederhana. Itu bukan target yang realistis bagi Anda. Modal awal hanya 100 USD! Dengan target harian 20 USD, persentase dibanding modal awal terlalu besar, sehingga fleksibilitas juga rendah. Mungkin Anda sangat kecewa, namun hal ini bisa dijadikan penyeselan, sehingga Anda harus mengubah cara trading dan menetapkan target yang lebih realistis.

Menetapkan Target Realistis

Apabila Anda ingin membuat target trading forex, maka pertama, buatlah target yang masuk akal. Alih-alih menciptakan target ekstrem, usahakan membuatnya mudah tercapai. Katakanlah Anda memiliki akun sebesar 1000 USD dan target Anda adalah 100 USD per hari, apakah itu masuk akal? 100 USD adalah 10% dari 1000 USD. Jika Anda ingin mendapatkan setidaknya 10% dari modal awal, maka Anda harus berani menerima risiko itu juga. Meskipun mempertaruhkan 10% akun Anda, namun ide ini bukanlah ide bagus.

Mari kita ambil contoh dari trader harian atau day trader. Sebagai day trader, ia memiliki target untuk mencapai setidaknya 12% dari modal dalam sebulan. Setiap kali trading, ia berisiko sebesar 3% dari modal. Untuk mencapai target 12% setiap bulannya, maka setidaknya dia harus mencapai empat proses trading yang sukses dalam sebulan. Tidak sesulit itu. Target tersebut masuk akal dan bisa dicapai dengan mudah. Ia pun merasa sangat nyaman dengan targetnya, dan mulai muncul dalam performa trading semakin kuat.

Setiap trader berbeda sehingga target trader akan berbeda pula dengan target trader lainnya. Itu semua tergantung dari karakter trading Anda sendiri. Mengetahui bagaimana Anda trading, kekuatan dan kelemahan berarti Anda dapat mengetahui apakah tujuan yang ingin Anda capai cukup masuk akal untuk Anda. Cobalah untuk menetapkan target kecil dulu, kalau sudah bisa mencapainya, maka Anda bisa meningkatkannya secara bertahap.

3 Pilar Utama dalam Rencana Trading Forex

Dalam aktivitas trading di pasar forex, trading plan atau rencana trading menjadi pendekatan sistematis yang mengatur semua aspek perdagangan. Secara umum, perdagangan di pasar forex terdiri dari 3 sistem yang bekerja secara simultan dan merupakan pilar utama, yaitu sistem perdagangan yang mencakup metode dan strategi yang digunakan (sistem trading forex), sistem pengelolaan uang dan sistem regulasi dan pengendalian emosi (manajemen emosi sistem). Model pendekatan ini sering ditemui dalam rencana trading mereka yang sudah berpengalaman. Setiap sistem memiliki ketentuan yang telah Anda setujui sebelumnya (rule set) untuk mengatur objek yang mendukung perdagangan kita.

Setiap objek adalah daftar periksa yang akan menentukan keseluruhan proses dalam trading, yaitu:
– Sistem perdagangan valas, menentukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar, sesuai analisis berdasarkan metode dan strategi trading yang di gunakan.
– Sistem pengelolaan uang, menentukan jumlah risiko per trading dan ukuran posisi sesuai dengan saldo akun.
– Sistem manajemen emosi, memastikan keadaan emosional Anda saat ini, apakah emosi Anda stabil dan layak membuka posisi trading. Jika emosi tidak stabil maka dikhawatirkan akan berdampak saat ingin mengambil keputusan.

Tingkat masuk dan keluar yang telah dilakukan secara rinci dicatat dalam catatan log atau catatan trading untuk evaluasi selanjutnya. Evaluasi jangka pendek harus dilakukan untuk melakukan perbaikan atau menambahkan gagasan baru jika diperlukan. Bergantung pada selera dan kebutuhan Anda, log trading dapat secara langsung dianggap sebagai jurnal trading atau tolak ukur untuk evaluasi jangka panjang

Untuk checklist pada sistem pengelolaan uang, persentase risiko yang ditentukan harus cukup realistis dan sesuai dengan kondisi balance kita pada saat itu. Hal ini tentu saja dapat bervariasi sesuai dengan perubahan balance dan probabilitas sinyal trading yang Anda dapatkan.

Mengenai sistem manajemen emosi diperlukan untuk mencatat sejarah emosional kita selama trading. Hal ini berarti ita membaca log perdagangan setelah beberapa kali bertransaksi. Dengan selalu mengevaluasi keadaan emosional saat berdagang, dalam jangka panjang akan tercapai kestabilan emosi. Contoh daftar periksa emosional: ‘Apakah saya akan marah jika terkena stop loss?’ Jika ‘ya’, maka kita menambahkan catatan sebagai peringatan, misalnya: ‘mengalami kerugian merupakan bagian integral dari perjalanan menuju sukses dalam trading forex.’

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *