Bagaimana Cara Menentukan Stop Loss Forex

Stop Loss adalah menghentikan kerugian. Dalam dunia forex trading, istilah stop loss yaitu menutupi posisi yang sedang merugi pada level tertentu. Hal ini dikarenakan bahwa Anda telah memprediksi jika posisi tersebut tidak ditutup, maka kerugian pun akan bertambah besar pula. Oleh sebab itu, banyak trader yang mengalami loss besar sebab mereka tidak menggunakan stop loss, meskipun sebenarnya mereka sudah tahu bahayanya jika bertrading tanpa pelindung.

Sering kali profit yang sudah dikumpulkan dengan susah payah selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu dapat hilang begitu saja dalam sekejam karena loss yang tak terbendung lagi. Namun faktanya, stop loss bukanlah alat trading populer sehingga banyak trader yang takut menggunakannya sebab berkaitan erat dengan jumlah kerugian yang harus ditanggung.

Karena itulah, stop loss masih menjadi momok tersendiri bagi sebagian trader. Bagaimana tidak jika setiap open posisi yang terliquid dengan stop loss dan bukan take profit jelas akan mengalami kerugian. Seringkali terjadi saat hampir take profit, harga justru berbalik dan langsung menyambar stop loss. Kasus ini sering dijumpai para trader forex di Tanah Air.

Tetapi bagi para trader profesional atau yang telah berpengalaman, stop loss bahkan menjadi senjata trading yang sangat powerfull dan tangguh sehingga sering mereka gunakan setiap kali masuk pasar. Dengan pegalaman menggunakan stop loss itulah, mereka mampu dan berhasil menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka waktu tertentu. Di artikel ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara menentukan stop loss forex yang ideal sehingga bertrading pun akan terasa nyaman dan tenang. (Baca juga: Cut Loss dalam Trading)

Faktor Penting Menentukan Stop Loss

Untuk menentukan stop loss atau batasan kerugian tergantung pada sistem trading yang Anda gunakan. Umumnya stop loss juga dikenal dengan ‘Close Point’ dan ‘Far Point’. Lantas apa yang dimaksud dari kedua istilah itu sendiri? Berikut ini definisi tentang kedua hal tersebut yang cukup mudah Anda pahami:
· Close Point adalah dimana saat harga bergerak menembus level resistance, Ada bisa menempatkan stop loss dalam beberapa pip di bawah garis resistance tadi. Begitu pula sebaliknya.
· Far Point adalah apabila harga bergerak menembus resistance maka Anda dapat menempatkan stop loss di bawah support level. Begitu pula selanjutnya.
Selain itu, ketika menentukan stop loss Anda juga harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan antara lain:
· Time Frame yang lebih besar. Anda dapat memperbesar time frame dari grafik sehingga Anda dapat melihat kemanakah trend harga saat itu.
· Break Pertama. Sering kali terjadi harga membuat false break sebelum muncul break yang asli. Apabila kejadian break tersebut terjadi untuk pertama kali, maka dalam menentukan stop loss akan lebih bijak menggunakan close point.
· Take Profit Point. Faktor ini tergantung pada sistem trading yang digunakan karena jika Anda percaya diri menempatkan level take profit, Anda jadi dapat menghitung level stop loss dengan mengandalkan risk reward rasio.

Menentukan Stop Loss Dengan Support & Resistance

Salah satu cara yang paling biasa digunakan untuk menentukan stop loss yaitu dengan mengandalkan titik support dan resistance sebagai acuan. Apabila Anda membuka transaksi buy, maka stop loss akan disimpan dalam beberapa pips di bawah titik support. Begitu juga sebaliknya, apabila Anda membuka transaksi sell, maka stop loss akan disimpan dalam beberapa pips di atas resistance.

Menentukan Stop Loss dengan Money Management

Cara lainnya yang sering digunakan untuk menentukan stop loss adalah dengan menggunakan money management. Cara ini ialah dengan menggunakan persentase tertentu dari modal Anda sebagai besaran stop loss. Misalnya modal Anda sebanyak $1000 dan stop loss di setiap transaksi adalah 5% sehingga 5% dari $1000 adalah $50.

Contoh lainnya yaitu Anda membuka transaksi buy dengan lot 0,1 dan nilai 0,1 lot dibroker forex Anda ialah $1/pip, maka stop loss Anda sebesar $50, yakni 50 pips di bawah titik buy. Kemudian, apabila lot yang digunakan adalah 0,05 lot, kemungkinan besar stop loss Anda ialah 100 pips dari titik buy. Begitu juga seterusnya.

Menentukan Stop Loss dengan Indikator

Selain kedua cara di atas, ada pula cara yang kerap digunakan para trader yaitu dengan menggunakan bantuan indikator untuk menyimpan titik stop loss. Umumnya untuk cara ini penggunaannya disesuaikan dengan sistem trading yang Anda guakan. Dalam sistem trading yang mengandalkan indikator biasanya sudah diketahui tentang cara menentukan stop loss juga.

Contohnya saja, Anda menggunakan sistem trading sederhana dengan moving average yaitu stop loss disimpan di atas MA periode 24 apabila sedang sell atau di bawah MA periode 24 jika sedang buy. Jika Anda menggunakan metode lain, biasanya stop loss diletakkan di atas atau di bawah indikator yang dipakai sebagai penentu arah trend harga.

Kemudian, Anda juga menentukan stop loss dengan menggunakan garis trend. Garis trend juga dapat dilakukan level stop loss dengan alasan bahwa selama trend itu belum berakhir grafik akan selalu berada di depan garis trend. Karena itulah, apabila grafis menyebrang garis trend, dapat dipastikan harga akan terus bergerak menjauh berlawanan dengan posisi Anda berada.

Menentukan Stop Loss dengan Margin & Equity Stop

Dengan cara ini, para trader forex akan menentukan besarnya stop loss berdasarkan nilai margin call dari total balancenya, jadi kalau level stop lossnya terkena, maka sisa uang yang ada di akun tradingnya hanya margin awal ketika buka posisi. Dengan kata lain, trader akan berspekulasi habis-habisan pada posisi yang trader buka.

Beda lagi dengan equity stop, ada kaitannya dengan strategi money management yang sama dengan peraturan yang seolah sudah menjadi mitos bahwa resiko maksimum sebaiknya tak melebihi 2 % hingga 3 % dari total equity atau balance per trade. Berdasarkan peraturan inilah, trader bisa menentukan stop loss setelah menentukan besarnya trading lot sesuai dengan resiko maksimum yang disepakati dengan broker.

Menentukan Stop Loss dari Pola dan Volatilitas Market

Pada kondisi pasar yang sering bergejolak, para trader dapat menentukan stop loss yang cukup besar guna untuk menghindari noise atau loncatan harga yang dapat terjadi sehingga berdampak merugikan. Dan sebaliknya, ketika kondisi pasar sedang tenang dan volatilitas rendah, stop loss tidak harus terlalu besar untuk mengantisipasi percepatan gerak harga yang terjadi dikemudian hari.

Selain itu, Anda juga dapat menentukan stop loss dari pola market yang didasarkan pada pola-pola pergerakan harga dengan level support da resistance. Terkadang sering dikombinasikan dengan indikator untuk mengkonfirmasinya. Intinya, cara ini menggunakan dua pendekatan yang berbeda yakni berdasarkan level support dan resistance, seperti level Fibonacci retracement atau garis trend.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *