Definisi Indikator MFI (Money Flow Index)

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas definisi indikator MFI (Money Flow Index) yang merupakan salah satu jenis indikator oscillator yang penggunaannya mirip dengan indikator Indeks Kekuatan Relatif (RSI). Akan tetapi, meskipun penggunaannya sama seperti RSI, Money Flow Index umumnya memperhitungkan faktor besarnya volume yang lebih mencerminkan dinamika pergerakan pasar yang tidak hanya terpatok pada besaran harga saja.

Dalam dunia trading online tentunya bukanlah hal yang mudah untuk memberikan prediksi terhadap pergerakan pasar yang sangat fluktuatif. Mengukur seberapa jauh pasar akan bergerak kedepannya dan seberapa besar peluang trader untuk bisa memanfaatkannya. Dengan adanya bantuan indikator dalam setiap melakukan trading forex, maka trader dapat dengan mudah memprediksi lebih jelas sekaligus dapat membuat trader perhitungan seberapa jauh ia akan bisa memperoleh profit dari trend pasar yang sedang terjadi.

Selain itu, dengan adanya indikator trading diharapkan trader bisa menentukan strategi apa yang akan ia gunakan saat bertransaksi trading. Sehingga trading yang dilakukan trader benar menghasil keuntungan bukan kerugian. Salah satu indikator yang dapat digunakan trader yakni MFI (Money Flow Index). Indikator Money Flow Index membantu trader memperhitungan besaran volume, itu berarti pasar mengalami likuiditas tinggi di mana trader jangka pendek maupun trader jangka panjang yang sedang bertransaksi dihitung secara langsung dalam jual beli.

Seperti yang telah Anda ketahui, volume di pasar forex diukur berdasarkan tick, dan ketika ada perubahan harga bid (dan ask) pada tampilan platform trading, maka besar kemungkinan volume akan bertambah. Kombinasi besaran harga dan volume ini akan memberikan interpretasi yang lebih besar atas divergensi yang terjadi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Money Flow Index termasuk dalam kelompok indikator yang terkait erat dengan volume.

Indikator Money Flow Index pertama kali dibuat oleh Gene Quong dan Avrum. Jika diartikan secara satu persatu dalam bahasa Indonesia, berarti Money (uang), Flow (arus atau aliran) dan Index (indeks). Sehingga Money Flow Index dapat diartikan indeks arus atau aliran uang. Maksudnya indikator yang digunakan untuk mengukur aliran uang masuk dan aliran uang keluar.

Dalam bukunya “Trading Chaos”, Bill Williams memperkenalkan metode Money Flow Index. Ketika itu bukan berupa indikator, masih berupa rumus. Rumus yang telah diteliti dan dibuat oleh Bill adalah rasio antara harga tertinggi dan terendah dibagi dengan volume harga saat ini.

Dalam rumus sederhana, MF = (Tinggi – Rendah) / Volume

Rumus Indikator

Pada platform MetaTrader, indikator Money Flow Index dapat diperoleh dengan masuk ke Insert—Volumes— Money Flow Index. Besaran periode yang disarankan adalah 14. Secara matematis, Money Flow Index dapat dirumuskan sebagai berikut:

Harga Tipikal = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3

Money Flow (MF) = volume x harga tipikal

Apabila harga tipikal sekarang lebih besar dari sebelumnya, maka Money Flow adalah positif, dan sebaliknya apabila harga tipikal saat ini lebih kecil dari sebelumnya maka Money Flow adalah negatif. Jumlah dari semua Money Flow positif dalam periode waktu pengukuran disebut MF (+) dan jumlah dari semua Money Flow negatif disebut MF (-). Money Ratio adalah MF (+) / MF (-). Dirumuskan seperti ini:

Money Flow Index (MFI) = 100 – (100 / (1 + Money Ratio))

Jika Anda perhatikan, rumus di atas mirip dengan RSI hanya saja Money Ratio dalam perhitungan di atas sudah termasuk faktor besaran volume di dalamnya.

Cara Trading Menggunakan Indikator Money Flow Index

Sebelum melakukannya, Anda dapat melihat penjelasannya secara visual di KasKus.co.id, mengenai trading forex menggunakan indikator Money Flow Index. Berikut beberapa cara trading trading menggunakan Money Flow Index, antara lain sebagai berikut:

1. Overbought dan Oversold

Umumnya level tertinggi dan terendah ditetapkan pada 80 dan 20. Apabila Money Flow Index telah mencapai atau melampaui 80 maka kondisi pasar diasumsikan telah overbought dan merupakan sinyal untuk ‘jual’, sementara Money Flow Index yang telah mencapai level 20 atau kurang diasumsikan oversold dan merupakan sinyal untuk ‘beli’. Anda bisa membaca selengkapnya di pengertian overbought dan oversold dalam trading forex yang pernah kami posting sebelumnya.

2. Middle Line Cross

Level Money Flow Index 50 adalah middle line. Ketika garis Money Flow Index memotong level 50 dari arah bawah ke atas maka menginsyaratkan sinyal untuk ‘beli’, sebaliknya ketika Money Flow Index memotong level 50 dari atas ke bawah maka menginsyaratkan sinyal untuk ‘jual’. Metode ini relatif jarang digunakan, dan hanya digunakan pada saat-saat tertentu.

3. Divergensi

Metode ini cukup populer untuk digunakan,karena para trader sudah sangat fasih dengan metode semacam ini. Sebagai contoh, misalnya divergensi bearish terjadi ketika pergerakan bullish harga dengan terbentuknya level-level puncak yang baru, tetapi pergerakan Money Flow Index yang berlawanan, gagal membentuk level puncak dan bergerak bearish.

Kondisi ini menunjukkan bahwa akan ada pembalikan arah pergerakan harga, dan merupakan sinyal untuk ‘jual’. Sebaliknya, divergensi bullish terjadi ketika pergerakan harga bearish dengan terbentuknya level lembah yang baru, tetapi pergerakan Money Flow Index berlawanan, dan merupakan sinyal untuk ‘buy’.

Penerapan Money Flow Index

Cara menggunakan Money Flow Index cukup mudah, Anda bisa melihat titik jenuh di mana grafik indikator sudah berada pada titik jenuh, baik oversold atau overbought. Indikator ini mudah digunakan seperti indikator titik jenuh lainnya, tetapi dibandingkan dengan indikator lain, Money Flow Index memiliki keuntungan karena juga memperhitungkan volume likuiditas pasar. Nah sekarang bagaimana cara memasang indikator Money Flow Index ini dengan cara pintas? Anda cukup mengetik kombinasi tombol ini pada keyboard, dan Money Flow Index akan segera muncul.

Ketik: Alt + I + I + V dan pilih indikator Money Flow Index (MFI)

Money Flow Index sangat mudah digunakan dalam menentukan area jenuh pasar. Yang penting adalah tidak melawan trend atau open posisi sebelum titik jenuh tercapai. Jika harga berada di area garis 20 maka titik pembalikan harga naik sangat besar, sebaliknya jika harga sudah mencapai garis 80 maka semakin besar kemungkinan titik reversal untuk turun.

Penutupan

Menggunakan indikator Money Flow Index (MFI) akan sangat membantu para trader dalam menemukan area pasar yang sedang dalam titik jenuh. Karena indikator Money Flow Index menghitung volume likuiditas pergerakan pasar, maka secara efektif dapat membantu mengurangi risiko kesalahan indikator. Tetapi jika ada kesalahan dalam open posisi, cobalah untuk selalu melihat adanya trend, sehingga tidak peduli seberapa deras aliran harga, transaksi Anda akan tetap aman dan selamat. Semoga bermanfaat dan Salam Profit.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *