Istilah Trading Breakouts Pada Forex

Momentum breakout sering ditunggu oleh para trader, terutama mereka yang mengikuti trend following strategy. Itu karena, trading breakout yang terkonfirmasi sering diikuti oleh penguatan trend yang signifikan, sehingga strategi ini menjadi andalan para trader yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal. Setiap trader yang ingin melakukan trading breakout sebaiknya pahami terlebih dahulu istilah trading breakout pada forex, agar profit yang diharapkan saat trading tercapai secara maksimal.

Tentang Istilah Breakouts

Breakout merupakan bergeraknya chart keluar dari batasan range harga yang telah menjadi tempat pergerakan harga, dengan adanya breakout akan menciptakan harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari beberapa periode sebelumnya. Jika dalam arti lain breakout adalah tembusnya support atau resistance.

Definisi lain dari breakout adalah pergerakan grafik yang panjang dalam waktu singkat (munculnya candlestick bertubuh panjang), dimana sebelumnya grafik cenderung mendatar. Karena bentuk terobosan yang mencolok pada grafik forex, ini menjadi breakout sebagai kondisi penting dalam trading forex. Apa yang terjadi setelah breakout adalah suatu gerakan yang panjang, sehingga jika trader terlambat dalam bertransaksi (bukan pada saat breakout) maka masih ada peluang keuntungan dari sisa efek breakout ini.

Prinsip utama dalam trading breakout adalah membeli di atas harga tertinggi (ditunjukkan dengan resistance) atau menjual dibawah harga terendah (support). Idenya tentu saja berbeda dengan metode trading di pasar sideways, yang mengharapkan harga sesuai dengan batasan-batasan support resistance.

Penyebab dan Waktu Terjadinya Breakout

Secara teoritis penyebab breakout terbentuk karena terjadinya lonjakan volume transaksi, yang biasanya dipicu oleh rilisnya berita fundamental. Inilah mengapa dalam dunia trading kekuatan berita forex begitu penting dalam hal menentukan posisi.

Contoh: jika hari ini pukul 19.00 akan dirilis berita fundamental, maka sebelum pukul 19:00 biasanya para trader tidak melakukan transaksi trading apapun maka pasar menjadi sepi sehingga grafik cenderung datar atau rata, hanya bergerak bolak balik dalam range pendek. Trader akan melakukan trading lagi setelah menunggu apa isi berita fundamental tersebut.

Setiap trader melakukan analisa setelah berita fundamental rilis, lalu bereaksi untuk melakukan transaksi dalam waktu yang hampir bersamaan. Nah, dengan banyaknya orang yang melakukan transaksi ini secara bersamaan, maka harga pun melonjak naik atau juga jatuh dengan cepat. Masalah naiknya harga atau penurunan harga yang cepat inilah yang disebut breakout. Non farm payroll, kenaikan suku bunga oleh bank central dan saat pemilihan presiden merupakan berita fundamental yang sering menyebabkan breakout.

Ciri-ciri Akan Terjadi Breakout

1. Pasar mulai bergejolak (ramai),
2. Harga bergerak bolak balik di antara support- resistance,
3. Membentuk candlestick yang panjang tubuhnya melebihi panjang rata-rata dari candlestick sebelumnya,
4. Ketika break garis bollinger melebar,
5. Candle saat breakout terjadi, naik lebih tinggi puncak grafik sebelumnya, pada saat terjadi break turun candle lebih rendah dari bagan grafik sebelumnya,
6. Volume saat terjadi break lebih tinggi dari volume sebelumnya,
7. Didahului dengan bollingerband yang datar atau cenderung menyempit.

Hal yang dilakukan Saat Terjadi Breakout

Salah satu strategi trading yang bisa digunakan untuk meraih keuntungan dari kejadian breakout adalah dengan memasang perangkap. Saat terjadi breakout, lakukan transaksi (order) sesuai arah breakout tersebut. Hal ini dapat Anda lakukan dengan cara memasang pending order sell stop di bawah support dan memasang pending order buy stop di atas resistance secara bersamaan. Dengan demikian, ke manapun arah grafik breakout akan menyentuh salah satu pending transaksi Anda.

Berita yang paling ditunggu-tunggu oleh trader forex di seluruh dunia yakni berita Non Farm Payroll yang terbit setiap hari jumat di awal bulan. Karena saat inilah seringkali terjadinya breakout sehingga biasanya menghasilkan breakout dengan jarak rata-rata 200 pips atau 2000 poin.

Di bawah ini adalah beberapa contoh strategi yang dapat dimanfaat dalam melakukan trading breakout:

1. Trading Breakout Mengunakan Support Resistance

Bertindak sebagai batas atas dan bawah dari pergerakan harga, support resistance tidak hanya berfungsi sebagai acuan titik balik yang “mengunci” harga dalam range tertentu. Harga brakout kedua level ini dianggap signifikan karena umumnya mengawali penguatan trend pada satu arah tertentu.

Support resistance yang lebih valid, semakin besar pula potensi keuntungan dari trading breakout-nya. Validitas dapat ditentukan dari frekuensi bounce harga. Semakin sering support atau resistance diuji oleh harga, semakin valid pula level-level itu.

2. Trading Breakout Menggunakan Trendline

Strategi ini bisa diterapkan pada kondisi reversal yang tajam, yang terjadi setelah harga sebelumnya bergerak dalam sebuah trend. Secara garis besar prinsip penggunaan trendline sangat mirip dengan penggunaan support resistance, dimana frekuensi pengujian harga menjadi standar untuk menentukan validitas trendline.

3. Trading Breakout Menggunakan Analisa Pola Chart

Menganalisa pola chart merupakan metode yang memanfaatkan bentuk pergerakan harga secara langsung pada chart. Trading breakout menggunakan strategi ini jarang mengandalkan indikator karena lebih membutuhkan ketepatan trader dalam mengenali formasi pola harga pada chart.

Teknik Menghindari Sinyal Palsu Pada Trading Breakout

Komponen yang tidak boleh dilupakan dan harus dipelajari dalam trading breakout ialah sinyal palsu. Terkadang sering ditemukan harga yang seolah-olah breakout setelah menembus level penting, dan tidak lama kemudian ia batal melanjutkan breakout karena kembali ke arah pergerakan sebelumnya. Jika trader sudah terlanjur membuka posisi, tentu saja hal ini akan menimbulkan kerugian (loss) pada trader.

Untuk menghindari perangkap sinyal palsu semacam itu, Anda harus menerapkan teknik konfirmasi trading breakout dan entry dengan pending order. Agar semakin jelas, berikut beberapa strategi forex yang perlu dipertimbangkan:

1. Konfirmasikan sinyal masuk dengan menunggu sampai candle breakout tertutup di atas level resistance atau di bawah support. Akan lebih baik jika ‘buka’ bisa menunggu sampai beberapa candle setelah pelarian.

2. Perhatikan price action yang terbentuk pada area breakout. Anda bisa waspada terhadap pola candle reversal.

3. Manfaatkan sinyal dari indikator lain. Jika trading breakout terjadi bersamaan dengan perubahan arah trend, Anda bisa menerapkan MACD atau oscillator lain untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut.

4. Untuk mengantisipasi kerugian jika terjadi false breakout, Anda harus menetapkan pending order. Dengan demikian, posisi trading baru akan terbuka saat harga benar-benar menembus level support atau resistance.

Kesimpulan

Dalam dunia trading forex, terdapat banyak teknik yang digunakan untuk mensupport keberhasilan trading dengan memprediksi pergerakan harga dalam perdagangan pasar uang. Trading breakout adalah situasi pasar yang menghadirkan kesempatan (peluang) pasar untuk mendapatkan keuntungan maksimal bagi trader forex yang melakukannya. Strategi ini mengandalkan teknik menunggu kejadian atau momen didalam pergerakan harga dari suatu level kunci sebagai pemicu entry. Begitulah analisa forex menentukan breakout. Lakukan trading dengan baik agar mendapatkan keuntungan sesuai dengan harapan Anda. Selamat melakukan trading dan Good Luck.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *