Hubungan GDP dengan Trading Forex

Bagi Anda yang baru belajar trading, mungkin Anda akan menemukan istilah atau singkatan asing yang belum diketahui sebelumnya. Contohnya adalah GDP atau Gross Domestic Product. Seperti sebuah keharusan, ketika Anda mendalami dunia trading forex, pastinya Anda juga harus mengetahui apa hubungan, maksud, dan tujuan dari GDP itu sendiri. Maka dari itu, kali ini kami akan memberitahukan secara rinci mengenai hubungan GDP dengan trading forex yang dapat dipahami oleh para trader yang ingin menjalankan bisnis tradingnya lebih serius.

Sebelum membahas lebih lanjut, alangkah baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu GDP. GDP merupakan singkatan dari Gross Domestic Product atau dalam bahasa Indonesianya adalah Produk Domestik Bruto yang berarti sebuah indikator fundamental utama dalam pengukuran tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Bisa dibilang, GDP adalah pacuan penting untuk mengukur ‘kesehatan’ perekonomian suatu negara. Sedangkan dalam dunia trading forex, GDP menjadi salah satu data ekonomi penting yang terus diperhatikan oleh para trader untuk membaca potensi arah pergerakan pasar berikutnya. (Baca juga: Pengertian GAP Analysis dalam Trading Forex)

Penjelasan Lengkap Mengenai GDP

GDP adalah representasi dari nilai total penjualan dari semua jasa dan barang yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu. Lebih singkatnya, GDP yaitu segala hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja. Data GDP juga digunakan sebagai cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang sedang mengalami penurunan atau peningkatkan.

Secara umumnya, bisa dikatakan apabila GDP suatu negara meningkat, maka sektor perekonomiannya juga sedang menguat, sehingga permintaan mata uang negara tersebut akan meningkat dan nilai tukarnya pun akan naik pula. Dan sebaliknya, apabila GDP menyusut atau bahkan negatif, maka nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung melemah.

Pengukuran GDP

Biasanya, GDP akan diukur per kwartal dan per tahun (tahunan), yang nantinya akan dibandingkan dengan kwartal dan tahun sebelumnya. Contohnya, jika GDP tahunan suatu negara meningkat sebesar 2.5%, berarti ekonomi negara tersebut juga mengalami peningkatkan sebesar 2.5% dari tahun sebelumnya.

GDP dihitung dari penjumlahan semua investasi, konsumsi total, ekspor dan pengeluaran pemerintah. GDP juga dapat berpengaruh langsung pada masyarakat dalam sebuah sistem perekonomian. Kalau ekonomi sedang menguat, maka angka pengangguran pun bisa turun dan tingkat upah minimum akan naik seiring dengan permintaan tenaga kerja yang semakin meningkat.

Perubahan GDP yang cukup signifikan, umumnya dapat berdampak langsung pada pasar saham. Apabila ekonomi sedang memburuk, secara otomatis keuntungan perusahaan yang sedang go public pun akan berkurang sehingga harga sahamnya turun. Para investor yang berinvestasi di sana pasti khawatir saat GDP sedang negatif, sehingga mereka memutuskan untuk keluar dari pasar saham sampai indeks harga saham seperti semula.

Hubungan GDP dengan Trading Forex

Laporan GDP atau Gross Domestic Product memegang peranan yang sangat banyak bagi para trader forex karena laporan dan data perekonomian tersebut berguna sebagai bukti bahwa pertumbuhan ekonomi sedang produktif atau bahkan sedang berada dalam indikasi pertumbuhan lambat.

Akibatnya, trader forex bakal cenderung mencari data negara GDP yang lebih tinggi atau pertumbuhan kepercayaan pada suku bunga dengan arah yang sama. Jelasnya, jika ekonomi sedang mengalami peningkatan yang baik, maka akan sangat bermanfaat bagi konsumen dengan kemungkinan akan ada pengeluaran dan ekspansi yang meningkat pula. Pada gilirannya, pengeluaran yang lebih tinggi tersebut menyebabkan kenaikan harga, sehingga bank sentral berupaya untuk menurunkan harga melalui kenaikan suku bunga.

Perilisan Data GDP

Data GDP yang baru saja dirilis bukan hanya penting bagi investor, trader, maupun analis, tapi juga sangat penting untuk para politisi dan petinggi bank sentral sebagai penentu kebijakan moneter.

Dalam merencanakan kebijakan moneter selanjutnya, bank sentral akan menetapkan target GDP dan melakukan estimasi pada suatu periode tertentu. Bersamaan dengan tingkat inflasi dan data pengangguran yang terus berjalan, bank sentral dapat mengambil kebijakan untuk merubah tingkat suku bunga. Bukan hanya itu, mereka juga dapat melakukan tindakan stimulus seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Di negara adidaya yaitu Amerika Serikat, diprediksi secara umum range pertumbuhan ekonomi yang normal pertahunnya yaitu 2.5 hingga 3%. Namun apabila perekonomian mulai memasuki proses resesi, GDP diharapkan dapat naik hingga 6-8%, akan tetapi jika dalam jangka panjang, umumnya investor akan memprediksikan GDP di level 3%.

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat beberapa jenis perilisan data GDP yang akan dilakukan setiap tahunnya sebanyak 3 kali, yaitu:

1. Advance GDP

Advance GDP akan dirilis sebulan setelah berakhirnya satu periode kwartal. Data ini ialah data paling awal sehingga cenderung memiliki pengaruh yang cukup besar walaupun nantinya ada perbedaan dengan data akhir. Hal ini dikarenakan oleh beberapa data yang belum dihitung seperti persediaan barang atau data perdagangan. Advance GDP juga disebut dengan GDP First Release atau Estimated GDP.

2. Preliminary GDP

Preliminary GDP atau GDP Second Release akan dirilis saat 2 bulan setelah berakhirnya satu periode kwartal. Data ini lebih nyata atau realistis dari perilisan sebelumnya.

3. Final GDP

GDP Third Release atau Final GDP akan diriliis saat 3 bulan setelah berakhirnya satu periode kwartal. Biasanya, perilisan data ini akan ada beberapa revisi dan perbaikan dari data sebelumnya.

Kekurangan GDP dalam Trading Forex

Meskipun hubungannya begitu erat, ada saja kekurangan GDP dalam trading forex. Kekurangan jika trading menggunakan indikator fundamental GDP yaitu bahwa perilisan data GDP hanya terjadi per kwartal. Hal ini sangat jauh berbeda dengan kebanyakan indikator fundamental penting lainnya yang dirilis per bulan seperti NFP, CPI, dan indeks sentimen bisnis. Bahkan klaim data pengangguran di Amerika Serikat dirilis per minggu.

Namun meskipun demikian, trend GDP dalam jangka panjang trading forex sangat penting diperhatikan oleh trader untuk mengetahui level perekonomian suatu negara.

Tahukah Anda?

Nilai GDP Indonesia paling tinggi pada tahun 2012 yaitu sebesar 917.87. Data ini diambil dalam rentang waktu 1967-2016 lalu. Sedangkan pada tahun 2016 lalu, data GDP Tanah Air berada di angka 861.93. Untuk perilisan data selanjutnya, GDP akan dirilis pada akhir Juni 2017.

Menurut penelitian dari IMF (International Monetary Fund), Indonesia menempati rangking ke-117 dari seluruh negara di dunia dalam GDP per kapita. Sedikit lebih baik dari Filipina yang berada di urutan ke-120, tetapi kalah jauh di bawah Malaysia diurutan ke-65 dan Thailand di urutan ke-94. Bahkan Brunei Darussalam berada di urutan ke-26 dan Singapura di urutan ke-23.

Sedangkan urutan pertama dalam jajaran nilai GDP tertinggi ditempati oleh Luxemburg, apabila dihitung dari segi per kapita. Besarannya yaitu USD 80.288 atau rata-rata pendapatan masyarakat per bulannya yakni Rp 60 juta.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *