Memahami Tentang GAPS di Dunia Trading

Pada pasar forex, terjadinya GAPS dapat dibilang jarang terjadi. Sebelum membahas lebih lanjut tentang GAPS, pertama-tama Anda harus memahami tentang GAPS di dunia trading. GAPS (celah) yang terkandung dalam harga disebut area dalam grafik, dimana tidak ada transaksi yang terjadi, pola ini terbentuk karena kekosongan, baik jual ataupun beli dikarenakan terlalu melimpahnya perintah jual dan beli.

Pembentukan celah yang mengarah ke atas mencerminkan pasar yang kuat, sedangkan arah yang berlawanan, celah yang mengarah ke bawah mencerminkan pasar yang lemah. Namun keduanya mencerminkan potensi pergerakan harga yang akan menyusul di kemudian hari.

Pengertian GAPS

GAPS adalah celah antara penutupan candle yang satu dengan pembukaan candle berikutnya. GAPS sering muncul antara penutupan dan pembukaan pasar. Apalagi di antara jeda pasar tersebut terdapat momen besar yang bisa menggerakan harga saat pasar sedang tidur. Jadi saat pasar dibuka, akan ada lonjakan harga yang signifikan.

Harga GAPS adalah ruang kosong yang bisa Anda lihat pada bagan yang tercipta karena harga pembukaan pada candle atau bar tidak sama dengan harga penutupan pada candle atau bar sebelumnya. Pembahasan GAPS sebenarnya memiliki hubungan yang sangat erat dengan konsep trend. Dengan menambahkan analisis tentang GAPS dalam analisa trend, Anda akan bisa melakukan cross check untuk saling mengkonfirmasi. Namun, frekuensi GAPS tidak selalu sama antar seluruh instrumen. Misalnya, GAPS cukup langka dalam instrumen mata uang. Sebaliknya, GAPS sering terjadi pada instrumen indeks saham, komoditas, dan instrumen derivatif lainnya.

Pergerakan harga GAPS tidak akan ditemukan pada grafik di point-and-figure atau line chart. Alasannya karena setiap titik pada grafik point-and-figure dan line chart terhubung. Namun, bisa ditemukan di bar chart dan candlesticks.

Sering dikatakan bahwa GAPS yang terjadi akan selalu terisi kembali, artinya harga akan bergerak mundur dan paling menutupi setidaknya range trading yang kosong. Namun, sebelum melakukan traksaksi untuk mendapatkan kesempatan ini, perlu dicatat bahwa hal ini tidak selalu terjadi dan bahkan butuh waktu lama untuk mendapatkan agar celah terisi kembali. Terdapat 4 tipe GAPS yang secara umumnya yakni Common, Runaways, Breakaway dan Exhaustion. Mereka semua memiliki struktur yang sama, hanya berbeda pada lokasi trend dan makna kelanjutannya.

1. Common

Tipe common GAPS seperti ini sering trader jumpai, yaitu GAPS yang segera ditutup kemudian. Ilustrasinya begini, kejadian GAPS yang langsung ditutup (closing windows). Dalam common GAPS biasanya terbentuk saat harga bergerak dalam range yang terbatas atau range yang tipis dan terkadang GAPS yang terjadi tidak besar dan cenderung kecil. GAPS seperti ini sering terisi kembali dengan cepat atau bergerak kembali ke harga sebelum terjadi GAPS. Hati-hati dengan tipe ini adalah sangat baik akan tetapi jika ragu pergerakan semacam itu juga memberikan kesempatan untuk mendapat kesempatan.

2. Runaways

Tipe GAPS ini terjadi di pertengahan trend, biasanya setelah harga mengalami pergerakan yang kuat. Ini merupakan indikasi yang baik bahwa trend yang sedang berlangsung akan berlanjut seiring sinyal sentimen yang semakin membaik. Meningkatnya minat buy dan sell yang menciptakan terjadinya GAPS ini dan kelanjutan dari trend. (Baca Juga: Sentimen Pasar Dalam Trading Forex)

Volume dalam GAPS ini tidak sepenting breakaway GAPS namun secara umum dapat dibandingkan dengan volume rata-rata. Runaway membentuk support dan resistance yang sama dengan celah breakaway. Kesamaan lainnya adalah bahwa celah ini tidak cepat tertutup kembali, karena jika tertutup dengan cepat maka bisa memberikan indikasi bahwa trend tersebut mulai melemah.

3. Breakaway

Biasanya terjadi saat harga tidak bergerak dalam trend tertentu dan berkecimpung dalam range terbatas atau dapat dikatakan breakaway GAPS terjadi setelah harga bergerak dalam fase konsolidasi. Ditafsirkan sebagai celah yang menyebabkan harga keluar dari konsolidasi dan membentuk sebuah trend.

Breakaway GAPS yang kuat memisahkan diri dari fase konsolidasi dianggap lebih kuat daripada pemecahan batas konsolidasi non-GAPS. Adanya kenaikan pada sentimen yang besar terhadap GAPS, yang cenderung bertahan dalam beberapa periode, sehingga menyebabkan pergerakan lanjutan ini merupakan cara breakaway GAPS memberi sinyal.

Kekuatan GAPS tipe ini dan keakuratannya bisa dipastikan dengan melihat volume yang terjadi saat sebuah celah terbentuk. Volume yang lebih besar menunjukkan bahwa harga akan bergerak searah yang terjadi, juga mengurangi kemungkinan bahwa celah tersebut akan tertutup kembali dalam waktu dekat.

Meski pada umumnya tipe ini tidak akan tertutup lagi dalam waktu yang relatif cepat, namun terkadang hal itu terjadi. GAPS ini sering menjadi support atau resistance dari pergerakan harga. Untuk breakaway GAPS turun, ia beralih ke resitance pada harga tertinggi candlestick kedua. Dan untuk breakaway GAPS melaju naik, harga terendah pada candlestick kedua menjadi support. Tipe GAPS ini merupakan indikasi bagus bahwa sebuah trend baru telah dimulai.

4. Exhaustion

Tipe dari sebuah pergerakan dimana harga yang terjadi mendekati titik akhir dari sebuah pergerakan trend turun atau trend naik. Untuk mengidentifikasi celah exhaustion atau pergerakan besar terakhir dalam suatu trend, GAPS ini harus ditandai dengan volume yang sangat besar. Kekuatan sinyal ini juga meningkat ketika hal ini terjadi setelah harga sebelumnya telah menghasilkan pergerakan yang signifikan.

Karena GAPS in menunjukkan adanya pembalikan sebuah arah trend, GAPS ini harus ditutup kembali dengan cepat. Setelah GAPS ini terjadi, seringkali harga bergerak sideways terlebih dahulu sebelum akhirnya bergerak ke arah yang berlawanan dibanding trend yang terbentuk sebelumnya. Sinyal bahwa GAPS ini sebenarnya adalah exhaustion GAPS terjadi jika volumenya terlalu ekstrim, dan akhirnya menjadi sinyal akhir dari sebuah trend. Pola dianggap sempurna dan memberi sinyal bahwa trend akan berbalik arah jika harga berhasil menutup GAPS kembali.

Penutupan

Bagi beberapa trader pada hari Senin adalah hari yang membahagiakan karena ini merupakan hari pembukaan chart mingguan (weakly) dimana terkadang nampak celah waktu opening chart di jam 5 pagi bila dibandingkan dengan penutupan pada hari Jumat. Perhatikan baik posisi pada hari Senin pagi tersebut. Bila berlangsung GAPS down dan bearish trader bisa membuka posisi jual dan sebaliknya bila berlangsung GAPS up dan bullish trader dapat open posisi beli. Akan tetapi bila yang berlangsung ialah GAPS up dan bearish ataupun GAPS down dan bullish, maka yang Anda lakukan yakni menunggu sampai terciptanya chart reversal untuk membuka posisi baru.

Terbentuknya suatu GAPS adalah sebuah kesempatan yang seharusnya dapat Anda manfaatkan dan jangan diabaikan. Meskipun Anda mungkin mencari informasi untuk menemukan trend pergerakan harga, maka terbentuknya GAPS dapat digunakan untuk memprediksi kemana harga akan bergerak. Dan juga fungsi GAPS ini juga dapat dijadikan level stop loss. Sebagai trader, Anda harus tetap berhati-hati dan tetap menggunakan money management dengan bijak.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *