Apa itu Forex Scalping?

Saat ini banyak sekali para trader forex yang berhasil menjalani bisnis online-nya. Berkat dukungan strategi dan ketelitian dalam memantau mata uang atau valuta asing itu sendiri, mereka sukses dalam bertrading. Namun, tak sedikit pula trader yang mengalami kerugian besar sebab hanya mengandalkan nasib serta mengikuti emosi jiwa saat bermain.

Bagi investor mahir dan para master dari trading forex ini sering membeberkan rahasia mereka mengenai kesuksesan dalam bertrading, yakni dengan memakai strategi scalping. Memang dasarnya, dalam dunia trading forex cukup banyak strategi yang dapat digunakan oleh trader forex yakni salah satunya adalah strategi scalping. Mungkin untuk sebagian pemula, sering bingung dengan pengertian scalping. Lantas apa itu forex scalping?

Pengertian Scalping

Scalping merupakan gaya trading yang sudah menjadi sangat populer karena memberikan banyak kesempatan untuk menghasilkan uang. Strategi ini bisa sangat cepat walaupun terkadang harus menunggu. Untung atau rugi pun biasanya datang sangat cepat sehingga Anda tak perlu repot menunggu dan bertanya-tanya mengenai bisnis trading Anda akan sukses atau tidak.

Bahkan, scalping dapat dikatakan perdagangan pada kondisi jangka waktu yang sangat singkat, contohnya 1 menit atau 5 menit. Umumnya target scalping sangat rendah di bawah 10 pips atau 5-7 pip saja. Banyak trader yang menggunakan metode ini sebagai strategi utama dalam perdagangan merek. Dengan scalping, mereka dapat masuk market dengan cepat dan keluar dengan cepat pula.

Banyak teknik mengenai forex scalping ini. Teknik bertrading ini bertujuan untuk mencari keuntungan dengan cepat. Ada pula yang berpendapat bahwa scalping bisa memberikan untung lebih kencang, meskipun sedikit tapi sering. Namun ada juga trader yang hanya menunggu open terlalu lama untuk memperoleh pips yang besar. Sebaliknya, ada juga trader lain yang memperoleh pips yang kecil tapi dalam sehari mereka dapat melakukannya dengan banyak.

Peringatan Sebelum Melakukan Scalping

Apabila Anda adalah pemula dalam dunia forex, mungkin ada yang perlu Anda ketahui tentang scalping karena meskipun strategi ini sangat mudah untuk mencetak keuntungan kecil dalam hitungan menit, sebetulnya scalping tidak semudah itu. (Baca juga: Apa itu Hedging?)

Walaupun dalam trading forex, scalping dikenal cepat dalam memberikan hasil, tetapi teknik ini hanya dapat memberikan profit jika Anda mampu mengambil keputusan yang bijak dalam waktu yang singkat. Itu pun kalau Anda tidak diganggu oleh koneksi dan jaringan internet di Indonesia yang seringkali ‘putus-nyambung’ atau spread yang melebar dan re-quote sebab harga yang volatile, sementara dari segi koneksi internet sama sekali tidak mendukung.

Scalping diperumpamakan sebagai game komputer yang mengandalkan kecepatan mata dan tangan. Contohnya game balapan mobil yang mengharuskan Anda untuk bisa mengambil keputusan ketika genting di dalam waktu singkat, jika tidak mobil Anda akan terjatuh ke luar jalur. Memang terlihat menyenangkan, tetapi dalam scalping, uang Anda menjadi taruhannya.

Prinsip Kerja Forex Scalping

Dalam dunia forex, scalping menjadi strategi forex yang mana para trader mencoba untuk mengambil profit kecil secara beruntun. Seorang trader akan masuk dan keluar dari pasar beberapa kali dalam sehari dengan melakukan proses mencari keuntungan di antara pergerakan pasar yang volatile. Trader yang melakukan scalping di sebut dengan scalper, mereka akan bereaksi dengan cepat saat ada perilisan data ekonomi atau berita keuangan lainnya yang mempunyai dampak besar terhadap pergerakan pasar.

Walaupun terlihat hampir sama dengan day trading, tetapi ada sedikit perbedaan yang membuatnya tidak sama. Jika di dalam day trading, Anda hanya akan membuka posisi sebanyak satu atau dua kali dan posisi tersebut akan ditutup sebelum hari perdagangan tersebut berakhir. Teknik ini tidak pernah atau sangat jarang membiarkan posisi ini mengalami overnight.

Berbeda dengan scalping, Anda dapat membuka dan menutup posisi lebih banyak lagi karena hanya mengincar profit-profit kecil setiap saat membuka posisi. Dilihat dari segi tersebut, day trader hanya mampu menggunakan chart 15 menit sampai 1 jam, maka scalper bisa memanfaatkan waktu lebih singkat lagi.

Trader yang memakai strategi day trading umumnya menargetkan keuntungan $200 sampai $500 setiap membuka posisi. Sedangkan scalper hanya menargetkan profit yang lebih kecil seperti $5-$10 setiap transaksi. Apabila ia berhasil melakukan 10 kali transaksi dan terus menghasilkan keuntungan, maka ia dapat meraih keuntungan sebesar $50-$100 per hari. Tentu saja profit tersebut hanya dapat diperoleh kalau semua transaksi yang dilakukan berakhir dengan keuntungan. Bahkan terkadang, scalper malah merugi. Karena itulah, perlunya pengetahuan mengenai dunia forex.

Faktor agar Scalping Berhasil

Sebelum Anda terlalu jauh terlibat mengenai bagaimana mengaplikasikan strategi ini, Anda juga harus benar-benar dilengkapi beberapa hal agar mendapatkan kesempatan buat sukses. Namun sayangnya, hanya mengetahui bagaimana melakukan scalping tidak cukup karena esensi dari strategi itu ialah mengambil keuntungan dari eksekusi cepat dan spread yang cukup kuat.

Apabila broker tempat Anda bernaung tidak bisa menawarkan ini, meskipun Anda tahu apa saja yang dilakukan dan bagaimana cara melakukannya dengan benar, maka Anda masih tidak dapat scalping yang menguntungkan. Jadi, hal pertama yang Anda butuhkan yaitu broker berkualitas tinggi yang menyediakan trading cepat karena tidak menolak pergerakan pasar yang cepat pula. (Lihat juga: Daftar Broker Forex Terbaik di Indonesia)

Kemudian, Anda juga harus melihat dari segi faktor kelemahan scalping, apakah Anda bisa mengantisipasinya saat melakukan strategi tersebut. Adapun kelemahan dari scalping adalah Berpotensi membuat stres karena mereka menggunakan lot besar dan tidak mudah dilakukan untuk membuka posisi secara beruntun.

Scalping atau Tidak?

Scalping adalah salah satu strategi yang membutuhkan konsentrasi dan konsistensi yang sangat tinggi. Anda harus siap sedia di depan PC untuk memantau serta meneliti aktivitas pasar sehingga mampu bereaksi dengan cepat setiap melihat peluang. Selain itu, Anda juga hanya dapat duduk berjam-jam lamanya di depan monitor namun harus tetap bisa membuat keputusan dalam waktu singkat saja. Apabila perhatian Anda teralihkan barang sedetik saja, Anda akan melewatkan peluang yang ada, bahkan mengalami kerugian yang menyakitkan.

Bukan hanya itu, Anda juga harus bisa dengan cepat keluar dari pasar, secepat Anda masuk pertama kali dengan menggunakan berbagai macam metode trading. Oleh sebab itu, sambungan internet yang dapat diandalkan mutlak Anda miliki. Bayangkan saja, kalau Anda tidak bisa menutup posisi Ada yang sedang merugi akibat sambungan internet terputus.

Kemudian, Anda juga harus dapat menghadapi tingkat stres dan frustasi yang lebih tinggi dibandingkan day trading. Apabila Anda masih sering diliputi oleh emosi setiap kali Anda bertrading, sebaiknya berpikir ulang sebelum memutuskan untuk menerapkan strategi ini, karena scalping ini bukan untuk trader yang mudah dilanda emosi.

Apakah Anda sudah menyiapkan jiwa, raga, mental, dan rohani untuk melakukan scalping? Jika iya, silahkan mencoba kemampuan Anda. Semoga sukses!

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *