Fakta Dan Mitos Scalping Forex

Pernahkah Anda sebagai trader berpikir untuk mulai menggunakan teknik scalping forex? Jika Anda berpikir scalping hanyalah teknik untuk mendapatkan keuntungan kecil dalam waktu singkat, ini tidak sepenuhnya benar. Teknik scalping forex adalah sebuah metode trading dimana Anda harus berpikir dan mengambil tindakan cepat untuk menghasilkan keuntungan. Namun sebelum melakukan trading dengan teknik ini ada baiknya Anda ketahui terlebih dulu fakta dan mitos scalping forex yang kami rangkumkan untuk Anda.

Mitos merupakan sesuatu hal yang belum tentu pasti akan kebenarannya, namun banyak orang yang mempercayainya. Mitos sangat terkit dalam kehidupan sehari-hari termasuk juga dalam dunia trading forex. Agar tidak salah kaprah, cari tahu lebih lanjut kebenaran faktanya saja dibandingkan harus bergelut dan mempercayai mitos yang belum benar adanya.

Tentang Scalping Forex

Teknik scalping adalah metode dimana trader mengambil keuntungan kecil secara berkala dengan teknik membuka dan menutup posisi beberapa kali dalam sehari. Dengan teknik ini, diharapkan trader mencoba untuk mendapatkan keuntungan saat pergerakan cepat terjadi. Seorang scalper (ini sebutan bagi trader yang menggunakan teknik scalping) akan bertindak cepat saat perilisan data ekonomi atau berita signifikan yang mempengaruhi pergerakan ekonomi yang terjadi.

Seorang scalper bisa membuka dan menutup hingga puluhan posisi dalam seharinya. Karena itu, total profit-profit dari semua posisi merupakan tujuan trader forex scalping. Kalau dilihat sekilas, profit yang akan didapat kecil. Namun, ketika semua profit tersebut dijumlahkan maka akan menghasilkan cukup banyak profit.

Trader jenis ini melakukan trading berdasarkan data dari tick chart, chart satu menit, atau lima menit. Hal ini dilakukan agar scalper lebih mudah mengamati pergerakan grafik dan bisa membuat keputusan cepat saat ada pergerakan. Trader forex umumnya akan mempertahankan posisi minimal selama 3 sampai 5 menit. Sementara scalper hanya bisa mempertahankan posisinya hanya selama satu menit saja.

Fakta-Fakta Scalping Forex

1. Meninjau Kembali Aktivitas Trading

Fakta yang pertama, merekam aktivitas trading juga menjadi salah satu kunci saat melakukan strategi forex scalping. Dengan catatan tersebut, scalper bisa meninjau kembali aktivitas trading sebelumnya. Ini akan membantu meningkatkan kemampuan trading dan scalper juga dapat belajar dari kesalahan trading sebelumnya. Lakukan screenshoot pada trading Anda dan buat kopi salinan untuk menyimpannya di jurnal untuk dipelajari kembali nantinya.

2. Diperlukan Ketekunan dan Konsentrasi Tinggi

Teknik scalping forex mempunyai pergerakan serba cepat sehingga trader harus benar-benar fokus dan mampu memutuskan dengan cepat. Jika perhatian trader terganggu untuk sementara waktu, kesempatan untuk mendapatkan keuntungan bisa terlewatkan. Untuk itulah scalper diharuskan berlama-lama duduk di depan komputer selama proses trading berlangsung. Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi kesehatan dan emosional juga akan sangat mempengaruhi seorang scalper.

3. Butuh Strategi Andalan

Trader pemula cenderung mencoba melakukan scalping karena teknik ini menghasilkan keuntungan setiap hari tanpa harus membuka posisi berjam-jam, berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Namun, strategi saat scalping juga harus tetap dipertimbangkan.

4. Perlu Akses Internal yang Handal

Agar cepat bereaksi ketika melakukan teknik scalping ini, akses internet yang stabil dan cepat juga menjadi prioritas. Jika terjadi kesalahan sistem, scalper harus dapat bertindak cepat untuk menghubungi broker dan mengidentifikasi diri untuk tindakan lebih lanjut.

5. Ada Waktu Tertentu

Waktu adalah salah satu faktor kunci sukses trading dengan teknik scalping. Terdapat dua jenis waktu efektif yang bisa dipilih oleh scalper. Waktu yang pertama, saat dimana pasar memiliki arah yang tidak menentu dan saat trading sangat terarah, likuid, dan tidak stabil. Dan waktu yang kedua, kondisi yang dipilih berdasarkan strategi perdagangan masing-masing. Menahan posisi terlalu lama memiliki kecenderungan untuk memilih kondisi dimana pasar berada dalam pergerakan yang tinggi ini yang dilakukan oleh scalper berpengalaman.

6. Tidak Seluruh Broker Mengizinkan

Beberapa broker sangat menyukai klien mereka menggunakan teknik ini, karena akan menguntungkan mereka. Namun, tidak sedikit broker tidak mengizinkan kliennya menggunakan teknik scalping. Scalper akan membuka dan menutup puluhan hingga ratusan posisi dan ini akan membebani kerja server broker. Karena itu, pertimbangkan broker mana yang terbaik bagi trader yang menggunakan teknik scalping.

7. Tidak Semua Mata Uang Cocok di Scalping

Likuiditas tinggi dibutuhkan agar bisa melakukan trading dan profit dalam hitungan detik. Jika memperhitungkan likuiditasnya, lebih baik menerapkan teknik scalping pada mata uang mayor. Dibandingkan dengan jenis mata uang lainnya, mata uang mayor lebih likuid karena diperdagangkan secara luas di pasar forex.

Mitos-Mitos Scalping Forex

– Kesalahpahaman tentang keakuratan pergerakan harga membuat munculnya rumor bahwa trader bisa membuka berapa saja posisi trading, karena 90% akan menang. Sebenarnya, seorang scalper sukses sebenarnya mengatakan bahwa hampir setengah dari trading mereka tidak berhasil. Bahkan seorang scalper yang memenangkan sekitar 90% trading tidak bisa menjelaskan dengan pasti apa faktor kemenangannya. Karena secara garis besar, pasar forex memiliki sifat tidak terduga sehingga pergerakan tidak akan mudah diprediksi.

– Manusia memiliki sifat tidak dapat diprediksi, begitu juga dengan pasar forex. Harga valas bergerak tidak pasti pada timeframes rendah dan selama perdagangan terus berlanjut. Anda bisa berdagang dengan volalitas tidak teratur, pasar yang sepi, atau bahkan saat pasar sedang sibuk. Untuk mendapatkan profit yang diharapkan, trader harus pintar mengambil kesempatan.

– Mitos ini didasari oleh volatilitas acak dan tidak ada bukti bahwa praktik perdagangan dengan stop loss yang ketat akan bekerja di dunia nyata. Lima pip stop loss dapat dengan mudah terkena pergerakan harga kecil atau spread yang berfluktuasi.

Penutupan

Pada dasarnya tidak ada satu metode trading yang paling populer. Setiap trader memiliki strategi sendiri untuk mendapatkan keuntungan. Namun, scalping adalah salah satu teknik paling utama di kalangan trader. Dapat diperkirakan hampir 95% trader menggunakan teknik ini karena telah merasakan hasil keuntungannya. Apapun yang terjadi, bermain di pasar forex tidaklah mudah. Teknik scalping forex juga merupakan teknik yang berisiko. Oleh karena itu, trader harus memikirkan secara seksama strategi trading yang akan digunakan sebelum bermain di pasar forex.

Meski sudah terbukti bahwa scalping bisa memberi keuntungan yang menjanjikan. Namun, teknik scalping belum tentu sesuai untuk semua trader. Teknik ini cenderung cocok untuk trader dengan konsentrasi tinggi dan mampu membuat keputusan dengan cepat. Tidak hanya itu saja, seorang scalper juga harus betah untuk menyaksikan proses trading mengingat teknik ini membutuhkan eksekusi yang serba cepat. Jika Anda cenderung tidak suka harus duduk selama beberapa jam di depan komputer dan tidak mampu mengatasi stres dalam scalping, maka sebaiknya Anda tidak menggunakannya.

Intinya, Anda sebagai trader haruslah perhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi teknik trading yang ingin dipilih dan sesuaikan dengan kondisi serta selera Anda.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *