Istilah Fixed Lot Dan Fixed Fractional

Dalam forex trading ada beberapa istilah yang harus Anda pahami. Fungsinya agar Anda dapat lebih mudah merespons dengan cepat terhadap pasar yang juga bergerak secara cepat. Dengan begitu, Anda juga bisa mendapat kesempatan untuk mendapatkan kentungan yang besar. Para trader, apakah Anda telah mengetahui istilah fixed lot dan fixed fractional dalam dunia trading. Ini merupakan hal yang patut Anda ketahui dengan jelas sebelum melakukan trading.

Sebagai perumpamaan tentang manajemen risiko, misal seseorang yang bekerja atau wirausaha di daerah strategis, setiap hari dihadapkan pada kondisi jalan yang macet. Seseorang mungkin yakin untuk tiba di kantor tepat waktu. Namun, tentu saja kondisi di jalan tidak ada yang tahu, seperti pohon tumbang karena hujan sebelumnya, jalan tertutup atau faktor lain yang dapat menyebabkan terhalangnya perjalanan. Kemampuan seseorang untuk mengelola ketidakpastian di jalanan adalah salah satu bentuk manajemen risiko.

Begitu pun dalam dunia keuangan. Risiko adalah ketidakpastian yang akan terjadi dari setiap situasi dan keputusan yang Anda ambil. Satu-satunya konsekuensi dari manajemen risiko tersebut adalah berkurangnya sebagian atau seluruhnya dana Anda. Manajemen risiko membantu Anda mengenali risiko apa yang mungkin dihadapi dan cara apa yang perlu Anda siapkan untuk menghadapinya. Jika Anda sudah tahu konsep manajemen risiko dalam forex trading, memahami kedua istilah ini bukanlah masalah yang sulit. Fix lot dan fixed fractional merupakan komponen yang terdapat dalam manajemen risiko. Bahkan keduanya juga sering dibandingkan fungsinya.

Manajemen Risiko

Dalam forex trading, transaksi yang Anda lakukan tidak selalu menghasilkan keuntungan. Ada kalanya masalah datang kepada Anda, maka dari itu penting kenali management resiko dalam trading forex. Banyak penyebab kerugian, karena tidak ada sistem atau strategi forex yang sempurna. Manajemen Risiko merupakan hal penting yang perlu dilaksanakan agar berhasil melakukan forex trading. Seorang trader harus memikirkan hal ini sebelum memulai forex trading. Ini bukan tentang berapa banyak keuntungan yang dapat diterima seorang trader, tetapi yang lebih penting adalah berapa lama seorang trader dapat bertahan di pasar forex yang sangat kompetitif.

Seringkali kita melihat contoh kasus di mana seorang trader yang memiliki strategi trading yang baik, tetapi transaksi yang dilakukan tidak menghasilkan keuntungan, alias merugi.. Ini hanya bisa terjadi jika seorang trader memiliki pengelolaan uang yang buruk. Contoh yang sering terjadi adalah:
– Tidak memasang stop loss.
– Stop loss terlalu kecil, sehingga mudah terpengaruh sebelum harga berbalik arah sesuai dengan perkiraan awal trader.
– Stop loss terus diperlebar dengan harapan bahwa tren akan berbalik sesuai arah dengan perkiraan awal trader.

Inti dari hal ini adalah manajemen risiko yang harus diketahui dan dijalankan oleh setiap trader yang ingin berhasil dalam melakukan aktivitas tradingnya. Dalam hal ini terdapat beberapa faktor yang masih dalam kendali seorang trader, antara lain:
1. Modal (Jumlah nominal uang yang diinvestasikan ke dalam akun forex).
2. Jenis Akun (Jenis akun yang dibuka oleh pedagang di broker, misalnya standar 100.000 unit atau minii 10.000 unit).
3. Ukuran Lot (Jumlah lot yang ditransaksikan).
4. Frekuensi (Seberapa sering seorang trader melakukan transaksi).
5. Risk Exposure (Seberapa persen modal yang berani dipertaruhkan dalam setiap transaksi).

Dengan mengetahui dan menetapkan parameter di atas, maka trading dapat mengetahui seberapa besar risiko setiap trading dan berapa lama seorang trader dapat bertahan dalam kondisi terburuk sekalipun.

Di bawah ini dua komponen manajemen risiko yang perlu Anda ketahui sebelum trading:

Fixed Lot

Dikutip dari Kaskus.co.id, fix lot adalah metode manajemen risiko yang menggunakan lot. Artinya Anda menetapkan ukuran lot tertentu yang akan selalu berlaku di setiap posisi. Karena ini adalah teknik manajemen risiko, maka tentu saja ukuran lot sesuai dengan kapasitas risiko Anda. Misalnya, setelah menghitung dengan cermat kemampuan modal dan penerimaan risiko, Anda mengasumsikan bahwa lot 0,1 adalah volume perdagangan paling ideal. Jadi untuk setiap posisi trading berikutnya, Anda akan selalu membuka posisi dengan ukuran lot 0.1, tidak peduli apapun pairnya, besarnya stop loss dan take profitnya, juga kapan waktu tradingnya.

Fixed Fractional

Fixed fractional adalah metode penghitungan batas risiko, dengan porsi maksimum risiko per trading dari ekuitas. Fixed fractional biasanya dinyatakan dalam persentase, misalnya 10% dari ekuitas, 5% dari ekuitas, dan sejenisnya. Karena ekuitas akun secara langsung ditampilkan dalam satuan mata uang, jadi fixed fractional pun demikian. Anda tidak perlu menebak berapa nilai per pip untuk mengartikan nilai risiko sebenarnya dari ukuran lot.

Satu hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam trading apapun, Anda tidak boleh lebih dari $ 10. Untuk itu, Anda perlu menemukan hak dan hak menghentikan kerugian. Tujuannya adalah aturan 1% dapat dipenuhi. Namun dalam perhitungan selanjutnya, itu sebenarnya akan lebih mudah. Ini karena, Anda bisa menyesuaikan dengan proporsi ekuitas secara langsung

Perbedaan Fixed Lot Dan Fixed Fractional

Berikut adalah beberapa perbedaan dalam kedua manajemen ini:

1. Satuan Menghitung Risiko
Satuan yang digunakan untuk menghitung risiko merupakan hal pertama yang membedakan fixed lot dan fixed fractional. Pada fixed lot menggunakan ukuran lot untuk menghitung risiko. Sementara fixed fractional menggunakan risiko porsi maksimum, untuk menghitung risikonya.

2. Sistem Kerja
Fixed lot awalnya terlihat lebih mudah tetapi dalam evaluasinya lebih rumit. Ini karena, Anda perlu menyesuaikannya dengan proporsi ekuitas. Selain itu, range dari pergerakan harga, tidak bisa disamakan dengan semua pair dan waktu trading. Inilah yang membuat fixed lot, tidak bisa digunakan untuk mendapatkan risiko minimum yang stabil. Bertentangan dengan fixed fractional, awalnya terlihat rumit tetapi untuk lebih efisien meringkas evaluasi trading Anda. Inilah yang membuat metode manajemen risiko ini, lebih adaptif untuk digunakan dalam berbagai pair dan sesi trading.

3. Fleksibel
Ketika keduanya berada diposisi merugi (loss), fixed fractional lebih mampu menurunkan tingkat penurunan ekuitas, dibanding fixed lot. Ini karena, fixed lot lebih kaku sehingga terlihat seperti terjun bebas dan semakin cepat mengguras ekuitas

4. Gejolak
Ketika keduanya menunjukkan hasil keuntungan (profit) dengan arah flutktuasi yang sama, fixed flutktuasi lebih terlihat bergejolak dibanding fixed lot. Ini karena, fixed lot lebih sensitif terhadap perubahan dan kondisi pasar

Penutupan

Manajemen risiko tidak hanya akan melindungi Anda dari kerugian, tetapi akan memungkinkan Anda untuk bertahan di dunia trading forex dalam jangka panjang. Forex trading adalah suatu permainan probabilitas, yang artinya Anda harus menggunakan setiap faktor sebaik mungkin untuk meningkatkan peluang Anda untuk menang. Dengan demikian, terlihat bahwa perbedaan yang paling menonjol dari fixed lot dan fixed fractional adalah unit yang digunakan untuk menghitung risiko. Anda dapat menggunakan salah satu yang paling ideal dan optimal untuk mendukung kondisi modal.

Fixed lot pada awalnya lebih sederhana, tetapi evaluasinya bisa lebih rumit karena Anda perlu menyesuaikannya dengan proporsi ekuitas. Selain itu, kisaran pergerakan harga tidak dapat dipukul rata untuk semua pair dan waktu trading. Jika Anda memasukkan beberapa pair dan aktif trading di semua sesi, maka penggunaan fixed lot tidak dapat diandalkan untuk mendapatkan risiko minimal yang stabil. Lain halnya dengan fixed fractional lebih rumit di awal, tetapi efisien untuk meringkas evaluasi trading Anda. Selain itu, metode manajemen risiko ini lebih adaptif untuk diterapkan dalam berbagai pair dan sesi trading.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *