Indikator Fibonacci Retracement Untuk Memprediksi Batas Harga

Pada kali ini, kita akan mempelajari tentang indikator Fibonacci Retracement untuk memprediksi batas harga yang merupakan salah satu indikator terfavorit para trader. Sebelum memasuki lebih dalam, indikator ini berasal dari Leonardo Bigollo Pisano (1170-1240) yang memilki panggilan Fibonacci, dimana ia merupakan genius matematika asal Italia yang menjabarkan cara-cara perhitungan dan pengukuran yang benar.

Setelah beberapa tahun ia menjalani penelitian di Saudi Arabia, Afrika Selatan, dan India pada tahun 1202, Fibonacci menulis buku terkenal berjudul “Liber Abaci” atau “Book of The Abacus” yang berisi tentang cara menghitung. Ia juga mengungkapkan beragam teori mengenai hubungan sifat-sifat alam dengan matematika. Teori tersebut kemudian yang mendasari prediksi berbagai kemungkinan dalam dunia trading zaman sekarang.

Mengenal Fibonacci Retracement

Fibonacci retracement adalah alat analisis forex yang dipercaya banyak trader. Entah itu trader baru atau berpengalaman, sebagai alat analisis utama atau hanya penambahan, Fibonacci hampir selalu ada di perangkat forex trading. Sebenarnya, apa pentingnya Fibonacci untuk analisa forex? Mengapa kegunaannya sangat bisa diandalkan oleh semua kalangan? (Baca juga: Pengertian Weighted Moving Average)

Konsep Fibonacci dikembangkan dari deret angka ‘magis’ Fibonacci dalam matematika. Alat yang digunakan dalam analisis forex itu sendiri sebenarnya memiliki 3 tipe yaitu Retracement, Expansion, dan Fan. Namun dalam kesempatan ini, kami hanya akan fokus pada pemahaman Fibonacci Retracement di analisa forex.

Yang perlu Anda ketahui, Fibonacci Retracement terdiri dari urutan level 0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764. Dalam versi yang berbeda, angka dapat muncul dalam format persentase menjadi 23,6%, 38,2%, 50,0%, 61,8%, dan 76,4%.

Cara Memasang Fibonacci Retracement

Fibonacci retracement bukan indikator teknis siap pakai. Karena hanya alat analisis forex, pemasangan pada grafik membutuhkan pengukuran terpisah, yang hasilnya bisa subjektif atau berbeda untuk tiap trader. Itu karena, trader perlu mencari swing point sendiri (ayunan) harga yang bisa dijadikan acuan penarikan garis Fibonacci.

Oleh karena itu, trader perlu melihat arah tren harga sebelum memasang Fibonacci. Jika harga uptrend, maka garis Fibonacci Retracement bisa ditarik dari swing low ke swing high.

Sementara itu, Fibonacci Retracement juga bisa ditarik dari swing high hingga swing low saat harga berada dalam kondisi downtrend.

Dalam prakteknya, Anda akan menemukan banyak swing harga yang dapat dijadikan acuan penarikan Fibonacci Retracement. Satu hal yang perlu diingat dalam hal ini adalah, tidak ada swing harga yang salah karena semuanya bisa digunakan sebagai tumpuan menarik garis Fibonacci Retracement. Setiap trader memiliki persepsi sendiri tentang harga potensial. Apakah penerapan Fibonacci Retracement dapat dikatakan valid atau tidak, maka akan terbukti setelah harga bergerak dan menguji level Fibonacci.

Peran Fibonacci Retracement dalam Analisis Forex

Ada banyak fungsi indikator ini yang bisa dimanfaatkan sebagai strategi perdagangan komplementer. Namun dari semua kegunaannya, peran support resistance menjadi fungsi utama Fibonacci Retracement.

Prinsip trading dengan support resistance dapat diterapkan dengan sempurna. Jika harga turun tiba di support terdekat (lower limit), maka kemungkinan berikutnya adalah harga menjauh z(retrace) dari line dan back up. Sebaliknya, kenaikan harga yang melanda resistance terdekat (upper limit) berpotensi terhenti, untuk kemudian mundur (retrace) dan bergerak turun. Alhasil, support resistance bisa berfungsi sebagai lantai dan atap yang membatasi pergerakan harga.

Pada grafik di bawah ini, menunjukkan bagaimana level 0,382 menjadi support harga. Semakin sering harga memantul dari level resistance support (SR), batas SR menjadi lebih valid.

Fibonacci Retracement Untuk Memprediksi Batas Harga

Dasar Fibonacci sendiri sangat menarik karena deretnya sangat cantik. Semakin diutak-atik maka semakin banyak keunikan yang berada dalam deret sederhana ini. Lantas bagaimana menggunakan Fibonacci Retracement untuk menganalisa pergerakan harga. Sesuai dengan filosofi dasar Fibonacci itu sendiri, kita mencoba untuk mengamati pola sesuatu yang terlihat acak, dalam hal ini pergerakan harga sepasang mata uang.

Dalam sesuatu yang terlihat acak, ternyata kita bisa menemukan pola tertentu yang “dipatuhi” secara alami oleh segala sesuatu di alam. Jika kita bahas tentang betapa menakjubkan itu deret Fibonacci, mungkin bisa jadi satu buku atau satu film sendiri. Kami segera membahas bagaimana penggunaan indikator ini di bagan chart forex.

Langkah pertama menggunakan Fibonacci Retracement adalah, kita harus mengidentifikasi swing atau wave yang terjadi. Itulah sebabnya, Fibonacci sering dikaitkan dengan teori gelombang lainnya seperti Elliot Wave. Sementara kita menunda diskusi tentang Elliot Wave, mari berfokus pada cara menarik Fibonacci Retracemet pada tabel di bawah ini. Setelah tahu Swing High-Low, kita tarik Fibonacci Retracement dan sesuaikan level 0 hingga 100 pada Fibonacci dengan high-low yang telah terindentifikasi.

Pada bagan di atas, trader tersebut memasang indikator Parabolic SAR, ADX, dan MACD, dan menarik Fibonacci Retracement pada swing yang teridentifikasi. Swing high di 1,5476 dan Low di 1,5126. Fibonacci Retracement ditarik dengan 0 pada rendah dan 100 di tinggi. Setelah itu, mari kita lihat bagaimana pergerakan harga mengikuti pola yang terbentuk oleh level retracement Fibonacci ini.

Lihatlah bagaimana harga mencoba menerobos masing-masing level tersebut. Perhatikan bagaimana harga mencoba menembus level 1.5208 dan 1.5260 dan 1.5343. Harga berulang kali menyentuh batas tersebut untuk mencoba menerobosnya. Setelah tembus, harganya akan masuk ke level selanjutnya.

4 Tips Menggunakan Fibonacci Retracement Dalam Analisis Forex

Penjelasan singkat di atas mengatakan bahwa Fibonacci Retracement adalah alat analisis forex serbaguna. Tidak hanya berguna untuk diaplikasikan di pasaran mulai melakukan analisa forex sesuai dengan aturan support resistance, fibonacci retracement juga bisa digunakan dalam analisa forex dengan strategi breakout.

Agar Fibonacci Retracement dimaksimalkan, pertimbangkan empat tips berikut ini:

1. Tentukan Titik Penarikan Secara Konsisten

Ada dua pilihan saat Anda menarik garis Fibonacci. Pertama, Fibonacci ditarik dari sumbu candle ke sumbu cancle lainnya. Kedua, Anda menghubungkan garis Fibonacci dari body candle ke body candle lainnya. Jika menarik dari sumbu ke sumbu, berarti Anda menggunakan harga tertinggi dan terendah (tinggi dan rendah) sebagai patokan.

2. Selalu Periksa Tren Jangka Panjang

Caranya, lihat bagaimana arah pergerakan harga dalam rentang waktu yang lebih besar. Misalnya, jika Anda menggunakan grafik H1, maka lihatlah bagaimana tren dalam jangka waktu H4. Hal ini penting sebab melihat tren jangka panjang akan memberikan persepsi analisa forex yang lebih luas.

3. Gabungkan Fibonacci Retracement Dengan Indikator Lainnya

Melakukan analisa forex dengan satu alat saja tidak cukup. Meski Fibonacci Retracement terbukti bermanfaat, Anda tetap disarankan untuk menerapkan indikator teknis lainnya, untuk mendapatkan sinyal sinyal forex yang lebih terkonfirmasi.

4. Hindari Timeframe Kecil

Memilih tipe timeframe disesuaikan dengan preferensi strategi Anda. Tapi bagaimanapun, kerangka waktu super kecil seperti M1 tidak akan ideal untuk analisis forex dengan Fibonacci Retracement. Pergerakan harga yang sangat cepat akan menghasilkan banyak noise dan membuat sinyal dari Fibonacci Retracement sangat sulit dibaca.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *