Catatan Sebelum Menggunakan Hedging Forex

Begitu banyak istilah-istilah yang terdapat dalam dunia forex, salah satunya hedging. Hedging (lindung nilai) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan trader dalam mengurangi dan menghilangkan sebuah sumber resiko. Dengan melakukan hedging, trader akan mengurangi kerugian yang mengancam dirinya. Akan tetapi perlu diketahui, catatan sebelum menggunakan hedging forex yang kami rangkumkan pada kesempatan kali ini.

Tidak ada cara pasti untuk memperkirakan pergerakan pair mata uang di masa depan. Namun secara umum, teknik hedging dilakukan saat trader mengunci trading yang dilakukannya dengan cara entry pada posisi berlawanan dengan yang sebelumnya. Anda bisa memperlajari lebih jelas di Youtube.com, tentang hedging forex ini.

Contoh Kasus Strategi Hedging

Jika sebelumnya trader telah membuka posisi beli, akantetapi kemudian harga turun. Maka untuk menghindari kerugian lebih besar, trader tersebut membuka posisi jual pada pair mata uang yang sama sehingga jumlah kerugian tidak bertambah. Jika harga berbalik arah maka akan membuka kunci tersebut dengan menutup salah satu posisi. Cara konvensional ini biasanya dilakukan oleh trader pemula jika dia merasa salah posisi.

Cara hedging yang lain adalah memang dari awal tujuan untuk mendapatkan untung, bukan karena merasa salah posisi. Seorang trader akan entry buy dan entry sell dengan harga yang sama dalam waktu yang relatif singkat (karena tidak mungkin untuk open buy dan open sell pada waktu yang sama). Misalnya, seorang trader A open sell EUR/USD pada harga 1,3300 dan beberapa saat kemudian trader open buy dengan harga yang sama. Rupanya harga kemudian turun ke level 1,3200, trader A menutup posisi jualnya dengan keuntungan 100 pips dan membiarkan posisi belinya.

Dia kemudian membuka 2 posisi baru, yaitu open buy dan open sell pada level 1,3200. Katakanlah harga kembali ke level 1,3300, trader A akan menutup ke 3 posisi. Posisi buy yang sebelumnya tertinggal sekarang balik modal, dan 2 posisi yang baru dibuka masih seimbang (balance). Trader A mendapat keuntungan 100 pips dari posisi sell yang dibuka pertama.

Catatan Sebelum Menggunakan Hedging Forex

Bagi para trader yang berpengalaman cara ini sangat menguntungkan, dan jika Anda ingin mencobanya, berikut ini beberapa catatan yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan hedging forex:

– Untuk trader pemula atau yang belum pernah mencoba cara ini tidak disarankan untuk langsung menerapkan cara ini pada account live. Disarankan untuk berlatih menggunakan cara ini pada account demo terlebih dahulu.

– Tidak semua broker mengizinkan penggunaannya menggunakan cara ini. Badan regulator NFA pada bulan Agustus 2009 jelas melarang cara hedging forex seperti ini. Atau Anda bisa mengetahui tips memilih broker forex untuk trader hedging, sehingga Anda bisa memastikan terlebih dahulu aturan-aturan broker Anda sebelum menggunakan cara ini

– Tidak mudah untuk mendapatkan harga beli dan harga jual yang sama persis dengan pending order. Mungkin automated execution dengan Expert Advisor (EA) bisa membantu, tetapi dalam situasi pasar yang tenang (volatilitasnya sedang rendah).

– Cara ini akan berjalan dengan baik hanya dalam kondisi pasar yang ranging (sideways), jika tiba-tiba pasar trading dengan kuat maka akan sulit untuk diatasi.

– Target profit (jumlah pip) harus relatif besar, jika Anda hanya ingin meraup beberapa pip saja cara ini tidak efektif dan bahkan tidak bisa berfungsi dengan baik.

– Dibutuhkan banyak kesabaran yang tinggi dalam menunggu pergerakan harga untuk mencapai level tertentu. Trader tidak bisa begitu saja menutup posisinya jika bukan waktunya.

– Ketika Anda telah melakukan trading sekitar 5 atau 10 kali, maka sebaiknya lakukan evaluasi tentang trading tersebut. Jika hasilnya tidak cocok, Anda dapat mengubah pair mata uang atau meningkatkan rencana trading Anda. Jika Anda telah berubah beberapa kali tetap tidak menguntungkan, tinggalkan cara ini, mungkin saja cara trading ini bukan untuk Anda.

Salah Membuka Hedging

Terjebak dalam endless hedging bukanlah puncak dari semua risiko yang dapat terjadi ketika trader saat melakukan hedging. Risiko terbesar tentu saja ada saat trader salah dalam proses membuka hedging. Pada dasarnya ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi setelah Anda melepaskan hedging yakni untung, rugi, atau imbas. Dalam hal ini, berikut beberapa simulasi yang dapat terjadi:

1. Salah Menentukan Timing
Dalam melepas posisi hedging, timing adalah elemen yang paling penting. Sayangnya, timing juga merupakan kesalahan paling umum dalam membuka hedging. Umumnya, kesalahan timing terjadi karena trader panik ketika harga tiba-tiba bergerak melawan posisinya. Kepanikan ini juga dapat dilanjutkan sampai waktu untuk menghapus posisi hedging. Jika posisi hedging dilakukan ketika waktunya pas, setidaknya untung dan rugi akan mengalami impas (breakeven).

2. Salah Membuka Posisi
Sebagian besar trader khususnya di Indonesia, tidak mengerti cara melepas hedging-nya. Mereka hanya memiliki pengetahuan bahwa hedging itu dapat mengunci loss yang mereka alami saat itu. Kurangnya pengetahuan ini bahkan disertai dengan rasa malas belajar. Seringkali, kesalahan posisi muncul karena saran dari Fund Manager abal-abal. Posisi dan waktu keduanya sama pentingnya. Meskipun posisi dilepaskan ke arah yang benar, tetapi jika waktunya kurang tepat, kerugian bisa jadi semakin membengkak bahkan menyebabkan Margin Call dan Stop Out.

Terjebak Dalam Endless Hedging

Sebagian besar trader pemula mempelajari strategi hedging dari beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Ini biasanya orang-orang yang mengaku sebagai penasihat keuangan pasar, trader profesional, atau bahkan hedge fund manajer. Dengan iming-iming kerugian tidak akan bertambah, oknum tersebut bahkan meminta trader pemula untuk meningkatkan posisi hedging. Tidak jarang Anda akan diminta untuk menambah jumlah transaksi di setiap hedging, sehingga strategi trading kemudian berubah menjadi Martingale.

Trader pemula dengan tingkat pengetahuan pasar yang rendah akan merasa kewalahan dengan situasi ini. Ketidakpastian tentang posisi ini bisa membuat Anda ragu, bahkan salah dalam mengambil keputusan. Ini karena ada begitu banyak ketidakpastian yang bisa terjadi.

Penutupan

Selalu ingat, tidak ada Master di dunia forex trading. Manusia terus berevolusi, demikian pula dengan kondisi psikologi pasar. Jika Anda enggan untuk terus berkembang, maka tentu saja Anda akan ditinggalkan oleh orang lain. Jadi fokuskan pikiran Anda sekarang juga untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Jika Anda bingung dari mana, mungkin Anda harus mulai dari awal.

Cara hedging sebenarnya memiliki fungsi untuk mencegah trader kehilangan lebih banyak uang. Jika ada posisi trading yang salah maka trader hanya perlu mengulanginya dengan membuka posisi yang berlawanan dengan lot yang sama. Lalu setelah trend jelas kemana arahnya ingin pergi, maka trader barulah buka posisi tambahan sesuai dengan trend. Semoga bermanfaat.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *