Istilah Penting Pada Berita Fundamental Forex

Terkadang trader merasa bingung analisis apa yang akan mereka gunakan dalam bertransaksi forex trading. Entah karena tidak bisa mengikuti pergerakan harga, atau karena tidak bisa mengetahui volatilitas pasar yang cenderung berfluktuasi. Perhitungan-perhitungan teknikal terkadang masih membutuhkan dukungan fundamental. Maka dari itu, alangkah baiknya Anda ketahui istilah penting pada berita fundamental forex sebagai referensi dalam analisa fundamental.

Definisi Indikator Fundamental

Dikutip dari Kaskus.co.id, indikator fundamental adalah panduan dalam bentuk data-data ekonomi dari lembaga pemerintah atau berita politik, ekonomi, dan pertahanan dunia yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang. Agar berhasil dalam dunia bisnis forex trading, trader harus memahami cara membaca berita ekonomi forex demi keakuratan analisa fundamental.

Istilah Penting Pada berita Fundamental

Banyak berita yang dapat mempengaruhi penguatan dan pelemahan mata uang, maka dari itu trader sangat penting dan perlu untuk memahami berita fundamental forex. Dengan memahami istilah fundamental forex dari data yang dirilis, diharapkan para trader dapat berpikir secara dinamis di pasar forex.

1. Federal Reserve (The Fed)

Dalam rilis berita, terutama yang berkaitan dengan Dollar AS, sering disebutkan oleh Federal Reserve AS atau disingkat sebagai The Fed, FED, atau FRB. Federal Reserve AS adalah lembaga yang bertindak sebagai bank sentral Amerika Serikat. Seperti bank sentral pada umumnya, The Fed berwenang mengubah suku bunga atau merubah kebijakan moneter Amerika Serikat.

2. Reserve Bank of Australia (RBA)

RBA adalah bank sentral Australia. Seperti The Fed, kebijakan moneter bank sentral Australia akan mempengaruhi nilai Dolar Australia.

3. FOMC (Meeting FOMC)

Rapat FOMC adalah pertemuan kebijakan moneter yang diselenggarakan oleh Federal Reserve (The Fed). Ketentuan rapat FOMC ini khusus untuk bank sentral AS saja, karena bank-bank sentral lain memiliki istilah untuk komite rapat kebijakan moneter mereka sendiri. Misalnya Monetary Policy Meeting (MPC) di Bank Sentral Inggris, atau Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Bank Indonesia.

4. Consumer Price Index (CPI) atau Tingkat Inflasi

Indikator CPI biasanya ditulis sebagai indikator tingkat inflasi saja. Indikator ini mengukur persentase kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus selama periode waktu tertentu. Jika inflasi terlalu rendah atau bahkan minus, itu menunjukkan kondisi ekonomi yang tidak sehat. Namun, jika inflasi naik terlalu tinggi maka biasanya perlu diimbangi oleh Bank Sentral dengan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga dapat memperkuat mata uang negara yang bersangkutan.

5. Unemployment Change (Tingkat Pengangguran)

Unemployment Change adalah indikator yang mengukur jumlah pengangguran suatu negara selama satu bulan, satu kuartal, dan satu tahun. Salah satu data paling berpengaruh dalam forex trading adalah data pengangguran di Amerika Serikat. Ketika mata uang USD melemah biasanya ini dipengaruhi karena tingkat pengangguran di AS yang meningkat, sehingga mendorong penguatan mata uang lainnya yang diperdagangkan versus USD.

6. Unemployment atau Jobless Claims (Klaim Pengangguran)

Unemployment atau Jobless Claims adalah indikator yang menghitung jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran. Perlu diingat bahwa di negara maju, pengangguran memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan. Namun, semakin banyak orang yang mengajukan tunjangan pengangguran semakin tinggi tingkat pengangguran nantinya. Data Unemployment atau Jobless Claims di AS biasanya dirilis setiap minggu, sementara data serupa di Inggris yang disebut Claimant Count Change diterbitkan setiap bulan.

7. Retail Sales (Penjualan Ritel)

Indikator Retail Sales adalah parameter untuk mengetahui tingkat belanja konsumen untuk berbelanja barang eceran. Pengaruh Retail Sales dalam trading forex penting karena untuk mengukur seberapa aktif perekonomian negara itu bergerak. Pertumbuhan Retail Sales mencerminkan kekuatan daya beli konsumen, kesehatan ekonomi secara keseluruhan, dan kecenderungan kenaikan tingkat inflasi. Kekuatan perekonomian akan mendorong peningkatan nilai tukar mata uang negara tersebut.

8. Non Farm Payroll (NFP)

Data yang menunjukkan perubahan jumlah tenaga kerja AS di semua sektor dengan pengecualian pegawai pemerintah, pekerja rumah tangga, karyawan yang bekerja dengan organisasi LSM (organisasi nonprofit/nirlaba), dan karyawan sektor pertanian merupakan arti dari istilah Nonfarm Payroll. Data NFP Amerika Serikat adalah data ekonomi paling berpengaruh di pasar forex.

9. GDP (Gross Domestic Product)

Dalam bahasa Indonesia disebut Produk Domestik Bruto (PDB). Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Karena angka PDB menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan oleh ekonomi suatu negara selama periode waktu tertentu, itulah mengapa data PDB sangat penting dalam berita fundamental. Biasanya nilai tukar mata uang negara akan cenderung melemah ketika PDB negatif atau menyusut, dan sebaliknya.

10. Commodity Prices (Harga Komoditas)

Commodity Prices adalah indikator yang mengukur nilai pertumbuhan harga komoditas ekspor. Biasanya ada tiga mata uang yang dipengaruhi oleh data Harga Komoditas yakni Dollar Australia, Dollar New Zealand, dan Dollar Kanada. Ketiganya berhubungan erat dengan ekspor komoditas tertentu. Dollar Australia terkait dengan ‘biji besi’ dan ‘emas’, Dollars New Zealand terkait dengan harga Dairy (produk susu dan turunannya), serta Dollar Kanada terkait dengan harga minyak bumi.

11. PMI (Purchasing Managers’ Index)

PMI merupakan indikator iklim bisnis di suatu wilayah, selain itu indeks ini juga dapat mendeteksi kegiatan perindustrian dan tekanan inflasi. Pesanan baru (new orders), tingkat persediaan, produksi, pengiriman, dan tenaga kerja merupakan lima unsur dari Purchasing Managers’ Index. Jika indeks di atas 50, itu berarti bisnis sedang mengalami ekspansi, sementara jika angka di bawah 50 berarti sedang mengalami kontraksi.

12. Pending Home Sales

Indikator yang mengukur aktivitas bisnis properti di suatu negara. Pending Home Sales mengukur aktivitas pembuatan perjanjian pembelian rumah, baik rumah yang sudah berdiri, kondominium, atau jenis-jenis rumah lainnya. Biasanya rilisnya data ini memiliki pengaruh yang medium pada pergerakan mata uang Dollar AS.

13. Import Price Index (Indeks Harga Impor)

Sebuah indikator yang menghitung persentase kenaikan harga (inflasi) barang impor. Data ini memiliki sedikit pengaruh pada mata uang, tetapi termasuk indikator awal untuk mereka yang memantau tingkat Inflasi dan suku bunga.

14. Consumer Confidence (Kepercayaan Konsumen)

Indikator Keyakinan Konsumen adalah indikator statistik yang mengukur keseluruhan kesehatan ekonomi melalui survei pendapat konsumen. Konsumen akan ditanyai tentang penilaian mereka tentang kondisi keuangan mereka saat ini, kondisi ekonomi jangka pendek, dan prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

15. Hawkish – Dovish

Ini merupakan sebuah istilah fundamental forex yang sering muncul dalam berita tentang kebijakan moneter bank sentral. Hawkish adalah pernyataan kebijakan moneter yang mengacu pada kecenderungan untuk menaikkan suku bunga. Dovish adalah pernyataan kebijakan moneter yang mengacu pada keengganan untuk menaikkan suku bunga. Umumnya kepala bank sentral atau pejabat-pejabat penting bank sentral yang memiliki kuasa mengeluarkan pernyataan.

Itulah sejumlah istilah penting dalam berita fundamental forex yang bisa Anda ketahui. Semoga semakin menambah pengetahuan Anda dalam mempelajari dunia forex. Semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *